
"Apa....apa alasan kamu sampai kamu melakukan ini pada Kia...Apaa?" tanya Anita.
" Aku takut kehilangan Kia , Aku gak sanggup kalau Kia pergi ninggalin aku, aku gak mau kalau cinta Kia berpaling dari aku, aku gak sanggup,jujur aku bisa gila kalau Kia pergi ninggalin aku" ucap Pandu sambil menetea kan air mata nya.
Kia yang mendengar itu hanya bisa menggeleng kan kepala nya dan jangan di tanya dengan air mata Kia, sudah mentes deras mengalir di pipi nya.
Sedang kan semua orang yang mendengar penjelasan Pandu tidak mengerti, hanya Bima yang tahu maksud Pandu, tapi Bima bisa apa, dia belum berbicara sama Pandu soal lelaki yang mengintai rumah kemarin.
"Apa maksud kamu?" kali ini Ricki yang bertanya.
Pandu langsung menatap Ricki, kemudian dia melihat semua orang yang saat ini sedang menunggu penjelasan nya.
Pandu menarik nafas dan mengeluar kan nya dengan kasar sebelum berbicara, tapi saat Pandu ingin berbicara, Anita sudah berbicara lebih dulu.
" Itu semua hanya alasan kamu Ndu, gak mungkin Kia ninggalin kamu, atas dasar apa Kia ninggalin kamu sementara Kia saat ini sedang mengandung anak kamu" ucap Anita yang semakin menyudut kan Pandu.
Pandu hanya bisa mendengar ucapan semua nya yang semakin menyalah kan diri nya, sementara Kia semakin manangis tak karuan, rasa pusing di kepala nya makin terasa karena melihat Pandu slalu di salah kan.
Papa Ridwan sudah tak tahan karena Pandu hanya di setelah setelah mendengar ucapan Anita.
" kamu memang gak punya perasaa Pandu" ucap papa Ridwan dan langsunv memukuli Pandu.
Buuuk
Buuuk
Buuuk
Aldi dan Bima mencoba menahan Papa Ridwan, tapi karena emosi papa Ridwan yang sudaj di ubun ubun, mereka pun terkena imbas nya, dan Pandu hanya diam saja, tidak mungkin dia msmbalas pukulan dari papa nya, toh dia juga salah di sini, fikir Pandu.
Semua yang ada di sana hanya bisa menangis karena melihat situasi makin tegang, dan para perawat hanya saling pandang mendengar suara keributan yang terjadi di ruangan Kia, walau pun pintu tertutup tapi seuara nya tetap terdengar.
" CUKUUUUUUP" teriak Kia ahkir nya.
__ADS_1
Kia mencabut Paksa jarum imfus yang ada di tangan nya, semua orang terkejut melihat apa yang di lakukan Kia.
Dengan perlahan Kia turun dari atas tempat tidur dan berjalan dengan pelan ke arah Pandu yang sudah tergeletak di lantai.
Air mata Kia sudah tidak terbendung lagi saat melihat Pandu yang terkapar karena pukulan papa mertua nya.
Dengan tangan gemetar, Kia meraba wajah Pandu yang sudah babak belur.
" masss maaf kan Kia, karena Kia mas jadi seperti ini" tangis Kia yang melihat keadaan Pandu.
" Sayaang sudah jangan menangis, mas tidak apa apa" ucap Pandu menenang kan Kia.
" Kamu gak usah tangisi Pandu Kia, dia saja sudah tega menurun kan kamu di tengah jalan dengan keadaan hujan deras, biar kan dia menerima semua ini, bahkan ini belum seberapa untuk nya" ucap Anita yang geram melihat Kia malah menangis karena Pandu.
Kia yang mendengar ucapan Anita dengan perlahan berdiri dan menghadap semua orang yang berdiri melihat diri nya dan suami nya.
" Sudah puas kalian menyalah kan Mas Pandu, apa sudah puas kalian menyudut kan suami Kia" ucap Kia dengan suara tertekan karena menahan tangis.
Semua yang mendengar ucapan Kia merasa heran, Pandu berdiri dengan perlahan dan menyentuh bahu Kia dari belakang.
Kia hanya melihat Pandu sejenak kemudian kembali melihat semua orang yang saat ini menatap nya dengan tanda tanya besar.
" Dek ada apa dengan mu, kenapa kamu malah membela Pandu?" tanya Anita yang penasaran.
" Karena mas Pandu gak salah kak, ini semua hanya salah paham antara aku dan mas Pandu,tapi kalian dengan mudah nya menyalah kan mas Pandu dan menyudut kan mas Pandu" ucap Kia dengan tangisan nya.
" Cukup...jangan campuri urusan rumah tangga aku dan Mas Pandu, aku dan mas Pandu tahu bagai mana mengatasai ini semua, dan di sini aku juga salah karena aku emosi dan aku yang meminta turun saat itu, bukan mas Pandu yang menurun aku" ucap Kia berusah menjelas kan agar semua yang ada di sana tidak menyalah kan Pandu.
" Aku berterima kasih pada semua nya karena sudah perduli pada Kia, tapi saat ini kalian salah karena sudah menyudut kan mas Pandu, Mas Pandu gak salah di sini, ini semua hanya kesalahan pahaman antara aku dan mas Pandu saja" ucap Kia lagi dengan suara yang lirih akibat tangisanm makin jadi.
Semua yamg mendengar ucapan Kia hanya bisa terdiam, Kia yang sudah menjelas kan pada semua nya merasa sedikit tenang karena tidak ada lagi yang bersuara menyalah kan suami nya.
Tapi pandangan Kia tiba tiba buram, kepala Kia begitu pusing, Kia berusaha berdiri namun tidak kuat dan ahkir nya Kia jatuh pingsan dan langsung di tangkap oleh Pandu.
__ADS_1
" Kiaaa..." teriak semua orang.
" Sayang...sayang bangun sayang" Panggil Pandu yang sudah khawatir.
" Angkat Kia ke tempat tidur Ndu, biar kita periksa dulu" ucap Anita yang sudah khawatir dengan adik ipar nya.
" Sebaik nya kalian keluar dulu, terlalu banyak di ruangan ini akan membuat Kia semakin panas" ucap Ricki dan semua nya langsug keluar, kecuali Pandu.
Anita yang melihat Pandu masih berdiri sambil memegang tangan Kia langsung di tegur Anita.
" Kamu tunggu apa lagi, mau memperlama kami memeriksa kondisi Kia" ucap Anita dan membuat Pandu langsung keluar dari ruangan Kia.
Di luar semua merasa khawatir dengan keadaan Kia, Pandu menatap semua orang yang saat ini menunggu di ruangan Kia.
" Apa kalian sudah puas, sekarang Kia pingsan" ucap Pandu dengan suara datar.
" Ndu sebaik nya kamu tenang dulu, Kia pasti tidak kenapa napa" ucap Firman menenang kan Pandu.
" Ini semua salah ku, karena aku tidak mengatakan pada Pandu langsung saat aku sudah mendapat kan informasi dari orang suruhan ku" ucap Bima berbicara.
Semua terkejut mendengar perkataan Bima, Bima mengela nafas sebelum berbicara menjelas kan semua nya.
" Apa kalian ingat orang yang kita pantau ahkir ahkir ini" tanya Bima dan di angguki yang lain kecuali mama dan papa dan para wanita.
" Dia itu lah yang memeluk Kia semalam, dan dia itu lulusan dari Kairo untuk manjadi ustad, dan sudah menganggap Kia adik nya" ucap Bima memberi tahu.
Pandu, Aldi dan juga Firman terkejut mendengar nya, sedang kan yang lain nya merasa bingung ada apa ini sebenar nya.
Pandu ingat kalau dia dulu pernah di anggap anak oleh salah satu keluarga dekat rumah nya, dan ada pria yang berangkat ke Kairo, dan Kia juga mengira kalau pria itu lah jodoh Kia, semua ucapan Kia melayang layang di fikiran Pandu.
Bersambung
Jangan lupa untuk dukung karya author ya, dengan Like,komen yang positif dan Vote yang banyak.
__ADS_1
kasih bunga dan kopi juga ya readers tercinta...
love You More