Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 208


__ADS_3

Bela yang mendengar suara berbicara kepada nya langsung mengangkat kepela nya.


Deg


Bayu dan Bela sama sama terkejut melihat orang yang ada di hadapan nya, begitu pun juga Niko yang terkejut ternyata Bela lah yang hampir di perkosa oleh ketiga preman tadi.


Bayu yang melihat ternyata wanita yang hampir di perkosa oleh preman tadi adalah wanita yang beberapa hari ini sering menganggu pikiran nya.


Dengan cepat Bayu memeluk Bela yang sedang ketakutan di atas barak.


" Bel kamu gak apa apa kan" ucap Bayu yang sudah memeluk Bela.


Bayu merasakan tubuh Bela begitu bergetar, Bayu semakin kuat memeluk Bela, Tapi Bela hanya diam saja.


Sesaat Bela merasa nyaman karena pelukan Bayu, air mata nya masih saja mengalir deras di pipi nya karena masih mengingat kejadian yang hampir membuat diri nya nyaris di perkosa.


Tapi saat mata Bela melihat ke arah Niko yang berdiri di di depan mata nya, Bela langsung melepas kan pelukan Bayu.


" Jangan sentuh saya, jangan sentuh saya, saya mohon, pergi...pergi dari sini" ucap Bela ketakutan dengan tubuh gemeteran sambil memutup mata nya.


Bayu yang menyaksi kan itu hati nya merasa sakit, Bayu berusaha menenang kan Bela yang ketakutan melihat diri nya.


" Bel...Bela kamu jangan takut, aku Bayu Bel..kamu sudah aman sekarang" ucap Bayu berusaha menenang kan Bela.


Bela yang mendengar nama Bayu, langsung melihat wajah nya Bayu yang tampak khawatir.


" Jangan sentuh saya pak, saya sudab kotor, saya sudah di nodai sama mereka, jangan sentuh saya pak" ucap Bela menangis terisak.


" Dengar saya Bel, kamu masih suci, mereka tidak ngapa ngapain kamu, percaya lah Bel, ada aku di sini" sahut Bayu yang sudah menarik Bela.


Tapi karena Bela terus berontak, ahkir nya Bayu memeluk Bela dengan kuat, Bela tidak bisa bergerak lagi, dia hanya bisa menangis meratapi nasib nya, karena terkena hujan tadi, dan sudah lama menangis, Bela pingsan di dalam pelukan Bayu.


Bayu yang tidak merasakan pergerakan Bela, dan mendengar tangisan Bela, ahkir nya Bayu melihat Bela yang sudah pingsan.


" Bel...Bela bangun Bel, Bel...Belaa" panggil Bayu.


" Dia pingsan" ucap Bayu panik.

__ADS_1


" Nik ambil mobil cepat, Bela pasti terlalu syok karena kejadian tadi" teriak Bayu pada Niko.


Niko pun langsung berlari ke arah mobil, dia juga merasa kasiahan dengan Bela. Tak lama mobil sudah berhenti tepat di depan Barak.


Dengan sigap, Bayu mengangkat tubuh Bela masuk ke dalam mobil.


" Jalan" ucap Bayu cepat.


Niko langsung melaju kan mobil nya, Bayu menutup rambut Bela dengan hijab nya yang sudah di buka oleh preman tadi, Bayu juga memetupi tubuh Bela dengan jas nya sebelum mobil tiba di barak.


Di pandangi wajah Bela yang sembab karena habis menangis, Bayu merasa hati nya teriris karena melihat Bela di perlakukan seperti tadi.


" Maaf bos kita mau kemanan" tanya Niko karena belum tahu mau membawa Bela kemana.


" Ke apertemen ku saja, karena aku tidak tahu dimana alamat Bela" ucap Bayu memberi tahu tapi masih tetao melihat wajah Bela.


Seperti nya si bos sudah membuka hati nya untuk wanita lain, syukur lah bos, ahkir nya bos bisa move on dari istri teman bos sekarang, batin Niko.


" Nik segera masukan preman preman tadi ke dalam penjara, aku tidak mau mereka berkeliaran setelah memperlakukan Bela seperti tadi" ucap Bayu memerintah kan Niko.


" Baik Bos" sahut Niko dengan mantap.


Anita juga sudah masuk ke kamar hotel bersama Bima, karena sudah merasa lelah, Ricki dan Naya masih setia berkumpul dengan teman teman nya.


" Kak Ricki, kakak gak pulang, lihat itu kasihan Naya seperti nya sudah ngantuk" ucap Rika memberi tahu.


Ricki langsung melihat Naya, dan benar saja, wajah Naya terlihat sudah lelah.


" Aku balik diluan, pujaan hati sudah lelah" ucap Ricki langsung beranjak dari kursi nya.


Naya pun pamit pada Kia dan lain nya, tak lupa Naya mengucap kan selamat pada pasangan pengantin.


Tak lama Ricki pulang, Pandu juga langsung mengajak Kia untuk masuk ke dalam kamar hotel, karena hari semakin malam, begitu juga dengan Firman dan Rika, mereka langsung menyusul Ricki pulang.


Aldi dan Widya berjalan di lorong hotel menuju kamar mereka, Widya yang perdana bergandengan tangan dengan Aldi merasa gugup dan degdegan.


Aldi yang merasakan tangan Widya yang semakin dingin langsung mengenti kan langkah kaki nya.

__ADS_1


" Sayang kamu sakit, tangan kamu dingin sekali" tanya Aldi langsunh menempel kan telapak tangan nya di kening Widya.


" Tidak kak, Widya sehat sehat saja, mungkin dingin karena AC kali" ucap Widya bohong.


Mana mungkin Widya jujur kalai dia gugup mau masuk ke kamar pengantin mereka.


Aldi pun langsung melanjut kan kembali jalan nya membawa Widya masuk ke kamar agar segera istirahat, iya kali istrirahat.


Saat pintu di buka, Aldi dan Widya masuk dan terkejut melihat isi kamar mereka yang begitu indah, kamar dihiasi dengan kelopak bunga mawar yang bertebaran di atas tempat tidur berbentuk love.


Dan ini semua tentu nya keluarga Atmaja yang menyuruh karyawan hotel untuk menyiap kan yang terbaik untuk Aldi dan Widya.


" Sebaik nya kamu mandi diluan sayang, setelah itu baru Mas" ucap Aldi.


Widya terkejut Aldi menyebut diri nya dengan panggilan Mas, Aldi yang menyadari keterkejutan Widya langsung menangkup kan tangan nya di pipi Widya.


" Mulai hari ini kamu harus panggil aku Mas, karena aku sekarang suami kamu, jadi jangan panggil kakak lagi, karena aku bukan kakak kamu, tapi suami tampan kamu" ucap Aldi sambil menatap mata Widya.


Widya langsung mengangguk kan kepala nya dan melepas kan tangan Aldi dari pipi nya, bukan nya Widya tidak mau di perlakukan seperti itu oleh Aldi, tapi jantung Widya sudah berdetak begitu kencang dan begitu gugup.


" Yasudah Widy ke kamar mandi dulu ya Mas" pamit Widya langsung masuk ke dalam toilet.


Di dalam toilet Widya langsung memegang jantung nya yang berdetak begitu kencang.


" Ya ampun jantung gue...belum apa apa sudaj mau lompat dari sarang nya, gimana kalau nanti Mas Aldi mintak hak nya" ucap Widya berbicara sendiri di depan kaca.


" Jadi seperti ini ya rasa nya mau menuju malam pertama, huuuuufft" ucap Widya lagi menarik nafas dengan kasar.


Dengan perlahan Widya membuka jarum yang ada di hijab nya satu satu, begitu banyak hijab yang ada di kepala nya sehingga membutuh kan waktu yang lama.


Bersambung...


Jangan lupa untuk Like,komen dan Vote yang plisss.


Kasih Bunga dan Kopi jugaa yang bayak 🙏🙏


Terima kasih atas dukunga kalian semua, berkat kalian dan dukungan kalian lah yang membuat author semangat buat nulis nya.

__ADS_1


Share karya author ya readers tercinta, biar semakin banyak yang baca 🙏🙏


Love You More


__ADS_2