
" Kata siapa Ra? kata siapa kita tidak saling mencintai" tanya Azmi dengan suara yang sudah mengeras.
Ara sedikit takut dengan suara Azmi, dia mundur beberapa langkah agar tidak begitu dengan Azmi.
" Apa kamu tidak bisa melihat aku Ra, kalau aku mencintai kamu pertama kali kita bertemu? dan apa kamu belum sadar kalau sebenar nya kamu juga mencintai aku Ra, aku bisa melihat dari tatapan mata kamu Ra" ucap Azmi dengan suara penuh penekanan.
Ara hanya bisa mundur sambil menggeleng kan kepala nya, entah kenapa di dada nya merasa sesak saat Azmi berkata cukup keras dengan nya, Azmi terus melangkah mendekati Ara, tanpa mereka sadari kalau Ara sudah hampir di ujung tebing rumah sakit, beberapa langkah lagi Ara mundur, Ara bisa terjatuh.
" Jawab Ra" ucap Azmi dengan cukup keras sehingga membuat Ara terkejut dan bersamaan langkah Ara terahkir meminjak lantai sehingga Ara langsung terkejut dan menjerit histeris karena akan jatuh dari lantai atas rumah sakit.
" Aaaaaaaaaaaaaa" teriak Ara sambil memejam kan mata nya.
Tapi dengan cepat Azmi menarik tangan Ara dengan kuat dan membawa Ara ke dalam pelukan nya sampai Ara dan Azmi terjatuh sambil berpelukan di gedung paling ats rumah sakit.
Mereka sama sama terdiam masih saling berpelukan, Ara begitu gemetar karena dia merasa diri nya hampir jatuh dari ketinggian, Azmi bisa merasakan kalau Azmi begitu ketakutan, sehingga dia menarik Ara semakin asuk ke dalam pelukan nya dan memeluk nya semakin erat.
Nafas kedua nya ngosngosa nya dengan debaran jantung yang msih ketakutan.
" Maaf kan aku Ra, aku membuat mu takut sampai kamu mundur terlalu jauh dan aku tidak menyadari nya" ucap Azmi yang masih memeluk Ara sambil menciumi pucuk kepala Ara.
" Aku hampir saja kehilangan wanita yang aku cintai ya Allah, tolong jangan seperti ini lagi Ra, aku gak sanggup lihat kamu kalau aku tidka bisa menarik tangan mu" ucap Azmi langsung melonggar kan pelukan nya dan menatap wajah Ara yang sudah berlinang air mata.
" Aku sangat mencintai kamu Ra, berjanji lah untuk selalu ada untuk ku" ucap Azmi yang juga sudah menetes kan air mata nya sambil mengusap air mata yang mengalir di mata Ara.
Ara tidak menjawab, dia langsung memeluk Azmi dan menagis begitu kuat, Azmi pun membalas pelukan Ara dan mencium pucuk kepala Ara sambil memejam kan mata nya.
Azmi langsung menggendong Ara dan membawa nya turun dari atas gedung dan membawa ke ruangan nya, semua dokter dan suster yang melihat Azmi menggendong Ara hanya menatap nya saja, tidak berani menegur nya, hanya Kayla yang berjalan mendekati Azmi karena Kayla tidak terima Azmi menggendong Ara.
__ADS_1
" Kenapa kamu menggendong nya Az? apa dia tidak berjalan sendiri" tanya Kayla menatap Ara tidak suka.
" Bukan urusan mu?" ucap Azmi langsung masuk ke dalam ruangan nya dan menutup pintu saat Kayla ingin masuk.
Setelah meletak kan Ara duduk di sofa, Azmi langsung mengambil remot untuk mengunci pintu ruangan nya agartidak ada yang menganggu nya.
Kemudian Azmi langsung mengambil air mineral yang ada di ruangan nya dan di berikan pada Ara.
" Minum dulu Ra, biar lebih tenang" ucap Azmi sambil menyerah kan gelas yang sudah berisi air.
Ara meminum air yang di berikan Azmi hingga habis tak tersisa, Azmi masih melihat Ara begitu dalam setelah Ara meletak kan gelas yang telah kosong di atas meja.
Ara yang sadar di tatap oleh Azmi langsung menoleh ke arah Azmi.
" Maaf" satu kata muncul dari mulut Azmi.
Ara tersenyum dan mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum, Azmi langsung tersenyum kemudian memeluk Ara begitu erat.
" Kamu harus terbiasa, karena mulai sekarang aku akan selalu memeluk mu, apa lagi setelah menikah nanti" ucap Azmi dengan percaya diri nya.
" Siapa yang mau menikah dengan mu? kamu terlalu percaya diri sekali tuan" ucap Ara tanpa menatap wajah Azmi.
Azmi tersenyum mendengar ucapan Ara, dia berjalan ke arah laci lemari nya dan mengambil coklat dan memberi kan pada Ara.
" Coklat ini akan membuat kamu tenang setelah kajadian di atap tadi" ucap Azmi namun Ara tidak menerima coklat yang di beri kan Azmi.
" Kenapa?" tanya Azmi yang bingung karena melihat Ara diam saja.
__ADS_1
Azmi meletak kan coklat yang di pegang nya dan duduk mendekati Ara.
" Ada apa hemmm?" tanya Azmi menarik wajah Ara agar menghadap nya.
" Apa kamu benar benar mencintai ku" tanya Ara dengan sungguh sungguh.
" Apa kamu tidak percaya padaku?" bukan nya menjawab, Azmi malah bertanya balik.
" Bukan nya aku tidak percaya, tapi aku takut hanya pelarian mu saja, aku tahu kamu perna mengalami patah hati, aku mendengar semua cerita para dokter dan suster karena sikap mu yang begitu dingin dan kejam, dan aku takut kalau aku tidak benar benar ada di hati mu" ucap Ara menarik nafas nya dalam dalam setelah megatakan itu pada Azmi.
Azmi menarik nafas nya dalam setelah mendengar alasan Ara, dia memegang tangan Ara dan mengenggam nya, di tatap nya wajah Ara begitu dalam.
" Ra aku di mata mu hanya seperti pria yang suka bergonta ganti wanita" tanya Azmi.
Ara tidak menjawab, ia hanya menjawab dengan menggeleng kan kepala nya saja.
" Kamu memang bukan yang pertama mengisi hatiku Ra, tapi kamu adalah wanita terahkir yang mengisi hati ku dan sudah berhasil mencair kan hati ku yang beku karena sudah di khianati wanita" ucap Azmi dengan sungguh sungguh masih menatap Ara begitu dalam.
Ara masih diam menunggu Azmi setelah berbicara, Azmi melepas kan genggaman tangan nya pada tangan Ara, kemudian berjalan ke arah jendela dan menatap jalanan dari jendela.
" Setelah aku bertemu dengan mu diparkiran itu, dan kamu orang yang pertama yang berani memaki ku serta tidak perduli dengan ku, aku di situ sadar kalau aku merasa kalu aku sudah jatuh hati pada mu, tapi aku masih mendiam kan nya karena aku masih belum begitu yakin apakah itu cinta atau bukan" ucap Azmi berbalik menatap Ara.
" Semakin hari detak jantung ku semakin mengila setiap aku melihat mu tersenyum, bayangan wajah mu selalu saja menghantui ku setiap malam, dan setelah aku aku yakin, ahkir nya aku mengajak mu ke pantai dan ingin mengatakan nya kalau aku mencintai kamu, tapi kamu tidak bisa melihat kalau aku mencintai kamu" lanjut Azmi
Bersambung.
__ADS_1