Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 58


__ADS_3

"Ada Apa ini?" tanyak Aldi dengan wajah bingung.


Ricki yang mendengar suara Aldi langsung menghembus kan napas nya lega, Pandu langsung menggandeng tangan Kia untuk segera keluar dari kamar rawat Kia untuk segera pulang dari rumah sakit.


Aldi yang bingung hanya diam saja dan mengambil tas yang ada di atas tempat tidur.


Melihat wajah Ricki yang tersenyum kikuk, Aldi pun kembali bertanya pada Ricki.


"Ada apa sih, kok pada tegang gitu?" tanya Aldi ingin tahu.


"Aku tadi gak sengaja liat Pandu dan Kia kiss secara live" jawab Ricki yang langsung mendapat kekehan dari Aldi.


"Siap siap deh kamu dapat hukuman dari si bos Ric" ucap Aldi menepuk bahu Ricki.


Pandu yang tidak melihat Aldi di belakang nya pun langsung berbalik ke arah pintu kamar Kia yang belum terlalu jauh.


" Apa kamu akan mengganti Kia di kamar itu Al jadi pasien" tanya Pandu dengan suara dingin nya.


Aldi dan Pandu yang mendengar suara Pandu segera keluar dari dalam kamar secara bersamaan,Kia yang masih malu pun hanya menunduk kan kepala nya, Pandu langsung memeluk pinggang Kia dengan erat.


"Suruh Ricki yang bawa tas itu Al, itu hukuman untuk dia agar tau sopan santun saat masuk ke dalam kamar yang ada penghuni nya" ucap Pandu masih dengan suara dingin nya.


Aldi langsung menyerah kan tas yang di pegang nya pada tangan Ricki, Ricki menerima dengan terpaksa dan memasang wajah jutek nya.


Pandu pun langsung melanjut kan langkah nya menuju parkir, sementera Aldi yang melihat wajah Ricki hanya terkekeh sambil menutup mulut nya agar tidak terdengar Pandu.


Ricki yang melihat Pandu berjalan pun sebel nya bukan main.


" Dasar Pandh bucin, gak pernah jatuh cinta, ehk sekali jatuh cinta kayak punya mainan baru" ucap Ricki pelan yang hanya di dengar Aldi saja.


Aldi yang mendengar hanya mengacung kan jempol tangan nya ke atas tanda setuju.


*****


Iren yang sudah sampai di rumah orang tua nya, masuk dengan begitu bahagia nya.


"Mama...Papa...Iren pulang" pangil Iren untuk kedua orang tua nya yang belum dia lihat di dalam rumah nya.

__ADS_1


Mama Iren yang mendengar suara anak nya pun langsung keluar dari dalam kamar nya.


"Kamu sudah pulang sayang" tanya mama Iren dan langsung mencium pipi anak nya.


" Iya Ma, iren sudah rindu dengan Mama dan Papa, apa lagi Iren juga mendengar kabar tentang Pandu seminggu yang lalu" ucap iren pura pura sedih.


" Kamu tahu juga kalau istri nya Pandu di tembak Ren?" tanya Mama Iren pada anak nya.


Iren hanya mengangguk kan kepala nya dan memasang wajah sedih.


" Iren kasian sama Pandu Ma" ucap Iren masih dengan wajah pura pura sedih nya.


"Iya mama juga kasian sama Pandu, tapi mau gimana lagi, semua sudah terjadi" ucap Mama Iren.


"Pasti sekarang Pandu sedih sekali Ma, Iren mau nemui Pandu besok Ma, buat ngehibur Pandu karna kejadian pada istri nya yang terkena tembakan" ucap Iren dan sekalian pamit pada mama nya mau bertemu Pandu besok.


"Kamu mau jenguk istri nya Pandu nak?" tanya Mama Iren.


Iren yang mengengar pertanyaan mama nya pun mengerut kan kening nya, tapi Iren langsung mengerti ucapan mama nya untuk menjenguk Kia di pemakaman.


"Iren mau jumpai Pandu aja Ma, Mau nyemangati Pandu biar gak sedih lagi, kalau pergi ke makan istri nya nantik aja lha Ma,kalau Pandu nya ngajak" jawab Kia dengan percaya diri nya.


Mama Iren yang mendengar kata makam yang keluar dari mulut anak nya bingung.


"Makam siapa maksud kamu Ren?" tanya Mama Iren memasti kan ucapan anak nya.


"Yaah makam istri nya Pandu lha Ma, jadi makan siapa lagi ma?" sahut Iren dengan semangat menjawab nya.


Mama Iren yang mendengar ucapan anak nya tertawa lucu, Iren yang melihat mama nya tertawa pun menjadi heran.


"Kamu kalau ngomong jangan asal Ren, kalau Pandu dengar bisa marah dia sama kamu" ucap Mama Iren karna lucu mendengar ucapan anak nya yang mengatakan kalau Kia di pemakaman.


"Mending kamu istrirahat dulu sana, kan capek baru pulang dari liburan" sambung mama Iren dan kembali masuk ke kamar nya.


Iren yang melihat tingkah mama nya semakin heran.


"Mama kenapa sih? aneh banget, apa yang salah coba sama ucapan ku tadi" ucap Iren yang berbicara sendiri karna bingung.

__ADS_1


"Bodo amat, yang penting wanita murahan itu sudah tidak ada lagi, jadi aku masih bisa mendekati Pandu ku lagi" ucap Iren sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya.


Di kediaman Atmaja, Pandu dan Kia baru saja sampai di rumah, mereka langsung di sambut sama keluarga Atmaja dengan senyuman di bibir mereka melihat Kia sudah pulang dari rumah sakit.


"Selamat datang kembali sayang, satu minggu lebih kamu menginap di rumah sakit, rasa rumah kelihatan sepi sekali" ucap Mama Dewi nemeluk Kia dengan lembut.


"Masuk dulu yuk, Kia pasti lelah kalau berdiri terlalu lama, Dia baru saja pulih soal nya" ucap Anita langsung menggandeng tangan adik ipar nya untuk segera masuk.


Yang lain pun langsung menyusul masuk ke ruang keluarga, Qiara yang rindu dengan Kia langsung berjalan ke arah Kia dan langsung memeluk nya.


" Ara rindu sekali dengan tante" ucap Qiara lembut.


"Tante juga rindu sekali sama ponakan tante yang imut ini" sahut Kia sambil mencium pipi chuby Qiara.


"Tante masih sakit ya karna di tembak kemarin waktu acara pesta" ucap Qiara yang spontan membuat Kia terkejut.


Pasal nya Kia sampai sekarang memang belum tau kalau dia selama masuk ke rumah sakit karna apa, setiap Dia menanya kan nya pada suami nya atau keluarga nya yang lain, selalu tidak di jawab dan mengalih kan ke pembicaraan lain, begitu juga dengan sahabat nya di rumah sakit.


"Tertembak?, siapa yang di tembak sayang" tanya Kia pada Qiara agar segera mengetahui yang sebenar nya kenapa dia sampai masuk rumah sakit.


Semua yang mendengar ucapan Kia pun langsung terkejut, Pandu dengan cepat mengalih kan pembicaraan.


"Ara gak kangen sama Om?" tanya Pandu pada Qiara.


"Gak tuh Om, kan dari bayi Ara uda bareng bareng Om, jadi Ara sudah bosen dekat dekat sama Om Pandu, kalau tante Kia sampai kapan pun Ara gak bakalan bosen, karna tante Kia cantik" sahut Qiara dengan polos nya.


Semua yang ada di ruangan itu tertawa dengan perkataan Qiara, tapi tidak dengan Kia, dia hanya tersenyum kecil dan berfikir aneh.


*Seperti nya ada yang di rahasia kan dari ku, aku harus tau yang sebenar nya, nantik aku tanya kan saja sama mas Pandu saat di kamar. gumam Kia.


Bersambung*....


Dukung Author selalu ya, dengan cara Like, Komen dan Vote ya plisss 🙏🙏


serta kasih tips buat Author ya


Terimah kasih banyak 😃😃

__ADS_1


__ADS_2