Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 277


__ADS_3

Sudah dua hari Iren di dalam sel, dan dia sama sekali tidak membuat ulah, kini Kia dan Pandu mendatangi sel untuk melihat Iren di dalam nya, sekaligus membawa kan sedikit bekal buat Iren.


" Apa kabar mu Ren?" tanya Kia saat Iren sudah berada di hadapan nya.


" Aku baik, dan sedikit lebih tenang?" sahut Iren.


Kia tersenyum mendengar nya, setelah itu dia memberi kan bekal yang di bawa nya dari rumah dan beberapa kebutuhan lain nya yang tadi sempat di beli nya khusus untuk Iren sebelum ke sel.


" Ini ada sedikit bekal untuk mu, dan ini.....aku juga membeli kan mu mukena dan buku yang menurut ku sangat penting untuk mu" ucap Kia memberi kan pada Iren.


Iren menatap apa yang di berikan oleh Kia pada nya, Pandu tidak ikut masuk menjenguk Iren, dia hanya menunggu di luar sambil sesekali melirik Kia takut takut kalau tiba tiba Iren kembali jahat lagi.


" Ini semua untuk ku?" tanya Iren dengan mata berkaca kaca.


KIa hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya pada Iren, Kia membuka bekal yang di bawa nya dan menyuruh Iren makan terlebih dahulu.


" Makan lah dulu Ren, aku tahu kamu pasti belum makan kan" ucap Kia sambil membuka rantang yang tadi di bawa nya, tapi Iren langsung mencegah nya.


" Tidak usah Kia,nanti saja aku makan nya bareng sama tahan lain, aku ingin berbagi dengan mereka" ucap Iren yang membuat Kia tersenyum mendengar ucapan Iren.


" Baik lah kalau begitu" ucap Kia memberi kan rantang nya pada Iren.


" Maaf aku baru bisa menjenguk mu Ren, aku baru punya bayi kecil, jadi aku harus memerhatikan perkembangan nya dulu, dan saat ini aku dan kak NIta sedang fokus untuk penyembuhan mama agar bisa berjalan kembali" ucap Kia yang langsung membuat Iren menunduk kan kepala nya.


" Maaf jika kata kata ku membuat kamu terluka, tapi bukan itu maksud ku" ucap Kia saat melihat raut wajah Iren berubah seketika.


" Tidak apa apa Kia, memang ini semua salah ku kan?" sahut Iren.


" Yang sudah biar lah berlalu, sekarang kita fokusuntuk ke depan nya" ucap Kia yang membuat Iren langsung mengangguk kan kepala nya.


" Aku belikan mukena buat kamu beribadah di sini, aku yakin kamu mengerti dengan cara sholat kan?" ucap Kia yang langsung di angguki kepala oleh Iren.


" Aku tahu cara sholat, tao aku sudah lama tidak melalukan nya, jadi aku sedikit lupa bacaan" sahut Iren dengan wajah sedih.


" Tak apa Ren, aku tahu, maka nya aku juga membawa kan mu buku ini, jadi kamu bisa pelajari dahulu" ucap Kia yang langsung memberi kan buku tuntutan sholat pada Iren.


Iren mangambil buku yang di berikan Kia, di buka lembaran satu kelembaran selanjut nya, tak terasa air mata nya Iren sudah jatuh membasahi pipi nya.


" Jangan menangis Ren, Allah maha pengampun dan penyayang, selahi gita masih ada waktu, maka Allah akan memudah kan segala urusan kita" ucap Kia yang langsung di tatap oleh Iren.

__ADS_1


" Coba saja kalau aku dekat dengan Allah, pasti aku tidak akan berada di sini, papa dan Merry tidak akan meninggal, dan mama tidak akan ikut ikutan berada di pulau terpecncil itu" ucap Iren yang semakin terisak.


" Itu lah guna nya kita selalu mendekat kan diri kita pada yang maha pencipta, agar kita bisa berusaha selalau bersabar dengan segala cobaan yang di berikan nya, tapi sekarang aku yakin kamu bisa bersabar kan" ucap Kia sekaligus bertanya pada Iren.


Iren langsung mengangguk kan kepala nya dengan mantap dan tersenyum. Kia pun membalas senyuman nya pada Iren.


Kia memberi kan sebuah paperbag untuk Iren sebelum dia pulang.


" Iren aku memberi kan mu beberapa hijab, mana tahu kamu mau memakai nya di sini, tapikalau kamu belum siap tidak apa apa, dan di dalam nya juga ada satu buah Iqra dan Al qur'an, nantik seminggu dua kali akan ada ustadzah yang akan datang ke sini untuk menhajari semua tahanan wanita untuk mengaji dan memberi kan ceramah singkat, aku berharap kamu mau mengikuti nya, karena itu adalah ilmu buat bekal mu nanti di ahkirat" ucap Kia.


Iren pun langsung menerima pemberian dari Kia, tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada Kia.


" Terima kasih banyak Kia, pasti aku akan mengikuti kegiatan yang kamu bilang tadi, karena itu semua pasti kamu yang menyuruh ustadzah itu ke sini kan, dan terima kasih banyak karena kamu sudah mau memberikan ini semua untuk ku, aku berjanji akan menajaga nya dengan baik, dan mempelajari nya dengan sungguh sungguh" ucap Iren yang langsung mendapat senyuman dari Kia.


" Kini aku tahu kenapa Pandu begitu mencintai mu Kia, kau dan aku begitu berbeda, kau wanita yang sempurna, sedang kan aku..aku hanya wanita yang tidak tahu belas kasihan dan begitu jahat" ucap Iren dengan tangisan yang sudah membasahi pipi nya.


Kia menyentuh telapak tangan Iren dengan tangan nya.


" Tidak ada wanita yang sempurna Ren, semua ada kekurangan dan kelebihan nya, begitu pun aku, aku hanya berusaha menjadi wanita baik, sesuai amanah kedua orang tua ku saat mereka merawat ku dulu, lagian tidak ada guna nya kita jahatpada orang, itu semua kan membuat kitayng merugike depn nya bukan?" ucap Kia.


" Termasuk dengan yang aku alami sekarang bukan?" tanya Iren.


" Walau pun kamu pernah melangkah ke jalan yang salah, maka sekarang lah kamu hatus bisa merubah semua nya, agar kamu bisa menjadi wanitayang baik, insya Allah semua kebaikan nya ke depan nya akan tertuju pada mu" ucap Kia yang langsung di angguki kepala oleh Iren.


" Maaf aku tidak bisa lama menjenguk mu Ren, aku takut anakku di rumah menangis nanti, nanti kalau  aku ada waktu, aku akan sering mengunjungi mu di sini, dan mengenai  mama mu, Mas Pandu sudah mengurus untuk penjeputan mama mu" ucap Kia yang membuat wajah Iren seketika bersinar.


" Benar kah? terima kasih banyak Kia, dan...sampai kan salam ku pada tante Dewi dan kak NIta, dan titip cium ku untuk putra mu yang pasti nya ganteng banget walau pun aku belum pernah melihat wajah nya, karena perpaduan dari papa nya yang tampan dan mama nya yang cantik luar biasa" ucap Iren yang langsung mendapat kekehan dari Kia.


" Nanti aku akan sampai kan salam mu pada mama dan kak Nita, untuk mengenai anak ku, kamu bisa menilai nya saat kamu sudah keluar dari penjara, pintu rumah ku terbuka untuk kamu datang ke sana" ucap Kia.


" Mungkin saat aku sudah keluar dari sini, aku tidak akan berada di sini Kia, aku mau pergi dari kota ini, dan memluai kehidupan ku di kota baru, agar aku bisa melupakan kenangan buruk ku di sini" ucap Iren dengan mantap.


" Apa pun yang kau ingin kan, aku akan mendukung Ren, kalau begitu aku pamit dulu, Assalamualaikum" pamit Kia.


" Walaikumsalam" sahut Iren yang masih diam memandangi Kia pergi meninggal kan nya.


Tak terasa air mata nya kembali menetes saat melihat semua pemberian Kia yangada di hadapan nya.


" Terima kasih Kia, karena kau sudah menyadar kan ku, semoga kau selalu di berikan kebahgian bersama keluarga kecil mu, Amiin" ucap Iren dan mendoa kan Kia.

__ADS_1


Pandu yang melihat istrinya sudah keluar dengan senyuman di bibir nya langsung menghampiri Kia.


" Sayang...jangan tersenyum seperti itu, mas tidak ikhlas senyuman mu di lihat para Pria di sini" ucap Pandu yang sudah berada di hadapan Kia.


Kia hanya bisa menarik nafas dalam dan mengeluar kan dengan perlahan setelah mendengar ucapan suami nya yang tidak pernah berubah.


" Mas jangan lupa, kalau senyum itu juga termasuk ibadah" ucap Kia.


Pandu langsung terdiam setiap mendengar istri nya berbicara kalau senyum juga termasuk ibadah, untuk menyangkal nya pun Pandu tak berani.


" Bagaimana tadi di dalam sayang, Iren tidak menyakiti kamu kan?" tanya Pandu.


" Tidak mas, Iren benar benar sudah berubah, bahkan bekal yang Kia bawa tadi, dia tidak mau makan sendiri, dia mau berbagi sama sel lain nya" sahut Kia memberi tahu.


" Bagus lah kalau begitu, berarti dia benar benar sudah bertaubat, berkat istri mas tercinta ini" ucap Pandu yang sudah mencium kening Kia dengan lembut.


Kia yang terkejut langsung melotot kan mata nya karena malu di lihatin orang yang ada di sana.


" Mas malu, banyak orang di sini?" ucap Kia.


" Kenapa harus malu sayang, kan yang cium kamu suami kamu sendiri, kecuali kamu di cium suamiorang baru kamu malu" sahut Pandu dengan kekehan nya.


" Isssh dasar, emang mas ikhlas Kia di cium sama suami orang" tanya Kia.


" Kalau dia berani mati di tangan mas silahkan saja" sahut Pandu dengan ajah dingin nya.


KIa hanya bisa menggeleng kan kepala nya kemudian mereka langsung pulang ke rumah besar karena takut Raja menangis karena terlalu di tinggal.


 


bersambung..


Ayo...siapa yang gak sabar menunggu season ke dua nya...


Sabaaaaaar yaaa...


Tapi jangan lupa dukungan nya dong, karena Author melihat menurun yang dukung karya author, ayo dong bantu shere cerita author, agar semakin banyak yang mampir di novel author.


Terima kasih banyak.

__ADS_1


Love You More...


__ADS_2