Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 157


__ADS_3

Rika yang melihat kedua sahabat nya mendadak jadi gugup merasa aneh.


" Kalian kenapa sih? trus pada ngapain berdiri di sini?" tanya Rika karena merasa sedikit curiga.


" Emmm...kitaa..kita tadi baru mau ke ruangan aku kok, trus jumpa Mas Pandu di sini" ucap Kia dengan gugup.


Pandu yang melihat istri nya gugup mengangkat sudut bibir nya karena lucu melihat istri nya yang ketahuan ngintipin sahabat nya.


" Jadi kalian dari tadi gak tau mereka ngapain?" tanya Pandu pada Firman.


Firman hanya menggeleng kan kepala nya dan menatap ke arah Kia dan Widya, sedang kan Ricki sudah berpindah di samping Aldi karena gak mau ikut ikutan.


" Mereka itu dari tad..." Ucapan Aldi terpotong karena jeritan Kia.


"Awwwwww" Jerit Kia sambil memegang perut nya.


Semua yang ada di sana langsung melihat ke arah Kia.


" Sayang kamu kenapa? perut kamu sakit, iyaa? ayo kita periksa sekarang mumpung kita ada di rumah sakit" ucap Pandu dengan wajah yang begitu khawatir.


Maafin mama sayang, kamu harus jadi ikut ikutan mama bawa biar mama tidak ketahuan tante Rika kalau mama dari tadi ngintipin mereka, batin Kia sambil mengelus perut nya.


" Kia gak kenapa napa kok Mas, tadi tendangan calon anak kita begitu kuat, jadi Kia terkejut dan sedikit sakit" sahut Kia merasa bersalah karena sudah membohongi suami nya.


" Beneran gak kenapa napa sayang" tanya Pandu lagi masih dengan wajah khawatir nya.


" Iya Mas, sini tangan Mas kalau gak percaya" sahut Rika dan menarik tangan Pandu untuk menyentuh perut nya yang buncit.


Pandu merasakan gerakan aktif dari bayi yang ada di dalam kandungan Kia, dengan gemas Pandu menciumi perut Kia sambil sesekali mengajak anak nya berbicara.


Semua mata melihat ke arah Pandu dan Kia, sebenar nya Kia merasa tidak enak karena Pandu menciumi perut nya di tempat umum.


Tapi Kia membiar kan nya dari pada kelakuan nya yang sedang ngintipin Rika tadi di beri tahu sama suami nya dan asisten nya itu.


" Yaelaah....kira kira dong kalau mau mesra mesraan, mata gue ternodai ini lihat kalian kayak begitu" ucap Ricki dengan kesal.


Pandu langsung berdiri dan memeluk pinggang Kia, sedang kan Kia sudah menahan malu karena perlakuan suami nya barusan.


" Maka nya buruan nikah, biar kamu tahu rasa nya gimana" ucap Pandu dan langsung menarik tangan Kia untuk pergi.

__ADS_1


" Lho Mas kita mau kemana?" tanya Kia karena di tarik begitu saja sama Pandu.


" Yaa keruangan kamu lha sayang, emang kamu masih mau di sini, mau ngi.."


" Ahk iya ayo Mas" ajak Kia langsung dan kali ini Kia yang menarik tangan suami nya agar tidak melanjut kan bicara nya lagi.


Kia dan Pandu sudah pergi, dan Rika juga sudah pergi dengan Firman dan Reza untuk melihat keadaan ibu nya Firman, kini tinggal lha Aldi, Widya dan Ricki yang masih berdiri di tempat itu.


Ricki melihat suasana begitu dingin di antara Aldi dan Widya, dia pun langsung berencana untuk pergi meninggal kan Aldi dan widya.


" Emmm...kayak nya gue juga harus pergi dari sini, takut nya ganggu kalian lagi" ucap Ricki.


Ricki berjalan ke arah Widya dan membisik kan sesuatu tapi masih di dengar Aldi.


" Hati hati Wid, di sini ada setan ganteng" bisik Ricki kemudian langsung cabut meninggal kan sepasang kekasih yang saling bertatapan.


Widya yang mendengar bisikan Ricki langsung deg degan takut kalau Aldi marah pada nya karena sudab mengatakan kalau calon suami nya setan.


" Masih mau di sini" tanya Aldi dengan suara dingin.


" Emang kita mau kemana Kak" tanya Balik Widya.


Widya mengikuti Aldi dari belakang dengan perasaan campur aduk.


Sedang kan pasangan suami istri sedang duduk di sofa yang ada di ruangan Kia.


Kia masih sedikit takut karena dari tadi Pandu tidak berbicara sama sekali pada nya, Pandu malah asik bekerja melihay email yang masuk dari ponsel pintar nya.


" Mas" panggil Kia.


Tapi Pandu tidak menjawab, Pandu hanya melirik sekilas ke arah Kia, Pandu sengaja pura pura mara pada Kia, Pandu pengen tahu seberapa besar nya Kia membujuk Pandu agar tidak marah lagi.


Karena tidak mendapat jawaban dari suami nya, Kia langsung duduk di pangkuan Pandu dan mengelus dada bidang Pandu dengan lembut.


Pandu menahan hasrat nya kerena perlakuan Kia, " Mas jangan gini dong, Kia minta maaf, janji gak gitu lagi" ucap Kia lagi sambil menanggkup pipi suami nya.


Pandu masih saja diam, tapi kali ini Pandu memandangi wajah cantik istri nya yang sedanh berusaha membujuk diri nya.


Aku harus lebih agresif sedikit biar Mas Pandu gak diamin aku terus, batin Kia.

__ADS_1


Kia pun langsung mendekat kan wajah nya ke wajah suami nya, dengan lembut Kia mencium bibir Pandu dan ******* nya dengan begitu lembut.


Pandu yang mendapat ciuman dari istri nya begitu terkejut, awal nya Pandu tidak membalas ciuman Kia, tapi karna tangan Kia mengelus dada bidang nya, ahkir nya Pandu pun membalas ciuman istri nya karena tidak tahan akan sentuhan istri nya.


Kia yang mendapat balasan dari suami nya tersenyum karena suami nya pasti tidak marah lagi pada nya.


Ciuman mereka semaki dalam, Pandu merasa sudah tidak bisa bisa mengontrol diri nya lagi, dengan pelan Pandu menurun kan Kia dari atas pangkuan nya dan menidur kan Kia di sofa yang mereka duduki, sebelum Pandu menggerayangi tubuh Kia, Kia langsung menghenti kan ciuman nya.


" Mas jangan di sini, kamu harus tahan sampai kita di rumah, ini rumah sakit Mas" ucap Kia mengusap wajah Pandu yang sudah termakan gairah.


" Sayang tapi Mas sudah tidak tahan" sahut Pandu menatap Kia dengan tatapan sayu.


" Tidak Mas, ini rumah sakit, ayo bangkit Mas, kasian anak nya kamu tindihin gini" ucap Kia dan mengajak Pandu duduk.


Mau tak mau Pandu Duduk dan menahan gairah nya sampai di rumah nanti.


Pandu melihat ada bungkusan di atas meja istri nya, dan Pandu ingat kalau itu tadi di bawa Kia saat mengintipin Rika dan Firman.


" Sayang itu apa?" tanya Pandu sambil menujuk ke arah bungkusan yang ada di atas meja.


" Kia juga tidak tahu Mas" jawab Kia sambil bersandar di bahu Pandu.


" Bukan nya dari tadi kamu bawa bawa itu?" tanya Pandu lagi.


" Iya Mas, tapi Kia tidak tahu apa isi nya, soal nya Kia belum melihat nya, itu tadi di kasih sama rekan kerja Mas yang waktu itu masuk rumah sakit" jawab Kia santai sambil menulis nulis dada bidang Pandu dengan jari nya.


" Rekan kerja Mas..Siapa?" tanya Pandu merasa penasaran.


" Pak Wisnu?" jawab Kia santai.


*Wisnu...


Bersambung*


Hallo readers tercinta yang baik hati dan rajin menabung, ayo jangan lupa untuk dukungan nya dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, plissss


Kasih hadiah yang banyak juga ya gaess


Terima kasih yang sudah mendukung karya Author, dan Author ucap kan banyak banyak terima kasih oada readera tercinta semua.

__ADS_1


Salam sayang Author untuk kalian semua, I Love You More 😊😊


__ADS_2