
Sudah satu minggu lebih Kia berada di rumah, kegiatan nya hanya kuliah Online, kadang Kia juga memasak untuk suami dan mertua nya, terkadang Anita dan Bima juga datang bersama Qiara dua hari sekali senagaja untuk bermain dengan Kia agar tidak suntuk.
Tapi hari ini Kia merasa bosan di rumah sendiri, suami nya sedang berkerja di kantor, mertua nya jugsa sedang pergi keluar negeri untuk bertemu dengan saudara nya di sana, sedang kan Anita tidak datang ke rumah karena sibuk di rumah sakit, begitu pun juga Qiara yang sedang sekolah.
Kia duduk di taman belakang sendirian sambil memberi makan ikan koi, di tatap nya ikan yang berenang kesana kemari, tiba tiba Kia merasa rindu sekali dengan suami nya, padahal baru beberapa jam yang lalu Pandu pamit pada Kia untuk pergi ke kantor.
Dengan semangat Kia melihat jam yang ada di ponsel nya, Kia langsung masuk ke dapur dan bertemu dengan Bik Sumi, " Bik tolong siap kan bekal untuk Kia dan Mas Pandu di Kantor ya, Kia mau ke kantor Mas Pandu Bik, bosan Kia di rumah" suruh Kia saat bertemu dengan Bik Sum.
" Iya Non" sahut Bik SUm dan langsung menyiap kan bekal di rantang untuk di bawak Kia ke kantor suaminya.
Sedang kan Kia bersiap siap di kamar, Kia ingin memberi kan kejutan pada suami nya saat tiba di kantor, jadi Kia tida mau memberi tahu kan pada Pandu kalau Kia mau ke kantor suami nya, setelah selesai bersiap siap, Kia turun dan melihat rantang untuk di bawak ke kantor suami nya sudah selesai di atas meja makan.
kia pun langsung pamit pada Bik Sum dan keluar rumah untuk menemui mang Madi agar mengantar Kan Kia ke kantor suami nya, selama di perjalanan Kia hanya bermain ponsel agar tidak bosan melihat kemacetan di jalan, hampir satu jam Kia sudah sampai di kantor suami nya, padahal jarak dari rumah ke kantor suami nya tidak begitu jauh, tapi karena ini jam makan siang, jadi jalanan macet.
Kia turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam kantor suami nya, semua karyawan yang melihat Kia langsung menunduk kan kepala nya ketika berpapasan dengan Kia, Kia pun membalas nya dengan tersenyum manis.
" Waah istri Bos semakin hari semakin cantik saja ya, udah gitu ramah lagi" ucap salah atu karyawan yang bertemu dengan Kia.
" Iya benar, pantes saja Bos kita sayang banget sama ibu bos yang cantik nya luar biasa itu, untung saja bos kita tidak menikah dengan nenek sihir yang dulu sering bertemu dengan bos ya" sahut karyawan lain.
" Iya benar, tapi kemana ya wanita itu, kenapa tida pernah datang lagi ya sekarang?" tanya karyawan yang satu nya lagi.
" Mana kita tahu, emang kita emak nya" sahut karyawan yang ada di sana dan tertawa, mereka pun tertawa bersama dan berjalan menuju kantin untuk makan siang, karena memang sudah waktu nya makan siang.
Kia sudah sampai di depan ruangan suami nya, tapi Kia tidak melihat Bela sekeretaris suami nya di sana, Kia pun langsung masuk ke dalam ruangan suami nya, saat Kia membuka pintu suami nya, Kia mematung di depan pintu melihat suami nya berbica dengan seorang wanita.
Pandu yang melihat pintu terbuka langsung terkejut dan menghampiri Kia yang berada di depan Pintu, " Sayang kenapa tida mengabari Mas kalau mau ke sini" tanya Pandu langsung mencium kening istri nya dengan lembut.
" tadi nya Kia mau ngasih kejutan Mas, tapi kayak nya malah Kia yang dapat kejutan" sahut Kia sambil melihat ke arah wanita yang duduk di sofa.
pandu yang melihat wajah Kia merah padam karena cemburu menahan tawa nya, Ia pun mengambil rantang yang ada di tangan Kia dan meletak kan nya di meja kerja nya, Kia duduk di sofa di depan wanita yang ada di depan nya, Pandu menyusul Kia dan duduk di sebelah istri nya.
__ADS_1
" Silah kan lanjut kan sampai mana pembicaraan kita tadi" ucap pandu pada wanita yang ada di depan nya.
" Bapak tinggal memilih tema saja yang mana yang akan di pakai untuk acara tersebut, serta makanan yang akan di hidang kan di acara tersebut" sahut wanita tersebut sambil melirik ke arah Kia yang sengaja menyandar kan kepala nya di bahu suami nya.
Pandu pun melihat tema dan menu makanan apa saja yang tersedia di WO yang akan dia pakai di acara ulang tahun perusahaan nya minggu depan, sedang kan wanita yang menjadi pihak WO di depan Kia terus menatap Kia dengan rasa aneh.
Siapa wanita ini, apa dia kekasih pak Pandu ya, aku dari tadi yang mencoba merayu pak Pandu tidak bosa, malah dia bersikap dingin pada ku, tapi wanita ini begitu datang langsung di sabut dan Pak Pandu begitu hangat kepda nya, gumam Rina pihak WO yang menyiap kan acara ulang tahun perusaahaan Pandu.
Saat Rina masih terus melihat Kia yang terus bersandar di bahu Pandu, pintu ruangan Pandu terbuka, masuk lha Aldi dan melihat Kia yang sedang cemburu bersandar di bahu Pandu.
" Lho Kia datang, kenapa gak bilang? apa calon keponakan ku masih sering membuat ibu nya mual mual?" tanya Aldi duduk di sofa di saping Kia.
" Tidak kak, karna papa nya mengurus nya dengan sangat baik" sahut Kia sa,bil melirik Rina yang terus menatap nya.
Pandu sudah selesai memlih tema apa yang di pakai nya, dan makanan apa saja yang akan di hidangkan saat malam acara ulang tahun perusahaan nya, ia punlangsung menyuruh WO tersebut untuk meninggal kan ruangan nya.
" Tidak apa apa mas, Kia sudah tida merasa pusing lagi, jadi Kia sekarang sudah bisa duduk tegak seperti ini" jawab Kia sambil bermain ponsel nya.
" Ternyata istri Mas ini bisa juga ya cemburu" ucap Pandu sambil tersenyum ke arah istri nya, Aldi yang tersenyum melihat wajah Kia yang mencoba bersikap biasa saja, padahal sudah ketahuan kalau Kia tadi cemburu.
" Siapa yang tidak cemburu sih Mas, melihat suami nya di rayu rayu oleh wanita seperti tadi, semua laki laki pastoi akan tergoda, apa lagi pakaian wanita tadi seperti tida pakai baju saja" sahut Kia yang sudah tidak tahan menahan cemburu nya dari tadi.
Pandu dan Aldi yang mendengar nya tertawa lucu, " Dengar ya sayang, mau gimana pun wanita wanita di luar sana merayu Mas, Mas tidak akan tergoda, keciali jika kau yang negaru Mas, Mas dengan suka rela menyerah kan tubuh Mas ini" ucap Pandu sabil tersenyum ke arah Kia.
Kia yang mendnegar nya langsung memukul dada Pandu sebel, sedang kan Aldi yang mendnegar perkatan bos nya langsung menatap malas Pandu.
" Seperti nya semakin hari tingkat kebucinan kamu semain bertambah Ndu" ucap Aldi menyindir Pandu.
" Biarin, sama istri sendiri juga" jawab pandu sabil mencium pipi istri nya.
__ADS_1
" Oia sayang kamu tadi bawak apa?" sabung PAndu lagi mengingat Kia datang membawa tentengan di tangan nya.
" Kia bawak makan siang Mas, buat kak ALdi ada juga kok, tadi Kia bawak nya banyak" sahut Kia langsung berdiri ingin mengambil bekal yang ada di atas meja kerja suami nya, tapi langkah nya terhnti oleh suara Aldi.
" Biar kakak saya yang ambil, kamu duduk saja" ucap Aldi, Kia langsung kembali duduk di sebelah Pandu.
Setelah Aldi mengambil bekal di atas meja, ia menelpon OB untuk menyuruh nya mengantar kan peralatan makan yang ada di pantri, setelah OB memberi kan alat makan nya, mereka makan dengan nikmat sabil berbicara santai.
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukung Autor terus ya, dengan Like, Komen dan Vote yang banyak plisss.
Terimah Kasih semua untu para pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan.
I Love You all
__ADS_1