
Dengan perlahan Widya membuka jarum yang ada di hijab nya satu persatu, begitu banyak hijab yang ada di kepala nya sehingga membutuh kan waktu yang lama.
Setalah hampir 20 menit, Widya juga tak kunjung keluar, Aldi yang menunggu di luar tidak sabaran langsung mengetuk pintu kamar mandi.
Tok...tok...tok
" Sayang kamu uda selesai belum? Mas juga mau mandi nih, uda gerah banget" ucap Aldi di depan pintu kamar mandi.
Widya yang di dalam masih berusaha membuka kancing belakang gaun pengantin nya, bahkan belum mandi sama sekali merasa terkejut dengan ketukan pintu dan suara Aldi.
" Masya Allah, pasti aku kelamaan deh di kamar mandi, pantes saja Mas Aldi nyamperin aku" ucap Widya merutuki diri nya sendiri.
Widya jalan perlahan untuk membuka pintu kamar mandi.
Ceklek ( bunyi suara pintu di buka)
Widya keluar dengan masih memakai gaun pengantin nya, tapi sudah tidak memakai hijab nya, sehingga rambut sedikit warna pirang bergelombang di gerai begitu saja oleh Widya.
Aldi yang kebetulan berdiri membelakangi pintu kamar mandi, begitu Aldi mendengar suara pintu di buka, Aldi langsung berbalik dan terbengong melihat Widya berdiri di depan pintu.
Glek (Aldi menelan saliva nya dengan kasar)
Aldi terbengong melihat rambut Widya yang di biar kan tergerai, bagi Aldi pertama kali melihat Widya tanpa hijab begitu cantik dimata nya.
Tapi Aldi langsung mengerut kan alis nya saat melihat Widya masih memakai gaun pengantin nya.
" Sayang kok belum ganti baju, kamu belum mandi?" tanya Aldi.
Widya yang menggeleng kan kepala nya saja sambil tersenyum menampak kan gigi nya yang putih.
__ADS_1
Aldi menarik nafas nya dengan kasar, " terus kenapa belum mandi tapi lama sekali di kamar mandi sayang, Mas uda gerah nungguin kamu dari tadi" tanya Aldi kembali.
" Maaf Mas, Widya tadi buka hijab nya saja sudah makan waktu lama, karena jarum nya banyak banget, dan..." ucap Widya terpotong karena malu mengatakan nya.
" Dan..." tanya Pandu menunggu lanjutan ucapan Widya yang terputus.
" Dan...emmm...Ini Mas..Widy gak bisa buka kancing belakang gaun nya, susah Mas" ucap Widya melanjut kan ucapan nya yang terputus.
Aldi yang mendengar nya langsung tersenyum lucu, dia berjalan mendekati Widya, di tarik nya tangan Widya dan di ajak nya Widya untuk berjalan dan masuk ke dalam toilet, kemudian Aldi langsung memposisi kan Widya berdiri di depan kaca besar, dan Aldi berdiri tepat di belakang Widya.
" Kenapa tidak panggil Mas untuk minta bantuan sayang" ucap Aldi sambil menatap Widya dari cermin.
Widya yang malu langsung menunduk kan kepala nya, Aldi yang tahu kalau Widya Malu hanya bisa tersenyum saja.
Di sibak kan rambut Widya ke samping kanan oleh Aldi, Aldi sedikit gemeteran saat melihat leher Widya yang putih mulus dan jenjang dari belakang, di angkat nya tangan nya perlahan untuk membuka kancing belakang gaun Widya.
Dengan perlahan Aldi menurun kan resleting gaun Widya dengan perlahan, sedikit demi sedikit terbuka lah kancing gaun Widya, Aldi yang melihat kulit punggung Widya yang mutih mulus sedikit demi sedikit langsung keringat dingin.
Perlahan di balik kan tubuh Widya menghadap diri nya, Aldi menatap wajah Widya sambil merapi kan anak rambut Widya, dan Widya jangan di tanya lagi, jantung nya uda hampir lompat karena di tatap begitu dalam oleh Aldi.
Aldi pun jantung nya juga berdetak lebih kencang, bukan apa apa, karena ini hal pertama bagi nya, perlahan di dekat kan wajah nya ke wajah Widya, di cium kening Widya begitu lama, kemudian turun ke kedua mata Widya dan terahkir hidung nya.
Di tatap nya wajah istri nya yang sudah sedikit kaku, Aldi kembali mendekat kan wajah nya dan menempel kan bibir nya ke bibir Widya.
Masih menempel, belum ada pergerakan, Aldi menatap mata Widya yang di tutup secara perlahan, Aldi pun mengikuti Widya menutup mata nya, dengan perlahan Aldi menggerak kan bibir nya, merasa begitu manis, mereka saling mencecap.
Perlahan tangan Aldi sedikit nakal untuk menurun kan gaun Widya sedikit, tampak lah bahu istri nya yang putih mulus di hiasi tali bra, Aldi kemudian menurun kan tali Bra Widya dan melihat punggung Widya yamg begitu mulus.
Aldi langsung melepas ciuman nya dan perlahan turun ke dagu dan turun ke lehar jenjang Widya, Widya yang leher nya di cium langsung merasa geli, Aldi yang sudah tidak tahan langsung mengangkat tubuh Widya di bawa ke tempat tidur.
__ADS_1
Terjadi lah malam yang begitu panjang untuk Aldi dan Widya, padahal tadi nya mereka mau mandi terlebih dahulu karena gerah, karena Aldi sudah tidah tahanz ahkir nya Aldi dan Widya bermandi kan keringat akibat pergaulan mereka hingga tengah malam bahkan hampir pagi.
Sementara di sebuah apertemen yang mewah, Bela yang sudah di periksa oleh Bayu dan di gantikan baju Bela yang basah oleh bibi yang setiap hari membersih kan apertemen Bayu.
Bela yang tidur, tiba tiba termimpi dengan kejadian saat dia hampir saja di perkosa.
" Jangan...jangan...tolong lepas kan saya..jangan...jangan" ucap Bela yang sudah keringat dingin membasahi kening nya.
Bayu yang tertidur di sofa menemani Bela langsung terbangun dan mendekati Bela yang ketakutan dalam tidur nya.
Di sentuh nya kening Bela yang panas, Bayu langsung mengambil obat yang sudah di sedia kan nya di atas nakas, Bayu tahu kalau Bela pasti mengalami demam tinggi, maka nya Bayu sudah mempersiap kan nya langsung.
Bayu langsung mengangkat tubuh Bela sidikit tinggi dan di sanggah dengan bantal, di masuk kan nya obat ke dalam mulut Bela, Bela hanya menurut saja di perlakukan oleh Bayu.
Tapi karena Bela yang tertidur, Obat yang di masukan Bayu tidak tertelan, Bayu pun membangun kan Bela sebentar untuk minum agar obat nya bisa tertelan.
" Bel.....bangun sebentar yuk, minum dulu agar obat nya bisa tertelan" ucap Bayu.
Bela hanya nurut dan meminum air yang di berikan Bayu ke dalam mulut nya, obat sudah tertelan, perlahan Bela membuka mata nya.
Di lihat nya sekeliling ruangan, dia tidak tahu berada dimana, di lihay nya baju nya sudah terganti dengan kemeja lelaki, dan di rasa kan nya kalau kepala nya tidak tertutup hijab, perlahan Bela mengangkat tangan nya untuk memastikan apakah dia memakai hijab atau tidak, saat tangan nya menyentuh rambut nya, Bela langsung melotot kan mata nya, jantung berhenti mendadak, dan air mata nya langsungkeluar dari mata nya.
Bersambung...
Author mohon readers tercinta, jangan lupa untuk selalu dukung karya Author, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak ππππ
Kasih πΉdan β juga plis ππ
Dukungan kalian lah dan komen komen kalian yang positif yang membuat Author semangat untuk Up setiap hari.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan nya readers tercinta, Author ucap kan beribu ribu terima kasih banyak ππ
Love You More ππβ€π