
Begitu mobil yang di kendarai Raja dan Azmi sudah melaju beriringan, dari belakang sebuah mobil mengikuti dari arah belakang, di tatapnya mobil yang ada di depannya, dengan kuat orang itu memegang setir karena begitu benci melihat siapa pemilik mobil di depannya.
"Cahaya, kau harus menerima balasan karena kau anakku sampai saat ini mendekam di penjera, aku gak akan biarkan kau bahagia bersama keluarga yang selalu menjadi tamengmu saat ini" ucap paman Cahaya yang masih menyimpan dendam saat putrinya di penjara karena kasus membakar toko kue milik Cahaya beberapa bulan yang lalu.
Sementara di dalam mobil, entah kenapa Cahaya mempunyai firasat tidak enak, dia meremas tangannya karena jantungnya mendadak berdetak lebih cepat.
Raja yang sedang menyetir melihat gerak gerik istrinya seperti tidak nyaman langsung memegang tangan Cahaya.
Raja begitu terkejut begitu merasakan tangan Cahaya berkeringat dan dingin.
" Sayang ada apa? kenapa tangan kamu mendadak dingin dan berkeringat begini sayang" tanya Raja langsung merasa khawatir.
Belum sempat Cahaya berbicara, tiba-tiba dari arah belakang terdengat suara tembakan yang langsung membuat mobil Raja oleng.
DOR
" Aaaaaaaaakkh" teriak Cahaya karena terkejut mendengar suara tembakan dan takut karena mobil yang di tumpanginya oleng akibat ban mobil mereka pecah karena tembakan.
Raja dengan cepat langsung menguasai setir mobil agar mobil yang di kenderainya sampai terguling.
Azmi langsung menghentikan mobilnya saat tahu mobil Raja terkena masalah.
" By mobil Raja" ucap Ara begitu melihat mobil Raja berhenti dan menabrak pembatas jalan.
" Aby lihat dulu, Uma sama Hulya jangan keluar dari mobil, ingat kunci mobilnya ya" sahut Azmi dan memberi perintah dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Ara.
" Sayang kamu gak apa-apa?" tanya Raja begitu mobil mereka berhenti di pinggir jalan.
Cahaya hanya menggeleng kan kepalanya, nafas nya tersengal karena merasa shock akibat tragedi yang baru saja di alaminya.
Tok
Tok
Tok
Azmi mengetuk kaca mobil Raja ingin tahu apa adik iparnya ini terjadi sesuatu atau tidak.
Raja langsung menurunkan kaca mobilnya begitu melihat Azmi.
__ADS_1
" Kalian gak apa-apa kan?" tanya Azmi begitu kaca mobil sudah turun.
" Gak apa- apa kak, tapi mungkin Cahaya shock akibat kejadian barusan" jawab Raja.
" Sebaiknya kalian langsung pindah ke mobil kakak, biar mobil kalian nanti orang kakak yang urus, ayo cepat" ajak Azmi yang langsung di jawab anggukan oleh Raja.
Dengan cepat Raja keluar dari mobil dan memutari mobil untuk membantu Cahaya, dengan pelan Raja menuntun Cahaya untuk masuk ke dalam mobil Azmi.
Saat sudah hampir mencapai mobil Azmi, tiba-tiba dari arah belakang pamam Cahaya muncul dan membuat Raja dan Cahaya langsung berbalik dan terkejut.
"Aku rasa apa yang aku lakukan belum apa-apa saat ini" ucap paman Cahaya.
"Paman" ucap Cahaya dengan suara tercekat.
"Apa kabar Aya? apa kau masih ingat dengan paman mu ini" ucap paman Cahaya menatap Cahaya dengan penuh kebencian.
Raja menatap paman Cahaya dengan tatapan mematikan, sedangkan Azmi yang mau membuka pintu langsung berbalik begitu mendengar suara paman Cahaya.
"Tadi itu hanya peringatan untuk kalian, karena kalian anak ku satu-satunya sampai saat ini masih berada di balik jeruji besi" ucap paman Cahaya menatap ke arah Raja dan Cahaya.
" Itu karena ulah anak mu sendiri yang tidak tahu diri itu, jadi jangan pernah menyalahkan kami dengan apa yang sudah putrimu lakukan sendiri" jawab Raja sambil memeluk Cahaya dari samping.
" Toko kue istriku adalah murni miliknya karena Cahaya sendiri lah yang berjuang membesarkan nya sampai sekarang, dan ingat satu hal, kau bukan paman Cahaya melainkan kau adalah orang asing yang yang tidak perduli sama sekali dengan Cahaya saat kedua orang tua Cahaya meninggal"
" Dan dengan mudahnya kau ingin msngambil hak istriku setelah toko kue itu sudah besar karena jerih payah istriku sendiri" jawab Raja.
Cahaya hanya bisa diam dan menangis menatap ke arah pamannya berdiri dengan tatapan penuh kebencian. Ingatannya kembali teringat saat kedua orang tua nya merenggang nyawa akibat memakan makanan yang sudaj di campur racun oleh paman dan bibinya beberapa tahun lalu.
" Sebaiknya bawa Cahaya masuk Ja, biar kakak yang urus dia" ucap Azmi tiba-tiba.
Raja menganggukkan kepalanya begitu Azmi bersuara, namun langkahnya Raja dan Cahaya mengurungkan langkahnya saat mendengar suara pamannya kembali.
" Aku gak akan tinggal diam Cahaya, kau boleh bangga karena toko kue mu itu, tapi kau harus membayar apa yang aku dan istriku rasakan karena sudah memisahkan kami dengan putri kami"
" Maka sebagai gantinya, aku akan msmbuat kau dan bayi mu tidak akan pernah bertemu, bahkan kau pun tidak bisa mendengat suara tangis anak mu nantinya" ucap sang paman yang langsung msmbuat Cahaya memeluk perut buncitnya.
Raja langsung menatap paman Cahaya dengan wajah amarah, begitu juga dengan Azmi.
" Sebelum niat mu membuat celaka istri dan anak ku kenapa-napa, kau diluan yang akan aku kirim ke dalam lubang kubur" ucap Raja penuh amarah.
__ADS_1
Namun paman Cahaya hanya bisa terkekeh mendengar ucapan Raja.
" Anak kecil yang sok berani melawan orang tua sepertiku, ingat bung kau bahkan baru saja merasakan indah nya hidup, jadi kau tidak perlu mengancam ku seperti itu, malah kau sendiri yang akan menangis saat anak mu nanti sudah tidak bernyawa kembali" balas paman Cahaya yang sama sekali merasa tidak takut.
Dengan gerakan cepat, paman Cahaya langsung mengeluarkan pistol yang ada di kantung celananya.
Raja, dan Azmi langsung bergerak untuk melindungi Cahaya dan bayi yang ada di dalam kandungan Cahaya.
" Bawa Cahaya masuk ke mobil Ja, biar kakak yang tangani" ucap Azmi dengan mewanti-wanti paman Cahaya.
Jalanan yang sepi dengan kendaraan memudahkan paman Cahaya melakukan niat nya untuk menekan pelatuk yang ada di tangannya.
" Terimalah takdir mu Aya, karena mu aku dan istriku jauh dengan putriku" ucap Paman Cahaya dengan senyuman devilnya.
" Menyingkir Ja" teriak Azmi begitu Azmi melihat paman Cahaya menekan pelatuk pistol yang ada di tangannya.
DOR
" Aaaaahhhhhk" Teriak Cahaya dan detik kemudian Cahaya langsung tak sadarkan diri.
" Sayaang" teriak Raja saat melihat Cahaya pingsan.
Azmi langsung membantu Cahaya untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan paman Cahaya sudah terkapar karena peluru sudah menembus di tangan kanannya karena tembakan yang di layang oleh polisi.
Ara yang melihat kekacauan di luar langsung menghubungi polisi saat itu juga agar tidak terjadi sesuatu, dan syukurnya polisi datang di saat yang tepat.
sehingga Cahaya dan bayinya tidak kenapa-napa, namun karena terkejut mendengar suara tembakan yang begitu kuat, membuat Cahaya langsung pingsan seketika.
Bersambung.
Maaf baru bisa Up.
berhubung sudah mau mendekati lembaran jadinya author sibuk beberes buat mudik.
Insya Allah kalau ada waktu banyak Author bakalan sempatin buat Up lagi.
Author mohon untuk selalu dukung karya Author ya.
Terima kasih banyak
__ADS_1
Love You More 😍😘🙏🙏