Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 91


__ADS_3

" Al, kita ke toko buah dulu ya, Kia ingin sekali makan buah kedongdong" suruh Pandu pada Aldi.


 Aldi hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, Ia pun langsung melaju kan mobil nya ke toko buah terdekat, saat sampai di toko buah ternyata buah yang di ingin Kia tidak ada, Kia pun masuk ke dalam mobil dengan wajah cemberut di papah oleh Pandu.


" Kita cari di toko buah yang lain ya sayang, jangan cemberut gitu dong, nantik cantik nya hilang" bujuk Pandu pada istri nya.


Kia hanya diam saja tidak menjawab ucapan suami nya, Aldi langsung melaju kan kembali mobil nya untuk mencari buah kedondong untuk istri bos sekaligus sahabat nya itu.


Pandu membawa kepala Kia kedalam pelukanya, Ia tahu kalau istri nya itu sedang merajuk karena tidak mendapat kan buah yang di cari nya tadi di toko buah, Sudah empat tempat yang di datangi mereka tapi mereka tidak mendapat kan sama sekali.


Kia sudah ingin sekali memakan buah kedongdong itu, sampai Ia bolak balik menelan air liur nya karena sudah tak sabar untuk memaka buah kedondong. saat mobil yang di tumpangi Pandu. Kia dan Aldi, Kia melihat ada tukang rujak di pinggir jalan.


" Mas itu ada tukang rujak, coba tanya di situ Mas, mana tau ada" ucap Kia dengan tak sabar.


Pandu yang melihat arah yang di tunjuk istri nya terkejut, " sayang itu jajanan di pinggir jalan, sudah pasti tidak higenis sayang, Mas gak mau kamu jadi sakit karena  makan jajan sembarangan". Sahut Pandu yang tiak mengizin kan Kia untuk memakan jajanan pinggir jalan.


Kia diam saja tidak menjawab ucapan suami nya, Pandu menyuruh Aldi untuk melaju kan mobil nya langsung kekediaman rumah keluarga Atmaja, Kia melihat ke arah luar jendela, tanpa terasa Kia sudah menetes kan air mata nya karena tidak mendapat kan buah kedondong.


Pandu yang melihat istri nya menagis langsung memeluk nya, " Sayang jangan nangis dong, nantik kita cari lagi buah kedondong nya ya, ini kita pulang dulu, kamu baru saja pulang dari rumah sakit sayang, Mas gak mau sampai kamu kelelahan" ucap Pandu lembut untuk membujuk Kia.


Kia hanya diam saja, entah kenapa ia pengen sekali memakan buah itu ketika sampai rumah, Tak lama mobil yang di kendarai oleh Aldi sudah sampai di kediaman Atmaja.


Mama Dewi dan Anita sudah berdiri di depan pintu dari tadi menunggu kedatangan menantu nya, begitu Kia turun mobil, mama Dewi dan Anita melihat wajah Kia yang murung di papah oleh Pandu.

__ADS_1


" Nak kamu kenapa? kenapa sedih sekali begitu wajah nya?" tanya mama Dewi sambil mengelus pipi menantu nya dengan lembut.


Kia hanya diam saja, mata nya sudah berkaca kaca ingin sekali mengadu pada mertua nya kalau dia ingin sekali memakan buah kedondong, tapi Ia tidak berani, ia takut di anggap manja nanti nya, ahkir nya Kia hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan mama mertua nya.


Pandu yang melihat Kia sudah berkaca kaca ahkir nya memberi tahu kan kemauan Kia pada mama nya.


" Kia ingin sekali makan buah kedondong Ma, tapi tadi kita sudah kemana mana mencari nya tidak ada, maka nya Kia jadi murung gini" ucap Pandu menjelas kan pada Mama dan Kak Anita, Sedang kan aldi hanya diam berdiri di saping Anita.


Mama Dewi dan Anita yang mendengar pemintaan Kia saling pandang, mereka merasa kasihan karena apa yang di ingin kan Kia tidak tercapai, mama Dewi dan Anita jelas tau bagaimana sedih nya kalau ibu hamil mengingun kan sesuatu tapi tidak di dapat.


" Sayang ayo kita masuk dulu, nantik kita suruh Mang Madi untuk mencari buah kedondong yang kamu ingin itu" Ajak mama Dewi sambil memnutun Kia masuk ke dalam rumah.


Kia mengikuti mertua nya untuk masuk ke dalam rumah, Anita memandang Pandu yang memijit kening hya yang tidak pening karena melihat istri nya yang sedih karena tidak mendapat kan buah kedondong.


Pandu serasa tidak bisa menelan air liur nya sendiri saat mendengar penjelasan kakak nya yang menjelas kan mood orang hamil akan berahkir sampai Kia melahir kan, Aldi yang melihat Pandu terdiam tersenyum lucu.


" Mulai sekarang kamu harus ekstra sabar Ndu untuk menghadapi mood nya Kia, aku yakin kamu pasti bisa" ucap Aldi tersenyum mengejek.


Pandu hanya menatap wajah Aldi dengan tajam, tapi Aldi yang di tatap oleh Pandu hanya melenggang masuk ke dalam rumah sambil tertawa melihat Pandu.


Semua keluarga Atmaja duduk di runag keluarga, KIa masih diam saja kerena tidak mendapat kan buah kedondong, mma Dewi yang melihat nya puntak tega, mama Dewi ahkir nya memanggil mang madi untuk mencari buah kedongdong yang di ingin kan mernantu nya.


" Mang Madi tolong cari kan kedondong untuk Kia ya mang, Kia ingin sekali makan buah itu" ucap mama Dewi pada supir pribadi nya.

__ADS_1


Mang Madi yang mendapat perintah sejenak terdiam mengingat kalau di sekitar komplek ada yang menanam buah kedondong dan saat ini berbuah lebat, dan dengan sekejap mang Madi langsung ingat siapa yang punya pohon kedondong yang sedang di ingin kan oleh istri dari tuan muda nya.


" Maaf Nya, di rumah Tuan Pardi kalau tidak salah ada pohon kedondong yang yang saat ini berbuah lebat" ucap Mang Madi memberi tahu pada majikan nya.


Anita, Pandu dan Aldi yang mendengar nama tuan pardi langsung saling tatap, Pandu terdiam sejenak saat mengetahui buah yang sedang di ingin kan istri nya ada di rumah tetangga nya, sedang kan papa Ridwan yang mendengar nya hanya tertawa kecil.


" Itu ujian buat kamu Ndu, untuk mengambil buah kedondong di rumah tuan pardi, kamu harus bisa mendapat kan buah itu agar Kia tidak murung lagi" ucap papa Ridwan sambil tertawa dan di ikuti tawa oleh mama Dewi dan Anita, tapi tidak dengan Pandu dan Aldi.


Pandu sudah kucur diluan ketika mendengar nama tuan Pardi, sedang kan Aldi sudah memucat sambil mengeluar kan keringat di dahi nya, Kia yang mendengar ada pohon kedondong di dekat rumah mertua nya langsung meminta pada suami nya untuk segera mengambil nya.


" Mas ayo buruan minta sama tuan Pardi buah kedondong nya, Kia sudah ingin sekali makan itu Mas" rengek Kia pada Pandu.


Pandu yang melihat istri nya merengek langsung menatap ke arah Aldi, Aldi yang sadar di tatap Pandu langsung menggeleng kan kepala nya karena tidak mau mengambil resiko untuk mengambil buah kedondong di rumah tuan Pardi.


 


 


Bersambung...


Mohon dukungan nya ya buat LIke, Komen Dan vote yang banyak buat novel author yang perdana ini.


jangan lupa untuk share dengan uang lain nya ya, dan boleh dong kasih tips buat author, plissss.

__ADS_1


Terima kasih banyak, salam sayang Author untu Readers semua.


__ADS_2