
Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit, ahkir nya Ricki bisa menyimpul kan kalau wanita misterius yang sedang di bahas oleh Pandu dan lain nya adalah memang benar Iren.
" Dugaan mu benar Ndu, kalau wanita ini memang Iren, dia di operasi plastik dengan metode terbaru yang bisa membuat wajah lama nya tidak bisa terlihat sedikit pun" ucap Ricki memberi tahu.
" Sudah ku duga" sahut pandu sambil memijit kening nya karena Pandu merasa kalau akan ada masalah ke depan nya.
" Al segera kumpul kan semua bodigat untuk menjaga keluarga ku, begitu juga keluarga kalian, aku tidak mau ada korban ke depan nya" ucap Pandu memerintah Aldi.
Aldi langsung mengangguk kan kepala nya tanda setuju.
" Dan kamu Man, tolong kamu selidiki siapa yang sudah membantu Iren sekarang" sambung Pandu memerintah Firman.
Firman pun hanya bisa mengacung kan jempol nya tanda setuju.
Sedang kan Ricki menghubungi seluruh dokter bedah plastik kenalan nya untuk mencari tahu siapa yang sudah mengoperasi wajah Iren.
Saat semua nya sedang sibuk dengan perintah Pandu, dan Pandu juga sedang menghubungi sahabat lama nya untuk meminta bantuan agar tidak terjadi apa apa pada keluarga nya, Bima sang kakak ipar tersenyum senang saat mendapat gambar tespack yang di kirim oleh Anita.
" Alhamdulillah Ya Allah" ucap Bima dengan wajah girang nya.
Pandu dan yang lain nya langsung melihat ke arah Bima dengan tatapan bingung, Bima yang sadar di lihatin pun langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" maaf...maaf...kakak refleks terlalu senang karena mendapat pesan dari kakak mu" ucap Bima dengan wajah cengir nya.
" Ada memang nya" tanya Pandu.
" Ini" ucap Bima langsung menunjuk kan gambar tespack yang di kirim oleh Anita.
Pandu yang melihat nya hanya bisa menarik bibir nya sedikit saja, yaa...hanya sedikit saja, bahkan tak terlihat kalau tidak di perhatikan.
" Selamat ya" ucap Pandu lalu kembali melanjut kan menghubungi sahabat nya kembali.
Sementara ke tiga manusia yang ada di sana masih penasaran dengan apa yang di kirim oleh Anita.
" Ada apa sih?" kali ini Aldi yang membuka suara.
" Kalian sebentar lagi akan mendapat keponakan dari kakak kalian ini" ucap Bima dengan bangga nya.
" Waaahhhh selamat ya kak, kalau kak Nita hamil pasti jarang jarang ke rumah sakit dong" ucap Ricki dengan senyuman mengembang di wajah nya.
__ADS_1
" Memang nya kenapa kalau hamil, dan apa hubungan nya sama rumah sakit?" tanya Bima.
" kalau kak Nita hamil pasti jarang ke rumah sakit kalau gak penting kak, sama seperti waktu hamil Ara dulu, jadi aku gak begitu sibuk di rumah sakit kan, pengantin baru bisa cepat pulang ke rumah dan kelonan deh sama istri tercinta" ucap Ricki dengan senyuman di wajah nya.
Pandu yang mendengar ucapan Ricki langsung menatap nya dengan tatapan memati kan.
" Aku yang akan memantau mu kalau kak NIta tidak bisa ke rumah sakit nanti nya, kau kira itub rumah sakit bisa di buat main main apa" ucap Pandu langsung mendapat kekehan dari Bima, Aldi dan Firman.
" jangan mimpi kau Ki kalau mau berduanan dengan binik Lu kalau masih ada bos besar, aku aja yang lagi hot hot nya sudah di kasih tugas oleh nya" ucap Firman dengan kekehan kecil.
" Bisa saja kalau kau mau berduan dengan istri mu, tapi siap siap saja saham perusahaan mu aku cabut" ucap Pandu yang langsung membuat Firman diam seketika dan di sambut Tawa oleh yang lain nya.
" Tokcer juga Lu ya kak,uda berumur tapi masih juga bisa cetak gol dan jadi dalam waktu cepat" ucap Aldi.
" Sialan Lu Al, Lu kira aku ini uda tua tua kali apa, aku belum masih mudah lah untuk seumuran ku untuk punya anak lagi" ucap.
" dari pada kalian nanti, di umur sekarang baru punya anak, gimana anak kedua nanti, uda kakek kakek yang ada" ucap Bima dengan kekehan yang luar biasa dan langsung mendapat tatapan tajam dari ke empat pria tampan yang ada di hadapan nya.
" just kiddding" ucap Bima dengan menahan ketawa nya di mulut.
*****
Di kediaman Atmaja saat ini sudah ramai dengan kedatangan Widya dan Rika yang mendengar kabar dari Kia kalau kak Nita sedang hamil.
" Iya Wid, kakak juga gak percaya saat Kia bilang kalau kakak hamil, tapi ahkir nya kakak coba juga, dan benar kalau kakak hamil" sahut Anita.
" Ayo sekarang giliran kamu Ka, suruh dong Firman kerja keras, biar anak anak kita nanti sama besar nya, gak jauh jauh beda" ucap Anita yang langsung membuat Rika malu.
Qiara yang mendengar perkataan mama nya pun tersenyum senang, kalau dia bakalan punya adik lagi setelah mendapat adik dari Om Pandu dan tante Kia.
" Ma nanti kalau adik kita laki laki kita kasih nama king saja ya, biar sama seperti Raja, dan kalau perempuan kita kasih nama Queen" ucap Ara yang langsung dapat tawa dari mama dan tante tante nya.
" kalau Queen bisa sayang, tapi kalau King gak bisa lah, masa nama nya sama" ucap Anita sambil mengusap kepala nya.
******
Pandu yang merasa khawatir dengan istri dan anak nya merasa geliah di kantor, Aldi yang melihat itu langsung mendekati Pandu.
" Sudah lah Ndu, tidak akan terjadi apa apa dengan Kia dan raja, lagian Kia beberapa bulan ini juga tidak akan kemana mana, lagian kita juga sudah mendapat jalan keluar nya kan, dan lusa Roger jga sudah tiba di jakarta, kamu tidak usah terlalu di buat pusing lah, insya Allah semua nya aman" ucap Aldi.
__ADS_1
Pandu menarik nafas dalam dalam saat mendengar ucapan Aldi.
" tapi aku tetap takut mereka kenapa napa Al, kamu tau sendiri kan bagaimana Iren, dia itu orang nya berani mati, dan aku gak mau terjadi apa apa dengan orang orang disekitar ku kenapa napa, termasuk sahabat sahabat ku" sahut Pandu.
" Aku yakin Roger bisa menyelesai kan dengan sesuai keinginan kita Ndu" ucap Aldi meyakin kan Pandu.
****
Papa Ridwan dan mama Dewi yang kebetulan baru pulang bertemu dengan kolega lama dari papa Ridwan di salah satu hotel keluarga Atmaja di perhatikan oleh Iren yang kebetulan berada di hotel yang sama.
" Mungkin aku balas kan dendam ku mulai dari kalian terlebih dahulu" ucap Iren yang sekarang berganti nama menjadi Adela Anastasya.
Adela berjalan ke arah papa Ridwan dan mama Dewi yang saat ini sedang berjalan ke arah lobi untuk naik ke mobil mereka yang terparkir rapi di lobi hotel.
Adela sengaja menabrak kan tubuh nya ke tubuh mama Dewi sehingga mama Dewi sedikit terhuyung.
" Maaf Tante, aku tidak sengaja, soal nya aku terburu buru" ucap Adela dengan tatapan yang sebenar nya ingin sekali langsung membunuh kedua orang tua di hadapan nya.
Bersambung
Ayo jangan lupa dukung karya Author ya, dengan Like, Komen yang positif dan Vote yang banyak yaaa...
kasih bunga dan kopi juga yang banyak, plissssssss.
terima Kasih banyak.
Love You More.
__ADS_1