Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 110


__ADS_3

Aldi yang sudah di kabari oleh Firman kalau dia sudah sampai di ruangan Pandu pun mendengus kesal.


" Firman ngapain sih ke ruangan Pandu, kenapa gak keruangan aku langsung, kalau sudah begini Pandu dan Kia pasti tau kan" ucap Aldi geram sendiri.


" Aahk sudah lha...biar aja mereka tau, lebih cepat lebih baik mereka tau, jadi aku bisa langsung menghitbah Widya" lanjut Aldi lagi dan langsung bernajak dari ruangan nya menuju ruangan Pandu.


Saat Pandu dan Firman masih asik berbicara soal orang yang menyekap Kia, Aldi masuk ke dalam dan langsung duduk di sofa bergabung dengan Pandu dan lain nya.


" Ada apa kamh manggil aku Al, Aku kira kalian mau bahas soal penculikan Kia kemarin" ucap Firman langsung tho the poin pada Aldi.


" Bukan...bukan soal itu, kalau wanita itu masih di biar kan dulu saja, sampai dia nyerah sendiri" sahut Aldi.


Pandu dan Kia hanya mendengar Firman dan Aldi berbicara saja, karena Mereka tidak mau menganggu maksud Aldi mengajak Firman untuk bertemu.


" Lantas ada perlu apa kamu sama ku" tanya Firman lagi.


" Eemmm...sebenar nya.." ucap Aldi sedikit gugup.


Pandu, Kia dan Firman yang melihat Aldi gugup hanya diam saja melihat kegelisahaan Aldi, sementar Aldi yang di tatap oleh sahabat nya berusaha untuk tenang untuk menjelas kan.


" Huuuh...okee, gini Man...Aku gak tau kenapa ahkir ahkir ini setiap aku bertemu dengan Widya atau mendengat nama Widya, jantung aku berdetak lebih cepat, dan setiap aku mau tidur malam, entah kenapa bayangan Widya slalu ada di kepala ku, dan ketika tadi Widya beenyanyi saat di kafe nya, aku merasa kalau dia menyanyi kan lagu itu untuk ku" ucap Aldi menggantung perkataan nya dan melihat sahabag nya yang masih mendengar kan dia berbicara.


" Dan setelah pulang dari kafe, hati ku slalu gelisah slalu memikir kan Widya, dan aku baru menyadari sekarang, kalau aku mencintai Widya, dan aku mau menghitbah Widya" ucap Aldi lantang.


Pandu dan Firman yang mendengar ucapan Aldi langsung duduk tegak dan saling pandang, berbeda dengan Kia, dia tersenyum senang walau pun Kia memikir kan perasaan sahabat yang satu nya lagi, yaitu Rika.


" Kamu serius Al?" tanya Pandu dan Firman bersamaan.


Aldi menjawab hanya mengangguk kan kepala nya saja, Pandu dan Firman yang melihat Aldi mengangguk kepala dengan yakin langsung tersenyum, Firman menepuk bahu Aldi dengan senang.


" Terus aku harus bantu apa kalau begitu" tanya Firman.


" Aku mau bicara kan ini dengan Widya hari ini juga, aku mau kamu pertemu kan aku dengan Widya Man, karna jujur aku gak ada kontak nya Widya, dan kalau pun aku mintak dengan Kia, aku juga bingung harus bilang apa sama Widya kalau aku maj ngajak ketemu" sahut Aldi menjelas kan.

__ADS_1


" Oke kalau gitu, nanti sore aku tunggu kamu di kafe Widya, dan jangan telat, ini aku mau kesana dulu" ucap Firman kembali menepuk bahu Aldi dan langsung beranjak dari kursi setelah pamit pada Pandu dan Kia.


Setelah kepergian Firman, Pandu langsung menatap asisten nya.


" Aku gak nyangka Al, setelah Widya bernyanyi di kafe tadi, hati mu langsung terbuka" ucap Pandu mengejek aaisten nya.


" Entah lha Ndu, dari pertama aku ketemu Widya, rasa nya aku slalu saja kesal dengan nya, karna dia slalu saja membuay onar pada ku, tapi setelah dia berbicara tentang kehidupan nya saat aku mengantar dia dulu, ternyata dia wanita yang berbeda Ndu, dari sana lha aku jadi kagum pada nya" sahut Aldi memberi tahu.


" Kalau kakak memang sudah yakin, segera lha di halal kan kak, agar menjadi ibadah" ucap Kia menimpali.


" Iya Kia, doain kakak ya" sahut Aldi dan di jawab senyuman manis oleh Kia.


Pandu yang melihat Kia tersenyum manis pada Aldi, merasa tidak suka.


" Sayang, kamu jangan tersenyum seperti itu pada Aldi, senyuman kamu itu khusus buat Mas saja, gak boleh untuk yang lain nya" ucap Pandu dengan sedikit manja.


Aldi yang mendengar ucapan Pandu hanya mendengus kecil, sedang kan Kia hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat tingkah suami nya.


Waktu berjalan begitu cepat, Aldi sudah berada di kafe Widya bersama dengan Firman dan Widya.


" Ehhmm Kak, sebenar nya ada apa sih, tadi kakak bilang kalau Pak Aldi mau bicara sama Widy" tanya Widya pada Firman.


" Iya Wid, ada yang mau Aldi bahas sama kamu" sahut Firman.


" Yauda kalian berdua bicara lha, aku tunggu di ruangan Widya ya" sambung Firman lagi dan meninggal kan Aldi dan Widya.


Widya yang melihat kepergian Firman hanya menatap heran, setelah Firman tidak kelihatan, Widya langsung menatap Aldi ada apa sebenar nya.


"Ada apa bapak mau ketemu saya?" tanya Widya langsung.


" Sebelum saya berbicara sama kamu, tolong ubah panggilan kamu pada saya, karna saya bukan bapak kamu" sahuy Aldi.


" Trus saya harus panggil apa dong, gak mungkin kak saya manggil nama saja, secara bapak lebih tua dari saya" ucap Widya lagi.

__ADS_1


" Kamu panggil saja saya seperti kamu panggil Firman" sahut Aldi.


" Oke kalau gitu, trus kak Aldi mau bicara apa sama Widy" tanyak Widya tho the poin.


" Aku gak tau ada dengan perasaan ku sekarang, tapi yang aku baru sadari, setelah kamu bernyanyi aku merasa kan kalau aku benar benar mencintai kamh Widya, dan aku mau menghitbah kamu untuk jadi istri ku" ucap Aldi langsung tanpa basa basi.


Widya yang mendengar ucapan Aldi langsung terkejut dan melotot kan mata nya.


Jadi kak Aldi juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku, ya allah apa yang di kata kan kak Aldi tadi benar,guman Widya.


" Wid kamu dengar kakak kan?" tanya Aldi.


Widya langsung tersadar, " Ahk iya kak, Widy dengar kok, tapi...kenapa kakak bisa mempunyai perasaan sama Widy, bukan kah di luar sana banyak gadis yang jauh lebih cantik dan berkarir dari Widy?" tanya Widya.


" Cinta itu gak mandang cantik Wid, yang jelas perasaan ku sekarang sudah jelas, kalau aku mencintai kamu dan aku mau menghitbah kamu, apa kamu mau Wid jadi istri ku?" tanya Aldi langsung.


Widya bingung mau jawab apa, jujur dia juga senang cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan, tapi kalau langsung di terima, Widya takut kalau di anggap wanita yang main terima terima saja.


" Widya...apa kamu mau menjadi istri ku dan ibu dari anak anak ku" tanya Aldi lagi dengan tatapan yang mendalam pada Widya.


Widya yang melihat keseriusan di mata Aldi refleks langsung mengangguk kan kepala nya, Aldi yang melihat Widya mengangguk kan kepala nya langsung tersenyum.


" Alhamdulillah...aku akan bertemu dengan ibu panti mu dan meminang mu secara langsung" ucap Aldi setelah mendapat jawban dari Widya.


Widya tidak menjawab, dia kembali mengangguk kan kepala nya saja.


Sementara di rumah sakit, Rika yang sudah di lari kan warga ke rumah sakit milik keluarga Atmaja, langsung di tangani dokter karena kepala Rika mengeluar kan darah sedikit, Ricki yang mengetahui Rika kecelakaan langsung menghubungi Kia untuk memberi tahukan kondisi Rika.


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukung novel author terus ya, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak plisss 🙏🙏


Karna dukungan kalian lha yang buat Author semangat buat nulis nya.

__ADS_1


Dan Author ucap kan terimah kasih banyak yang sudah memberi kan vote pada novel Author, semoga kalian semua di berikan rezeki yang melimpah, Aamin.


❤❤❤❤ all buat pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan.


__ADS_2