
Kini Semua para wanita sudah berkumpul di ruang keluarga kembali. Cahaya yang ingin melanjutkan makan saladnya pun tidak jadi karena Tiara mual melihat salad yang di pegang Cahaya.
Saat sedang asik bercerita, masuklah Ara dan Ratu yang kebetulan baru dan bertemu di depan.
Baby Hulya yang sedang tidur di dalam gendongan Azmi karena merasa lelah pergi satu harian.
" Assalamualaikum, Adek cantik pulang" salam Ratu yang langsung membuat semua yang duduk di ruang keluarga menoleh ke asal suara.
" Adek suaranya di penanin dong, kasihan Hulya nanti kebangun dengar suara kamu yang mirip petir itu" tegur Ara.
" Enak aja nyamain suara Adek mirip petir, gak salah kak Ara bilangnya, gak ke balik tuh" sewot Ratu yang malah membuat semua yang mendengar pertengkaran mereka geleng geleng kepala.
" Pasti cucu mama capek, sana langsung bawa masuk ke kamar aja" perintah Anita namun Ara dan Azmi malah duduk di sofa bergabung dengan yang lain.
"Di sini aja Ma, bentar lagi juga Hulya bangun, uda dari di jalan tadi juga tidurnya" ucap Ara.
Sedangkan Ratu duduk di tengah-tengah antara Mama Kia dan Cahaya. Ratu pun mengelus perut Cahaya yang sudah besar dan begitu senang saat mendapat tendangan dari debay yang ada di dalam perut.
__ADS_1
" Waaah kamu tahu aja ya nak kalau tante cantik yang elus elus perut mama kamu" ucap Ratu yang langsung mendapat senyuman dari Cahaya dan lainnya.
" Sepertinya ponakan tante ini mirip mamanya yaa, soalnya ramah, gak seperti papanya yang kaku mirip kanebo kering dan dingin seperti kulkas dua pintu" lanjut Ratu.
Namun ucapan Ratu bersamaan dengan hadirnya Raja cs yang baru pulang dari kantor dan jelas sekali Raja cs mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ratu.
"Siapa yang mirip kanebo kering?" tanya Raja yang langsung membuat semua kepala menoleh ke asal suara.
Ratu melototkan matanya saat tau kakaknya sudah berada di sana dan berjalan ke arah dimana dirinya berada.
" Minggir" Raja mengusir Ratu.
" Ck kamu duduk di samping kak Aya dek" ucap Raja.
" Lah terus kenapa?" tanya Ratu.
" Kak Aya itu siapanya kakak?" tanya Raja.
__ADS_1
" Istrinya kakak lah" jawab Ratu.
" Nah itu kamu tahu, kalau gitu buruan minggir, noh suami kamu duduknya di sana" ucap Raja yang langsung membuat Ratu menoleh ke arah dimana Haikal duduk dan menatap dirinya dengan wajah kakunya.
Ratu menepuk jidatnya yang sudah melupakan suaminya pulang bersama dengan kakaknya. Dengan langkah pasti dan senyuman yang tak kunjung lepas dari bibirnya, Ratu menghampiri sang suami yang duduk di sofa tunggal.
Namun langkahnya terhenti saat melihat kantung plastik berisikan cilok dan bakso bakar di atas meja.
" Ini punya siapa?" tanya Ratu mengangkat kantung plastik berwarna putih.
"Punya kakak, awas aja kalau kamu minta" jawab Andra sambil merebut kantung plastik yang ada di tangan Ratu dengan paksa.
" Adek mau dikit kak, kelihatannya enak banget" mintak Ratu dengan wajah memales.
Dan hal serupa juga di lihat oleh mata Cahaya dan entah kenapa dirinya sampai menelan salivanya sangking seleranya.
" Mas kamu beli bakso bakar yang sama seperti di beli Andra kan?" tanya Cahaya namun wajahnya masih menatap bakso bakar yang kini sudah di lahap oleh Andra tanpa menawarkan siapa-siapa.
__ADS_1
Raja yang melihat wajah Cahaya begitu selera langsung terkejut dan menatap wajah sang istri sampai segitunya menatap Andra makan.
Bersambung.