Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 92


__ADS_3

Tatapan mata Raja tak pernah beralih sedikit pun dari pintu ruangan dimana Cahaya masih di tangani oleh Azmi, dan dokter lainnya. Sementara yang lainnya sudah begitu khawatir menunggu bagaimana keadaan Cahaya.


Tak lama pintu ruangan UGD di buka, keluarlah Ara dengan wajah yang sulit untuk di Tebak, Raja yang melihat kakak sepupunya membuka pintu langsung menghampiri Ara dan menanyakan bagimana keadaan Cahaya.


" Kak gimana dengan Cahaya? dia tidak apa apa kan? Cahaya baik-baik saja kan?" tanya Raja yang sudah ingin tahu bagaimana kondisi Cahaya.


Kia dan Widya juga harap harap cemas dengan keadaan Cahaya karena melihat raut wajah Ara yang sepertinya ada sesuatu dengan Cahaya.


Karena Ara tidak menjawab pertanyaannya, lagi lagi Raja bertanya pada Ara.


"Kak jawab pertanyaanku, bagaiamana dengan Aya kak?" tanya Raja sambil memegang bahu Ara.


Belum sempat Ara membuka mulut, Azmi keluar sambil membuka masker medis dengan wajah lesu, perhatian Raja langsung teralihkan ke arah Azmi yang keluar dengan wajah lemas.


Semua yang melihat wajah suami istri itu sudah semakin khawatir dengan keadaan Cahaya.


" Kak Azmi gimana dengan Cahaya?" tanya Raja dengan sedikit membentak karena dari tadi pertanyaannya tidak di jawab.


" Sabar Ja, kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus kuat" ucap Azmi ahkirnya membuka suaranya.


" Apa maksud kakak, aku hanya bertanya bagaimana kondisi Aya, kenapa kakak malah berbicara seperti ini" tanya Raja lagi.


" Kamu harus sabar Ja, Cahaya masih di tangani dengan dokter ahli di dalam, cuma saat ini kita sedang membutuhkan donor darah untuk Cahaya" kali ini Ara yang bersuara.


Raja langsung melihat ke arah Ara, " kalau begitu cepat berikan darah yang di butuhkan oleh Cahaya, kenapa kalian malah diam saja di sini" bentak Raja yang sudah tidak bisa menahan emosinya melihat kakaknya dan kakak iparnya malah berdiam diri di depan pintu UGG.


Haikal yang melihat keadaan Raja langsung menenangkan Raja, begitu juga dengan mama Kia yang mengelus punggung putranya dengan lembut.


" Ja tenagkan dirimu, kak Ara dan kak Azmi pasti bisa mengatasi ini semua, kamu tidak boleh seperti ini" ucap Haikal.


" Benar yang di katakan Haikal sayang, tenangkan dirimu, kita sama sama berdoa agar Cahaya tidak kenapa napa" lanjut mama Kia.

__ADS_1


" Golongan darah untuk Aya sedang kosong saat ini Ja, dan kita sudah hubungi PMI kalau di sana juga kosong" ucap Azmi memberi tahu.


" Kalau begitu ambil darahku kak, cepat" perintah Raja.


Azmi langsung menggelengkan kepalanya, " Tidak bisa Ja, kata Ara darah mu dan darah Cahaya tidak cocok" ucap Azmi.


" Golongan darah Cahaya ABJa, dan keluarga ita tidak ada yang punya darah itu, begitu juga dengan keluarga kak Azmi, karena golongan darah itu termasuk langkah" ucap Ara memberitahu.


Raja langsung melihat Haikal, " Kal, segera cari orang mau mendonorkan darahnya untuk Cahaya, dan kasih imbalan berapa pun yang dia mau, asal Cahaya bisa cepat mndapatkan donor darah itu" perintah Raja.


Belum sempat Haikal mengeluarkan ponselnya, " Aya harus mendapatkan donor darah tidak lebih dari satu jam ke depan Ja, kalau tidak kemungkinan Cahaya akan mengalami koma bahkan bisa jadi pergi meninggalkan kita" ucap Ara dengan suara begitu pelan.


Deg


Jantung Raja langsung mendadak berhenti seketika, air mata yang di tahannya sedari tadi ahkirnya menetes dengan sendirinya.


Dengan cepat Raja langsung menggelengkan kepalanya, Ia mendekati Azmi dan mencengkram baju dokter Azmi dengan kuat.


" Aku akan usahakan semampu ku Ja, tapi lebih baik kau segera cari donor darah itu secepatnya" ucap Azmi yang langsung di angguki kepala oleh Raja.


Dengan cepat Raja cs langsung mencari golongan darah untuk Cahaya dengan mengeshare ke seluruh teman temannya, begitu juga dengan Kia dan Widya yang langsung menghubungi para suami mereka dan memberitahu kalau Cahaya membutuhkan donor darah, mana tahu salah satu karyawan suaminya ada yang sama dengan Cahaya.


Arti yang mendengar semua penjelasan dari dokter hanya bisa menangis sambil terduduk dan menutup matanya, Andra melihat Arti yang begitu terpukul langsung mendekatinya.


" Kenapa kau tidak berusaha menghubungi orang orang terdekatmu, mana tahu ada yang cocok darahnya dengan Aya" tanya Andra menatap Arti.


Arti hanya menggelengkan kepalanya, " Percuma, orang orang terdekat ku dan Aya tidak ada yang berjenis golongan darah yang sama dengan Aya, hanya ada satu yang sama dengan Aya saat ini, tapi aku tidak yakin dia mau mendonorkan darahnya untuk Aya atau tidak" ucap Arti dengan air mata yang keluar begitu deras.


Raja yang mendengar perkataan Arti langsung menghampiri Arti, " katakan siapa yang mempunyai golongan darah yang sama dengan Aya Ar?" tanya Raja langsung.


" Tantenya Aya Ja, tapi belum tentu dia mau mendonorkan darahnya pada Aya mengingat dia begitu membenci Aya, dan saat ini dia juga tidak tinggal di kota ini" jawab Arti yang mmebuat Raja kembali lemas.

__ADS_1


Raja melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah lewat 15 menit, tapi belum ada kabar dari teman teman nya, bahkan orang orang suruhan Raja cs pun belum mendapatkan golongan yang sama dengan Aya.


Namun selang sepuluh menit kemudian, Papa Pandu dan Aldi datang bersama dengan dua orang wanita, papa Pandu mengatakan kalau karyawannya berjenis golongan darah yang sama dengan Cahaya.


Raja langsung bernafas lega, dengan segera keduanya di periksa sebelum melakukan donor darah, setelah menunggu selang beberapa menit, dengan wajah kecewa tim yang bertugas memeriksa perawat yang memeriksa karyawan yang di bawa Pandu tidak bisa mendonorkan darahnya untuk Cahaya.


" Maaf tuan, kedua wanita ini tidak bisa mendonorkan darahnya karena yang satunya sudah mendekati masa subur, dan yang satunya sedang mengalami anemia, akan bahaya kalau kita paksakan untuk di ambil darahnya" ucap perawat menjelaskan.


Raja yang mendengar itu langsung mendadak lemas dan terduduk di lantai, mengingat waktu yang dibutuhkan tinggal 15 menit lagi.


" Biar aku yang donorkan darah buat Cahaya" ucap seseorang daru ujung koridor UGD, dan semua mata langsung tertju ke arah asal suara.


 


Bersambung.


Nah siapa yang donorkan darahnya ya buat Cahaya?


kita tebak tebakkan dulu ya...


Maafkan Author ya Readers tercinta karena tidak Up beberapa hari ini, insya Allah ke depannya akan selalu diusahakan Up walaupun hanya satu bab.


 


Jangan lupa untuk terus dukung karya Author ya, dengan Like, Komen yang positif dan Vote.


Kasih bunga dan kopi juga yang banyak ya Readers tercinta.


Terimakasih banyak.


Love You.

__ADS_1


Nanti kalau author ada waktu luang, akan kembali Up lagi hari ini, di tunggu terus ya kelanjutan ceritanya.


__ADS_2