Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 107


__ADS_3

Dua minggu kemudian......


Kia sudah sehat seperti biasa, bahkan Kia sudah kembali kuliah dan praktek di rumah sakit karena Kia sudah tidak merasa kan mual yang berlebihan lagi.


Tapi walau pun begitu Pandu tetap slalu memantau istri nya, serta mengirim kan penjaga untuk slalu mengikuti Kia kemana pun istri pergi, walau Kia tidak mengetahui nya.


Siang ini entah kenapa Kia ingin sekali makan di kafe milik Widya, Ia pun langsung menghubungi suami nya untuk mengajak makan siang bersama.


Kia mengeluar kan ponsel nya dari dalam tas dan langsung mendeal nomor suami nya.


Tut...tut..tut...


Pandu yang sedang meeting dengan bagian marketing pemasaran dan sedang emosi karena hasil laporan yang di buat tidak becus semakin marah ketika mendengar suara ponsel nya berbunyi.


Siapa sih yang nelpon di saat genting seperti ini, gumam Pandu emosi.


Begitu melihat di layar ponsel nya tertulis kan nama My Wife Pandu langsung tersenyum seketika.


Semua karyawan yang ikut meeting langsung mengeluar kan napas mereka lega karena ada penolong dengan tiba tiba.


Aldi yang mengetahui siapa yang membuat mood bos nya itu kembali ceria hanya bisa menggeleng kan kepala nya dan tersenyum kecil.


" Assalamualaikum sayang" ucap Pandu tersenyum.


Karyawan wanita yang melihat Pandu tersenyum langsung terpesona seketika, karna bagi mereka ini adalah vitamin A untuk mata mereka, jarang jarang liat bos nya yang tampan itu tersenyum tulus begitu.


" Walaikumsalam Mas, apa Mas sedang sibuk?" sahut Kia dari sebrang telpon.


" Mas lagi meeting saja sayang, ada apa kamu telpon Mas" ucap Pandu memberi tahukan istri nya.


" Yaah lagi sibuk dong Mas, Kia mau ajak makan siang di kafe Widya Mas, kebetulan Kia uda selesai kuliah ini Mas" sahut Kia dengan nada sedih karna suami nya lagi sibuk.


Pandu yang mendengar suara istri nya sedikit lemas semakin tersenyum lebar, karyawan wanita yang melihat Pandu semakin terpesona dengan bos nya itu.


" Jangan sedih gitu dong, yauda ini Mas jemput di kampus sekarang ya, kita makan di kafe Widya" ucap Pandu agar istri nya semangat lagi.


" Tidak perlu di paksa Mas, Mas kan sedang sibuk, lain waktu aja kita makan di sana" sahut Kia lagi yang tidak ingin menganggu suamu nya bekerja.


" Mas gak ke ganggu kok sayang, ini meeting nya juga sudah selesai, yauda Mas jemput sekarang ya" ucap Pandu meyakin kan istri nya kalau tidak sibuk.

__ADS_1


" Mas gak usah jemput, Mas langsung ke kafe aja, kita jumpa di sana, Kia bareng Rika dan Widya aja, kebetulan emang mau sama sama ke sana Mas" sahut Kia menjelas kan pada suami nya.


" Yauda kita jumpa di sana ya sayang" ucap Pandu lagi.


" Iya Mas, assalamualaikum" ucap Kia.


" Walaikumsalam sayang" sahut Kia kemudian menutup sambungan telpon nya.


Pandu langsung memandang karyawan nya lagi, semua karyawan nya kembali tegang dengan tatapan bos nya yang tajam dan dingin.


" Saya gak mau ada komplenan lagi, nantik sore sebelum pulang semua laporan harus sudah selesai dan saya tidak mau seperti ini lagi, jika masih saja seperti ini, siap siap kalian angkat kaki dari perusahaan ini, karena saya tidak mau mempunyai karyawan yang tidak berkompeten" ucap Pandu dengan nada dingin dan datar.


Semua karyawan yang mendengar hanya bisa mengangguk kepala dengan kompak, Aldi langsung membubar kan meeting nya, dan karyawan yang ikut meeting pun langsung pergi dari ruangan meeting.


" Bella kosong kan jadwal saya sampai pukul 03.00 sore, saya mau bertemu dengan istri saya" ucap Pandu pada sekretaris nya.


" Baik Pak" sahut Bella dan langsung izin keluar dari ruangan meeting.


" Al, ayo kita makan siang sekarang, Kia dan teman nya sudah menunggu di kafe" ucap Pandu dan langsung di angguki Aldi.


Dua pria tampan berjalan keluar dari ruangan meeting, semua karyawan wanita yang menatap hanya bisa mengangumi dari jauh saja.


" Makan dimana Ndu" tanya Aldi.


" Kafe Widya Al" jawab Pandu sambil melihat ponsel nya.


Deg...


Aldi yang mendengat kafe Widya entah kenapa jantung nya berdetak dengan cepat.


Kenapa jantung ku slalu seperti ini sih kalau mendengar nama wanita itu, dan ini...kalau makan siang di sana berarti aku bertemu dengan dia dong, aduuh kenapa aku jadi deg degan gini yah, gumam Aldi.


Pandu yang melihay Aldi ngelamun sambil menyetir pun langsung menegur Aldi.


" Al kamu kalau nyetir jangan bengong dong, kalau nabrak gimana coba" ucap Pandu menegur Aldi.


Aldi langsung tersadar dan kembali melihat jalanan, tapi masih diam tidak berbicara pada Pandu.


" Kamu lagi ngelamunin apa sih Al?" tanya Pandu lagi.

__ADS_1


" Gak ada kok Ndu, siapa juga yang ngelamun" elak Aldi.


" Jelas jelas aku liat kamu bengong, untuk jalanan lagi gak rame, kalau gak pasti nabrak kita" ucap Pandu menjelas kan apa yang di lihat.


Aldi yang diam saja pun semakin membuat Pandu penasaran.


"Kamu lagi mikirin Widya ya Al, karna kita mau makan di sana" tanya Pandu tapi tidak di jawab Aldi.


" Al aku kasih tau sama kamu ya, kalau kamu memang ada rasa sama Widya, segera lha kasih tau sama dia, aku rasa dia pun juga punya perasaan lebih sama kamu, dan aku yakin Firman menyetujui hubungan kalian" ucap Pandu memberi tahu pada asisten nya itu.


" Bicara apa sih kamu Ndu, ada ada aja" elak Aldi lagi.


Pandu hanya tersenyum melihat Aldi yang tidak mau ngaku, Tak lama mobil yang di kendarai Aldi dan Pandu sampai di kafe Widya, Mereka langsung masuk ke dalam kafe mencari seseorang yang sudah menunggu kedatangan mereka.


" Mas disini" panggil Kia sambil melambai kan tangan nya.


Pandu yang mendengar suara istri nya dan melambai kan tangan nya ke arah diri nya pun langsung tersenyum dan berjalan ke arah meja Kia.


Rika yang melihat Pandu datang bersama Aldi langsung deg degan saat Pandu dan Aldi berjalan ke arah meja yang di duduki Rika.


Ya ampun kenapa Kia gak ngomong kalau Kak Aldi ikut juga, ku mohon jantung jangan berdetak kayak gini dong, gumam Rika sambil menatap Aldi yang sudah hampir mendekat.


" Maaf sayang Mas lama" ucap Pandu langsung mencium kening istri nya dan duduk di sebelah istri nya.


" Gak kok Mas, kita juga baru sampai kok" sahut Kia memberi tahu.


Aldi duduk di samping Pandu sambil melihat sekeliling kafe mencari sesuatu. sedang kan Rika yang duduk di depan Kia mencuri curi pandang ke arah Aldi.


Kemana dia kok gak kelihatan, apa dia gak ada di sini, bagus lha jadi aku bisa tenang nantik saat makan, gumam Aldi.


Bersambung......


Terima kasih yang sudah memberi kan dukungan pada saya 🙏🙏.


Dan saya mohon untuk selalu dukung saya dengan Like,Komen dan Vote yang banyak Plisss, agar novel Author bisa masuk rangking, tanpa kalian semua Author tidak ada apa apa nya.


dan Dengan dukungan kalian semua membuat author makin semangat buat nulis nya.


❤❤❤❤ All buat pembaca "Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan".

__ADS_1


__ADS_2