
Kabar bahagia di dapat dari Wisnu dan Sabrina, tentu saja seluruh keluarga langsung memberikan restu kepada keduanya.
Bahkan Tiara sampai menangis bahagia saat mengetahui kakaknya sudah melabuhkan hatinya pada seseorang yang juga Tiara kenal.
Dan Tiara yakin kalau kakaknya dan Sabrina akan hidup bahagia selamanya.
Satu bulan kemudian....
Kini semua keluarga dan para sahabat sedanh berkumpul di kediaman Ricki dan Naya, setelaj acara pertunangan yang hanya di buat dengan msngundang keluarga dan orang terdekat saja, Ini semua atas perintah Sabrina karena dirinya tidak mau terlalu di beberkan untuk acara pernikahannya.
" Ahkirnya penantian kamu tercapai ya Na, hati kak Wisnu luluh juga" ucap Karin sahabat sedari orok dengan dirinya dan Ratu.
" Itu juga berkat kak Andra, kalau gak kak Andra yang gerak cepat, masih lembek mah kak Wisnunya" Ratu menyambung yang langsunh dapat pukulan di bahunya oleh Sabrina.
" Aww" sadis banget kamu Na setelah bertunangan, gimana kalai uda nikah, jadi mikir dua kali buat temenan sama kamu" ucap Ratu yang malaj di sambut tawa oleh Karin.
Dari kejauhan Wisnu menatap Sabrina, ada senyuman tipis yang muncul di bibirnya melihat senyuman dan tawa lepas dari Sabrina.
Insya Allah apa yang aku buat ini sudah benar, dan Insya Allah Na lah jodoh yang memang di kirimkan oleh Allah untuk ku, dan akan menjadi ibu dari anak anakku, batin Wisnu.
Berbeda dengan pasangan pengantin baru yang baru saja tiba di acara lamaran Wisnu dan Sabrina.
Yusuf dan Arti datang terlambat karena mereka baru saja selesai fitting baju pengantin untuk acara pernikahan mereka seminggu lagi.
__ADS_1
" Waah pengantin baru wajah nya makin berseri seri aja ya" tegur Ara yang melihat kedatangan Arti dan Yusuf.
" Kelihatan lebih cantik sekarang" sambung Ratu yang sudah bergabung bersama keluarganya.
" Jadi dulu aku gak cantik gitu" ucap Arti dengan wajah di buay sesedih mungkin.
" Ya cantik lah, kalau gak cantik mana mungkin kak Yusuf yang dulu hobinya berantem sama kakak sekarang jadi bucin akut begitu" sahut Ratu yang menyindir Yusuf, sedangkan yang di sindir hanya pura-pura tidak tahu.
Sabrina menatap wajah Wisnu yang kebetulan sedang melihat Arti yang baru saja datang, namun tatapan Wisnu langsung beralih ke arah dimana tunangannya berada dan langsung menampilkan senyuman manisnya kemudian berjalan mendekati Sabrina.
" Jangan berfikir yang tidak-tidak, kamu dan kakak sebentar lagi akan menjadi kita, jadi berfikir lah yang positif karena apa yang kamu fikir kan tidak akan terjadi" bisik Wisnu dan langsung membuat Sabrina tersenyum lebar menatap wajah Wisnu.
Semua menikmati makanan dan sesekali berbincang dan sesekali meledeki sesama pasangan yang ada di sana, tawa mereka semua tidak lepas dari bibir mereka.
Namun tiba-tiba tawa semua nya langsung terhenti saat mendengar desisan Cahaya sambil memegang tangan Raja begitu kuat dan tangan satunya lagi memegang perutnya yang mendadak sakit.
" Sayang kamu kenapa?" tanya Raja dengan wajah panik.
" Pe..per..rut ak..ku sa..kit Ma..as" jawab Cahaya terbata-bata sambil msngigit bibir bawahnya.
Ratu yang melihat darah di kaki kakak iparnya langsung melototkan matanya.
" Darah" ucap Ratu dengan suara pelan namun semua orang mendengarnya.
__ADS_1
" Ja bawa Aya ke mobil, kita harus ke rumah sakit sekarang, Aya mau lahiran" teriak Azmi.
" Apa lahiran? tapi kata dokter perkiraan Cahaya melahirkan masih 2 minggu lagi kak" ucap Raja yang sudah menggendong Cahaya berlari menuju mobil.
Para orang tua yang melihat Cahaya dalam gendongan Raja dan berlari dengan wajah begitu panik langsung bertanya apa yang terjadi, karena sslesai acar tukar cincin, para orang tua berkumpul di ruang keluarga sementara para anak anak berkumpul di taman sebelah rumah Ricki.
" Cahaya Pendarahan Tan, dan sepertinya mau melahirkan sekarang" Azmi memberitahu sebelum di tanya olej mama Kia.
" Apa? bukannya perkiraan nya masih dua minggu lagi, kenapa bisa maju secepat ini" tanya mama Kia yang juga ikut berlari ke luar untuk menyusul anak dan menantunya, begitu juga dengan Papa Pandu dan yang lainnya.
Tiara yang melihat di kaki Cahaya langsung menggengam tangan Andra karena sedikit takut hal yang serupa terjadi padanya.
" Tenang lah sayang, tidak terjadi apa apa" ucap Andra langsung membawa Tiara ke dalam pelukannya.
Sedangkan Ratu mendadak diam dan jantungnya berdetak kencang mslihat kakak iparnya yang meringis menahan sakit yang begitu dalam
Tau apa yang di fikirkan istrinya, Haikal langsung msmeluk Istrinya dari samping, Ratu langsung melihat sang suami.
" Apa semua orang hamil akan seperti itu?" tanya Ratu menatap wajah Haikal.
Bukan jawaban yang di berikan Haikal, melainkan suara tawa yang menggelegar yang sukses membuat semua yang ada di sana melihat ke arah mereka.
" Mana kakak tahu sayang? kakak gak pernah hamil dan bukan dokter kandungan" jawab Haikal yang membuat Ratu langsung sewot seketika mendengar jawaban sang suami.
__ADS_1
" Sudah kalian jangan bertengakar, sebaiknya kifa juga langsung pamit pulang dengan om Ricki dan tante Naya, kita tunggu kabar baik dari rumah sakit aja" ucap Ara dan langsung di angguki yang lainnya.
Bersambung.