
BUUUUUUUK
Raja begitu kuat memukul wajah Wisnu yang saat ini sudah di tahan di dalam penjara, setelah Tiara memberitahukan kalau kakaknya lah menyebabkan kecelakan yang menimpa Cahaya. Hingga para polisi langsung meringkus Wisnu dari rumahnya di hari itu juga, dan saat ini Raja langsungsung mendatangi kantor polisi dimana Wisnu di tahan setelah tahu kalau Wisnu lah yang menybabkan Cahaya hamir saja kehilangan nyawanya.
" Kenapa kau lakukan itu pada Aku dan Cahaya Wis, Apa salah aku dan Cahaya sampai sampai kau tega melakukan ini pada kami" Tanya Raja dengan mencekram ujung baju yang di kenakan Wisnu.
Wisnu tidak menjawab sama sekali, yang bisa Ia lakukan hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani menatap wajah Raja yang begitu marah.
" Kalau kemarin terjadi sesuatu pada Cahaya, aku tidak akan segan segan membunuhmu dengan tangan ku sendiri" ucap wisnu yang langsung menghempaskan cengkraman tangannya dari baju Wisnu.
Haikal dan Andra hanya bisa diam menatap kemarahan Raja pada Wisnu, setelah puas memukuldan memaki Wisnu, Raja langsung pergi meninggalkan Wisnu begitu saja dengan di ikuti Haikal dan Andra, namun langkahnya terhenti sebelum keluar dali balik pintu, Raja langsung membalikkan badannya dan melihat Wisnu yang masih berdiri terdiam di tempat terahkir kali Raja melihatnya.
"Hukumanmu akan tetap berjalan sesuai prosedur dengan kejahatan yang kau lakukan, walau pun kau berusaha untuk bebas dengan menyewa pengacara terhebat sekali pun, tapi aku pasti kan itu tidak berpengaruh sama sekali untuk bisa membuat mu keluar dari tempat ini" ucap Raja kemudian langsung meninggalkan Wisnu begitu saja.
Wisnu hanya bisa diam dengan menutup matanya memikirkan dengan nasibnya yang akan mendekam di dalam penjara entah berapa lama.
Setelah kepergian Raja, Tiara masuk ke dalam ruangan tempat dimana kakaknya masih berdiri mematung dengan menundukkan kepalanya. Tiara menangis meihat keadan kakaknya yang begitu berantakan, dengan wajah yang begitu banyak lebab akibat pukulan yang di berikan oleh Raja tadi.
" Seharusnya kakak memikirkan resiko apa yang kakak lakukan terlebih dahulu sebelum kakak bertindak" ucap Tiara yang langsung membuat Wisnu mengangkat kepalanya dan menatap Tiara yang juga menatapnya dengan air mata sudah mengalir di pipi mulusnya.
" Tapi nasi sudah menjadi bubur kak, dan tidak akan bisa berubah lagi menjadi nasi seperti yang kakak harapkan" sambung Tiara.
Tiara memndekat kan dirinya pada Wisnu, di rabanya wajah kakaknya yang begitu lebam akibat pukulan yang di berikan oleh Raja.
" Apa ini sakit kak?" tanya Tiara dengan suara bergetar.
" Tidak, tapi hati ini lebih sakit melihat mu menagis seperti ini" ucap Wisnu yang langsung menarik Tiara kedalam pelukannya.
Tiara menangis segugukan di dalam pelukan Wisnu, " Maaf dek, maafkan kakak, kakak sudah dibutakan oleh dendam, dan sekarang kakak sudah menerima ganjaran apa yang sudah kakak lakukan" ucap Wisnu ahkirnya.
__ADS_1
Tiara langsung melepaskan pelukan Wisnu, dengan lembut Tiara mengelus dada bidang kakaknya dan menatap wajah kakaknya, " Bertaubatlah kak saat kakak berada di dalam penjara, Insya Allah akan membuat kakak tenang nantinya" ucap Tiara yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Wisnu.
Tiara langsung berbalik dan mengabil bekal yang di letakkan di atas meja, " Sekarang kakak makan dulu ya, aku tahu pasti kakak tida selera dengan makanan di dalam penjara" ucap Tiara dengan senyuman manisnya dan di jawab anggukan kepala oleh Wisnu.
Wisnu makan dengan lahap makanan yang di bawa oleh Tiara, Tiara menatap kakaknya dengan begitu iba dan kembali meneteskan air matanya.
" Aku akan menyempatkan untuk bisa setiap hari melihat kakak dan membawa kan makanan untuk kakak" ucap Tiara yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Wisnu.
Setelah Wisnu selesai makan, Tiara langsung pamit untuk kembali ke kantor.
" Kamu jaga diri baik baik ya dek, maaf kan kakak yang tidak bisa menjaga kamu lagi" ucap Wisnu menatapTiara dengan begitu sedih.
Tiara tersenyum dan memeluk kakaknya, " Aku tidak apa apa kak, kakak lah yang harus menjaga diri kak baik baik di sini" sahut Tiara dan di jawab senyuman oleh Wisnu.
Setelah keluar dari kantor polisi, Tiara berjalan tanpa arah, namun langkah kakinya berhenti di sebuah taman dan melihat seorang kakak beradik sedang mengamen sambil memulung, dan kakaknya begitu pengertian menyuapkan minuman dan menyeka keringat sang adik saat adiknya merasa lelah.
Tiara langsung mencari tempat duduk dan melihat taman yang begitu banyak anak anak sekolah yang sedang bersantai sambil mengerjakan tusag sekolahnya.
" Aku yakin pasti kamu bisa" sahut seseorang yang tiba tiba sudah berdiri di samping tempat duduk yang di duduki oleh Tiara.
Tiara langsung melihat ke asal suara dan begitu terkejut melihat seseorang yang berdiri di sebelahnya.
" Andra" ucap Tiara yang langsung menghapus air matanya.
Andra tidak menjawab panggilan Tiara, Ia langsung mendudukkan tubuhnya di samping Tiara.
"Aku yakin kamu bisa melewati hari harimu nanti tanpa adanya kakak kamu" ucap Andra tanpa melihat wajah Tiara.
" Aku akan membantumu kalau kau merasa kesulitan, tapi aku tidak bisa mengelurakan kakak mu dari dalam penjara, karena hukuman tetaplah hukuman" sambung Andra langsung menatap Tiara yang kebetulan Tiara juga menatapnya.
__ADS_1
" Apa maksud kamu Ndra?" tanya Tiara.
" Tidak ada, hanya saja sebagai seoarang teman aku berhak menolong seorang teman yang sedang membutuhkan petolongan bukan" ucap Andra yang tidak di jawab sama sekali oleh Tiara.
Andra dan Tiara sama sama diam dengan menatap ke araha taman, tiba tiba seseorang datang menghampiri mereka.
" Ndra" panggil seseorang.
Andra dan Tiara langsung berbalik dan melihat Arti berada di belakang mereka, Andra langsung tersenyum dan berdiri berjalan ke arah dimana Arti berdiri.
" Sudah selesai" tanya Andra.
" Sudah, tapi kalau kamu masih mau bersama Tiara tidak apa apa kok, biar aku ke rumah sakitnya naik taksi saja, takutnya Cahaya kelamaan nungguin pesanannya" ucap Arti dengan tersenyum melihat Andra dan Tiara bergantian walaupun hatinya terasa sakit.
" Tidak kok, aku sudah selesai, lagian aku masih ada urusan dengan Raja" sahut Andra yang langsung mengambil barang bawaan yang ada di tangan Arti.
Tiara hanya bisa mmeperhatikan Andra dan Arti dengan dada yang begitu nyeri seperti di sayat pisau yang begitu tajam.
" Aku ke rumah sakit ya, dan jangan sedih kamu gak sendirian" pamit Andra yang di jawab dengan senyuman oleh Tiara.
Begitu juga dengan Arti yang ikut tersenyum sebelum pergi mengikuti Andra yang sudah berjalan ke arah mobilnya.
Tiara melihat kepergian Andra dan Arti, " Serasi sekali mereka, ahhkk Tiara mana mungkin Andra ada rasa sam kamu, dia seperti ini hanya karna menganggap kamu teman, apa kamu lupa kalau dia tadi mengatakan teman pada mu" ucap Tiara dengan senyuman miris untuk dirinya sendiri.
Sementara di mobil, Arti sesekali melirik Andra yang sedang fokusĀ menyetir, Ia menarik nafas dengan dalam untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya.
Begitu perhatiannya kamu sama Tiara Ndra, padahal karena ulah kakaknya Cahaya hampir saja kehilangan nyawanya, tapi mudah mudahan cinta kalian bisa bersatu, walau pun pasti banyak halangan karena pasti keluarga mu tidak akan setuju mengingat kelakuakan kakaknya, batin Arti.
bersambung
__ADS_1
Nah salah paham mereka, kabur lagi ahk, takutnya di serbu lagi sama readres.