Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 90


__ADS_3

Hari ini Cahaya dan Raja janjian dengan mama Kia untuk fitting baju uat acara lamaran besok, kini Cahaya sedang berada di taksi karena Raja tidak bisa menjemputnya, hari ini Raja dan Haikal juga sudah terjun ke perusahaan walau belum di umumkan kalau Raja adalah wakil CEO.


Saat Cahaya turun dari mobil, mobil Raja juga tiba yang di kendarai Haikal.


" Sayang kamu juga baru sampai?" tanya Raja menatap Cahaya.


Cahaya yang menunggu Raja di depan butik hanya menjawab dengan senyuman dan menganggukan kepalanya, Haikal yang melihat mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya karena bukannya segera masuk, malah milih panas panasan di luar.


" Mending kita masuk dulu gih, soalnya di sini panas, betah banget panas panasan" ucap Haikal yang langsung membuka pintu butik dan di susul Raja dan Cahaya.


Dari kejauhan, Wisnu tersenyum melihat kebersaam Raja dan cahaya, " tersenyumlah buat kalian saat ini, karena dalam hitungan jam lagi, senyuman itu akan sirna dan tak akan ada senyuman lagi untuk kalian" ucap Wisnu menunggu di dalam mobil di sebrang butik.


Di dalam butik, setelah selesai memilih gaun dan jas yang akan di pakai Raja dan Cahaya, mereka langsung berencana untuk makan siang terlebih dahulu karena hari juga sudah siang.


" Mama langsung balik ya, soalnya masih ada yang harus mama selesaikan uat besok malam, dan kalian juga hati hati ya" ucap mama Kia yang entah kenapa merasa tidak enak perasannya.


" Mama kenapa? sepertinya sedang ada yang difikir kan?" tanya Raja yang bisa membaca wajah mamanya yang sedang gelisah.


" Mama gak apa apa sayang, yasudah mama langsung balik ya, mang Madi uda nungguin itu" upamit mama Kia setelah anak anaknya menyalami Kia, begitu juga dengan Cahaya yang langsung memeluk Kia.


Setelah mama Kia sudah pergi, Raja dan Cahaya juga pergi dengan di supirin Haikal, " Ja nanti aku gak bisa ikut makan ya, aku mau jemput adek dulu, hari ini dia kan ujian terahkir, jadi dia mau merayakan hari ujian terahkirnya" ucap Haikal memberitahu.


" Yaudah kalau gitu kita naik taksi aja ya Aii, kasian kalau Adek nungguin lama" ucap Cahaya dan langsung di angguki kepala oleh raja.

__ADS_1


" Gak apa apa kalian naik taksi, aku jadi gak enak ini" ucap Haikal.


" Gak apa apa lah, santai aja, lagian dekat juga, nantik aku hubungi Mang Sarin buat antarkan mobil ku ke tempat kami makan" ucap Raja yang langsung di angguki kepala oleh Haikal.


Cahaya tidak naik mobil karena mobilnya di pakai Arti untuk mengantar pesanan kue untuk acara ulang tahun, sebenarnya sudah ada mobil khusus buat pengantaran, namun karena stok kue di cabang juga pada kosong, jadi mobil khusus di alihkan buat mengantar kue ke cabang cabang toko kue Cahaya, dan Arti lah yang mengantar kue ke tempat langganan menggunakan mobil Cahaya.


Raja dan Cahaya senagaja menyebrang jalan karena kalau menunggu di depan butik pasti akan lama dapat taksinya, sehingga mereka menyebrang sambil Raja mengambil ponselnya untuk menghubungi mang Sarin buat mengantar mobilnya ke kafe tempat Raja dan Cahaya makan.


Haikal entah kenapa belum bergerak dari posisinya saat ini, Ia menunggu Raja dan Cahaya sampai dapat taksi.


Karena terlalu asik menelpon, Raja tidak memperhatikan jalan, sementara Cahaya yang berada di samping Raja juga tidak melihat kanan kiri, karena jalanan juga sepi saat itu.


Namun dari ujung jalan, sebuah mobil hitam jalan begitu kenjang, Raja dan Cahaya sama sekali tidak menyadarinya, Haikal yang melihat mobil yang melaju kencang langsung berteriak memanggil Raja.


" Raja Awaaaaaaas" teriak Haikal dengan begitu kencang.


" Aii Awaaaaaaaaas" Tariak Cahaya dengan kuat.


Bruuuuuuuuuuuuak


Bruuaaaak


Bruaaaaak

__ADS_1


Haikal mematung dengan kaki yang begitu lemas melihat orang yang ada di hadapannya terpental tiga kali dengan di tabrak mobil berlawanan akibat mobil petama yang menabaraknya begitu kenang.


Darah mengalir begitu deras keluar dari kepala dan juga hidungnya, bahkan telinganya juga keluar darah, Haikal ingin melangkahkan kakinya namun entah kenapa berat.


Raja hanya bisa mematung di tempat dengan mata yang sudah melotot, ponsel yang ada di tangannya langsung jatuh dari tangannya.


Dengan perlahan Raja melangkah mendekati wanita yang begitu di cintainya terkapar di aspal dengan wajah yang sudah di penuhi darah.


" Sayang" ucap Raja dengan suara tercekat.


Di angkatnya kepala Cahaya ke atas pangkuannya, Cahaya yang masih tersadar hanya menatap Raja dengan nafas yang tersengal senagal, dan tak lama matanya langsung tertutup di dalam pelukan Raja.


" Sayang bangun, Sayaaang bangun sayaaang, kamu harus kuat" teriak Raja mengguncang tubuh Cahaya yang ada di pangkuannya.


Haikal yang mendengar suara Raja langsung tersadar dan berlari ke arah Raja, orang orang sudah ramai mengerubungi Cahaya dan Raja saat ini.


" Ja ayo kita bawa Cahaya ke rumah sakit sekarang, kita harus menyelemat kan nyawa Cahaya" ucap Haikal.


Dengan sigap Raja langsung mengendong tubuh Cahaya dan berlari ke dalam mobil, Haikal langsung melaju kan mobilnya dengan kecepatan tinggi, di tengah jalan Haikal langsung menguhubungi Azmi memberitahu kejadian yang baru saja di alami Cahaya, sehingga Azmi dan para dokter lainnya langsung bersiap untuk menangani Cahaya.


Dari ujung jalan Wisnu langsung lemas karena salah sasaran, tangannya bergetar, tubuhnya lemas dan air mata nya mendadak langsung keluar melihat Cahaya yang tertabrak mobilnya.


" Cahaya maafkan aku, bukan kamu target aku" ucap Wisnu dengan suara bergetar.

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2