Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 89


__ADS_3

Kabar kepulangan Raja Cs sudah sampai ketelinga Wisnu saat Tiara kembali ke perusahaannya setelah bertemu dengan Andra.


"Jadi Raja sudah kembali ke sini?" tanya Wisnu pada adiknya.


" Iya kak, tadi aku ketemu dengan Andra di supermarket saat beli pembalut" jawab Tiara sambil memberikan berkas penting untuk mereka meeting sebentar lagi.


" Bagus lah kalau begitu" ucap Wisnu dengan senyuman di wajahnya.


" Apanya yang bagus?" tanya Tiara menatap wajah kakaknya seperti ada yang di sembunyikan dari dirinya.


" Tidak ada, yasudah cepat siapkan seluruh laporannya, sebentar lagi kita akan meeting" ucap Wisnu dengan menatap laptop yang ada di depannya.


Tiara hanya bisa melihat wajah kakaknya dengan sedikit curiga, namun ia tetap keluar dari ruangan kakaknya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Sementara di ruangan Wisnu, setelah kepergian Tiara, Wisnu dengan cepat langsung menghubungi seseorang.


" Aku ada kerjaan untuk mu, dan kalau ini berhasil, bayaran cukup buat kau bersantai selama satu tahun" ucap Wisnu saat telponnya sudah terhubung.


Setelah mendengar jawaban dari orang yang di hubunginya, Ia langsung mematikan telponnya dengan wajah tersenyum penuh dengan misteri.


" Ahkirnya apa yang sudah aku tunggu tunggu akan terjadi, Raja aku akan membuat diri mu menyesal telah membuat Tiara sakit hati dulu, dan mulai sekarang aku akan membuat mu untuk lupa cara akan tersenyum lagi" ucap Wisnu sambil tertawa.

__ADS_1


*****


Malam hari di kediaman Atmaja, setelah makan malam semua nya langsung berkumpul di ruang keluarga untuk membahas acara lamaran untuk Raja dan Cahaya.


Saat ini Cahaya juga sudah berada di kediaman Atmaja karena Raja langsung menjemputnya atas suruhan mamanya.


" Jadi bagaimana dengan acara lamarannya, mau konsep yang seperti apa?" tanya Anita karena sudah tidak sabar melihat keponakan tampannya akan bertunangan sebentar lagi.


" Tidak perlu yang meriah lah Tan, kan kita juga uda tunangan, Raja sih maunya langsung akad saja" ucap Raja sambil menatap Cahaya dengan senyuman yang paling manis keluar dari bibirnya.


Cahaya hanya bisa malu dan langsung menundukkan kepalanya karena merasa wajahnya begitu panas karena di tatap seperti oleh Raja.


" ngebet banget lu Ja, uda gak tahan ya" ledek Ara yang langsung di tatap tajam oleh Raja.


" Gak pernah berbuah binik lu bang, masih aja modelnya kayak beginian, kirain waktu kita balik dari Jerman dia mah uda kalem, ehk tahu nya sama aja" ucap Andra yang langsung mendapat toyoran dari Ara karena Ara duduk tepat di sebelah Andra. Azmi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya dan adik adiknya.


" Sudah sudah, kita ini lagi bahas acara buat Raja, kenapa sih kalian selalu ribut?" tanya oma Dewi.


" Biar rame Oma" jawab Andra yang di jawab dengan anggukan kepala oleh yang lain, kecuali Raja pastinya.


" Yasudah untuk acara biar mama saja yang urus, nanti mama akan di bantu Tente Nita dan tante Widya, yang penting kalian persiap kan diri kalian saja" ucap Kia yang langsung di setujui semuanya.

__ADS_1


" Dan ingat, saat acara pertunangan nanti, kamu harus sudah jadi wakil CEO di kantor, dan persiapkan diri kalian" ucap Pandu dengan menatap wajah Raja dan juga Haikal.


" Dan kamu Ndra, segera selesai kan tugas kamu yang sudah Om beri kemarin, karena proyek itu akan segera di bangun setelah kamu menyerahkan desain gambarnya" sambung Pandu lagi menatap Andra.


Andra hanya bisa menganggukkan kepalanya, rasanya Ia masih ingin bersantai beberapa bulan setelah pulang dari Jerman, tapi tugas negara sudah menantinya dan mau tak mau dia harus mengerjakannya demi perusahaan keluarga nya, begitu juga dengan Raja dan Haikal yang harus siap masuk ke perusahaan dan mengemban di perusahaan keluarganya.


Setelah selesai berbincang bincang mengenai lamaran Raja dan Cahaya, kini Raja sedang mengantar Cahaya pulang ke rumahnya yang tak jauh dari toko kue utama Cahaya, Cahaya saat ini tinggal dengan Arti karena mereka sama sama sebantang kara.


Sebenarnya masih ada keluarga Cahaya, namun Ia sudah tidak menganggap mereka keluarga karena mereka lah menyebabkan kedua orang Cahaya meninggal hanya karena ingin mengambil toko kue milik Ayah Cahaya, semenjak kejadian itu Cahaya tidak mau mengenal saudaranya dan memilih meneruskan toko kue peninggalan ayahnya dengan menganti nama tokonya.


" Sayang kamu jangan capek capek ya, ingat dua hari lagi kita tunangan, dan sebentar lagi kita akan segera menikah" ucap Raja menatap Cahaya sejenak kemudia ia kembali melihat jalan.


" Iya Aii, kamu juga jangan capek capek kerja di kantor nanti, jangan lupa makan walau pun sibuk" sahut Cahaya saling mengingatkan.


" Siap ibu Bos" ucap Raja yang membuat Cahaya terkekeh.


Tak lama mobil Raja sudah sampai di rumah sederhana Cahaya, Cahaya langsung turun, " Sayang aku langsung balik ya, kamu langsung istirahat" pamit Raja dari dalam mobil.


" Iya Aii, kalau sudah sampai kabari ya" sahut Cahaya yang langsung di jawab anggukan oleh Raja.


Saat mobil Raja sudah tidak terlihat, Cahaya langsung masuk ke dalam rumah dengan senyuman, Ia begitu bahagia karena sebentar lagi akan bisa bersatu dengan Raja, dimana Raja begitu sangat mencintai dirinya dan keluarga nya juga menerima nya dengan tangan terbuka, padahal kalau di pikir pikir Cahaya hanyalah wanita biasa, namun prinsipi dari keluarga Atmaja bukan melihat dari hartanya, melainkan dari agama dan sopan santunnya, dan semua itu ada di diri cahaya, sama seperti dulu saat Kia di terima di keluarga Atmaja, bahkan kedua orang tua Pandu lah yang mempertemukan mereka atas usul sang kakak, Anita.

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2