Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 271


__ADS_3

Kini terjawab sudah perasaaan yang dari tadi gak enak dari diri Kia, Pandu dan Anita.


" Kak aku harus kerumah sakit sekarang, kalian di rumah saja ya" ucap pandu langsung.


" Mas Kia ikut" ucap Kia yang sudah begitu khawatir pada mertua nya.


" Tidak sayang, biar kami para lelaki saja yang ke rumah sakit, kalian di rumah saja, Raja kasian kalau kamu tinggal, kalau ada apa apa nanti Mas kabari sayang" ucap Pandu yang langsung pergi di susul oleh Bima, Aldi dan Firman.


Kia dan Anita sudah menangis tersedu karena mendengar kabar buruk itu, bagai batin yang kuat, Ara yang tidur langsung terbangun dan menangis karena mimpi buruk, begitu juga dengan Raja yang terus menagis dan di tenang kan oleh Kia.


" Mama..." Panggil Ara yang sudah keluar dari kamar dengan air mata sudah mengalir di wajah nya.


" Sayang kenapa menangis?" tanya Anita yang langsung menghapus air mata nya agar anak nya tidak melihat dia menangis, begitu juga dengan Kia, Widya dan Rika.


" Ara mimpi buruk Ma, Ara bermimpi Opa di masukan ke dalam peti dan di kubur di dalam tanah" ucap Ara sambil terisak.


Anita langsung memeluk anak nya dan kembali menangis, sedang kan Kia yang mendnegar Ara berkata seperti itu langsung menutup mulut nya, dia juga menatap anak nya yang juga terus menangis setelah mendengarkabar dari kepolisian tadi.


Apa ini ikatan batin dari anak anak ya Allah, sampai sampai mereka juga bisa merasakan nya, batin Kia dengan air mata yang suah mengalir di pipi nya.


Pandu dan yang lain nya sudah sampai di rumah sakit, pandu langsung di arah kan oleh kapolda yang sudah menunggu dari tadi di lobi rumah sakit ke ruang operasi karena saat ini mama Dewi dan papa Ridwan sudah berada di ruang operasi.


" Bagaimana keadaan mama dan papa saya" ucap Pandu dengan nada khawatir.


" Saat ini tuan besar dan nyonya sedang di operasi tuan, tuan besar tadi sama sekali tidak sadar kan diri paskah terjadi kecelakaan, tapi nyonya masih sempat membuka mata nya keudian pingsan tuan" ucap sang kapolda.


" Al periksa cctv di jalan, aku yakin ini sabotase" ucap Pandu yang langsung di angguki kepala oleh Aldi.


Aldi pun langsung mengeluar kan ponsel nya dn langsung menghubungi orang suruhan nya.


Di dalam ruang operasi, Ricki yang sudah berkeringat dengan tim dokter lain nya merasa was was, karena saat ini Ricki sdang mengoperasi papa Ridwan yang berdampak pembuluh darah nya pecah akibat benturan yang cukup keras di bagian kepala nya.


" Dok... tekanan darah tuan besar menurun, detak jantung nya juga menurin drastis dok" ucap salah satu dokter pada Ricki.


Ricki pun langsung melihat ke arah monitor, dengan tangan bergetar, Ricki kembali menyunti kan dosis agar tuan Ridwan kembali normal.

__ADS_1


Sedang kan tim dokter lain nya di meja operasi lain nya, sedang berusaha memberi kan yang terbaik untuk mama Dewi yang mengalami patah tulang di bagian kaki nya, mama Dewi tidak terlalu parah dalam kecelakaan tersebut.


Pandu terus mondar mandir menungu hasil operasi yang suah hampir empat jam tapi tidak ada tanda tanda selesai.


" Ndu duduk lah dulu, kakak yakin mama dan papa kuat, mereka tidak apa apa" ucap Bima menguat kan Pandu.


Pandu hanya diam saja tidak menanggapi ucapan kakak ipar nya, dia masih saja bolak balik dan melihat lampu yang masih menyala di atas pintu ruang opersi.


Sementara di kamar, Kia sholat malam, dalam doa nya Kia memohon untuk keselamatan kedua mertua nya, setelah selesai berdoa, Kia berzikir agar hati nya sedikit tenang.


Ara dan Raja sudah kembali tidur di kamar oma dan opa nya di temani Anita yang selesai sholat langsung meemani Ara dan Raja, dan di temani Rika dan WIidya juga tentu nya.


Kia melihat ke arah tmpat tidur dimana biasa nya oma dan opa nya yang sedang istirahat di sana, tapi saat ini malah cucu cucu nya yang tertidur di atas sana di temani Anita, Widya dan Rika.


Air mata Kia kembali mengalir mengingat kebersamaan diri nya dengan kedua mertua nya, saat sedang khusyuk berzikir, tiba tiba zikir yang di pegang Kia terputus dan tasbih yang di pegang Kia berhamburan ke lantai.


" Astagfirulah" ucap Kia dengan perasaan kembali tidak enak.


Di rumah sakit, tepat nya di ruang operasi, bersaamaan dengan tasbih Kia yang lepas, maka di situ lah papa Ridwan menghembus kan nafas nya yang terahkir.


" Dok catat waktu tuab besar terahkir menghembus kan nafas nya terahkir kali, cabut semua alat alat nya dan bersih kan tubuh tuan besar, jangan ada darah sedikit pun" ucap Ricki dan langsung berjalan ke luar dari ruang operasi.


Pandu melihat lampu di ruang operasi sudah mati, dengan tak sabar Pandu berjalan ke arah pintu, dan bersamaan Ricki keluar dengan wajah lesu nya menghampii Pandu dan yang lain nya.


" Ki gimana mama dan papa? mereka tidak kenapa napa kan?" tanya Pandu langsung.


Sebelum menjawab, Ricki membuka masker nya terlebih dahulu, dia menatap RPandu dan lain nya sejenak, setelah itu Ricki menggeleng kan kepala nya dan menunduk kan kepala nya tand tidak bisa menolong tuan besar.


Pandu merasa susah bernafas sejenak.


" Maksud kamu apa Ki" tanya Bima ingin lebih jelas nya.


Firman yang sudah tahu maksud Ricki hanya bisa mengusap ounggung pandu agar Pandu tenang dan sabar.


" Om Ridwan sudah berpulang, kami tidka bisa menyelamat kan nyawa Om Ridwan, karena pembuluh darah tom Ridwan pecah saat di bawah ke rumah sakit akibat benturan di kepala nya, maaf kami Ndu" ucap Ricki yang begitu menyesal tidak bisa menolong pemilik rumah sakit ini.

__ADS_1


Pandu hanya bisa mengangguk kan kepala nya berusaha bersabar dan kuat.


"Trus bagaimana keadaan mama ku" tanya Pandu.


" Tante Dewi sudah selesai di opersi, cuma tante Dewi mengalamipatah tulang di bagian kaki kanan nya, kemungkinan besar tante Dewi kan mengalami kelumpuhan"ucap Ricki yang spontan membuat Pandu kembai lemas.


" Sabar Ndu, semua sudah kehendak yang di atas, kita hanya bisa menerima nya dengan ikhlas" ucap Aldi menenang kan Pandu.


Pandu hanya mengangguk kan kepala nya dan berjalan measuk ke ruang operasi melihat jenazah papa nya yang sudah terbarik di atas brangkar.


Dokter dan perawat yang melihat kedatangan Pandu langsung pergi keluar karena tidak mau menganggu pemilik rumah sakit.


Bima langsung menghubungi kepala pelayan di rumah bear Atmaja agar memberes kan rumah besar, karena sebentar lagi jenazah papa Ridwan akan di bawa ke rumah utama.


Anita dan Kia yang sudah mendapat kabar kalau papa nya tidak selamat langsung menangis, hari ini keluarga Atmaja begitu sedih karena kehilangan orang yang begitu penyanyang.


Kabar duka cita juga sudah tersebar di media dan televisi kalau Tuan Ridwan Atmaja telah berpulang, semua rekan bisnis dan orang orang yang mengenal papa Ridwan merasa kehilangan, karena kehilangan sosok yang baik hati dan berwibawa.


Tapi tidak dengan Adela, senyuman manis mengembang dari bibir nya, melihat berita di televisi, dia begitu senanag karena awal pembalasan dendam nya sudah tercapai satu.


" Ini baru permulaan Pandu, setelah dari sini, kau akan terus menangis arena kehilangan orang orang terdekat mu, karena aku akan membalas kan dendam ku pada orang orang yang sudah membuang ku dulu, termasuk sahabat sahabat mu, mereka akan medapat balasan nya juga" ucap nya Adela dengan penuh dendam.


 


 


 


Bersambung


Jangan lupa Like, komen yang positif dan Vote yang banyak ya readers tercinta.


Kasih bunga dan kopi yang banyak juga yaa.


terima kasih banyak.

__ADS_1


 


__ADS_2