
" Ada apa ini? tanya Aldi.
Iren langsung membalik kan badan nya menghadap ke arah suara.
" Aldi" sapa Iren.
Aldi yang melihat Iren di depan nya pun langsung memandang wajah Iren tak suka.
" Ngapain kamu kesini? kalau nyari Pandu, dia gak ada?" tanya Aldi dengan suara malas nya.
" Dimana Pandu, aku mau memberi belasungkawa atas meninggal nya istri Pandu.
Aldi yang mendengar perkataan Iren langsung mengeras kan rahang nya dan mengepal kan tangan nya.
" Apa Maksud mu?" Tanya Aldi yang sudah emosi.
" Apa maksud ku?" tanya balik Iren yang tidak mengerti maksud ucapan Aldi.
Aldi yang perkataan nya di ulang oleh Iren hanya menganggu kan kepala nya saja, agar Iren menjelas kan ucapan nya lebih dulu, kerna Aldi merasa curiga dengan perkataan Iren yang mengatakan kalau Kia meninggal, Pasal nya soal kematian Kia tidak ada yang mengetahui selain keluarga Atmaja dan para dokter yang menangani Kia pada malam itu.
" Bukan nya istri nya Pandu tertembak pada saat acara resepsi pernikahan mereka? dan kamu sebagai orang kepercayaan keluarga Atmaja, tidak mungkin kamu tidak tau tentang kematian istri Bos mu itu?" ucap Iren dengan lantang.
Aldi yang mendengar ucapan Iren pun sengaja bohong mengatakan kalau Kia bener benar meninggal, Aldi semakin curiga dengan ucapan Iren.
" Iya memang benar istri nya tertembak pada malam itu dan meninggal, tapi kamu tau dari kalau istri nya Pandu meninggal? bukan nya kamu pada saat itu tidak hador ya di acara malam itu?" tanya balik Aldi menatap wajah Iren dengan intens.
"Aku tau dari mana itu tidak bukan urusan mu, yang jelas aku sekarang mau bertemu dengan Pandu" sahut Iren dengan lantang.
Aldi sedikit berfikir bagaimana cara mendapat kan informasi kenapa Iren bisa mengatakan kalau Kia sudah meninggal, bukan nya orang tua Iren juga sudah mengetahui kalau Kia sudah hidup kembali dan sempat menjenguk Kia juga pada saat masih koma.
"Pandu belum bisa di temui, dia masih ingin sendiri untuk saat ini?" ucap Aldi sedikit lembut untuk membuka percakapan lagi dengan Iren.
" Kapan aku bisa menemui Pandu? aku tau dia pasti sedih sekali sekarang?" tanya Iren langsung pada Aldi.
" Nanti aku sampai kan dengan Pandu kalau kamu mau bertemu dengan nya?" jawab Aldi.
" Tapi aku mau tau gimana keadaan Pandu sekarang? dan dimana dia sekarang? tanya Iren sedikit memaksa Aldi.
" Pandu lagi di rawat di rumah sakit dimana Kia di nnyatakan meninggal" jawab Aldi sedikit memancing Iren.
__ADS_1
" Jadi Pandu sekarang di rawat di rumah sakit keluarga Atmaja? tanya Iren lagi.
" kamu tau dari mana kalau Pandu di rawat disana? emang aku mengatakan kalau KIa meninggal di rumah sakit keluarga Atmaja?" Aldi kembali bertanya pada Iren dengan penuh selidik.
Iren yang mendengar pertanyaan Aldi langsung memucat.
Aduuh kenapa aku bisa sampai keceplosan ya, aku harus jawab apa? tapi gak mungkin Aldi tau kalau aku yang menyebab kan wanita murahan itu sampai mati, karena aku sudah menghilang kan jejak dengan bersih. Gumam Iren.
" Mana mungkin istri nya Pandu di bawak ke rumah sakit lain, sedang kan keluarga Atmaja mempunyai rumah sakit dengan fasilitas yang terbaik di kota ini" jawab Iren dengan lantang agar Aldi tidak curiga pada nya.
Aldi yang mendengar jawaban dari Iren pun langsung mengangguk kan kepala nya dengan cepat.
" Yaah... Kau benar, tapi soal kematian Kia, kau tau dari mana?" tanya kembali Aldi.
" Aku melihat nya dari media lha, mana mungkin istri dari orang terpandang di kota ini meninggal tidak di sebar kan secara ini berita duka buat keluarga Atmaja bukan? sahut Iren lagi dengan wajah angkuh nya.
Aldi yang mendengar jawaban nya Iren kali ini langsung tersenyum kecil, sehingga tidak ada yang bisa melihat senyuman nya.
Ahkir nya aku mendapatkan informasi yang tepat juga dari mulut mu Iren, aku jadi semakin yakin kalau kau lha dalang dari semua ini, gumam Aldi.
" Yaahh kau benar sekali Iren, yasudah aku mau kerja lagi, nantik aku sampai kan pada Pandu kalau kau mau bertemu dengan nya" ucap Aldi dan langsung pergi meninggal kan Iren begitu saja.
Sedang kan para karyawan yang mendengar ucapan antara bos nya dan wanita aneh bagi mereka hanya terdiam tidak mengerti, mereka berfikir kalau bos nya jadi ikutan aneh karna kebanyakan berbicara dengan wanita aneh tadi.
Aldi setelah mendapat kan informasi yang akurat menurut nya langsung membicara kan pada kak Bima, dan mereka langsung ingin memberi tahukan pada Pandu hari ini juga setelah pulang dari kantor, agar pelaku yang menmebak Kia segera terungkap.
Di ruang keluarga di kediaman Atmaja sedang berbincang bincang dan bercanda karena ulah Qiara si gadis kecil yang cantik dan imut, tapi tiba tiba tawa mereka semua terhenti saat Bima dan Aldi masuk menghampiri mereka semua.
" Ndu ada yang mau aku kasih tau sama kamu, ini penting" ucap Aldi langsung tanpa basa basi.
Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan Aldi.
" Baikla kita ke bicara di ruang kerja saja" sahut Pandu.
Aldi pun langsung mengangguk kan kepala nya dan permisi pada tante Dewi dan Om Ridwan, dan sekara pergi ke lantai dua di susul oleh Bima di belakanb Aldi.
" Sayang Mas ke ruang kerja bentar ya, ada yang harys Mas kerja kan" ucap Pandu pada Kia.
Kia pun mengangguk kan kepala nya tanda setuju " Iya Mas" sahut Kia.
__ADS_1
Pandu pun langsung beranjak ke lantai dua menuju ruang kerja nya.
" Gimana Al, sudah ada jawaban nya?" tanya Pandu langsung.
" Sudah Ndu, tapi kamu harus berakting sedikit untuk menjebak pelaku nya agar mengetahui perbebuatan nya" sahut Bima dan di anggukkin kepala oleh Aldi tandi apa yang di katakan kak Bima benar.
" Maksudnya" tanya Pandu tak mengerti.
Aldi pun langsung meceritkan kejadian yang terjadi di kantor tadi pada Pandu, dan menyuruh Pandu untuk sedikit berakting, dan Aldi juga menceritakan gimana cara Pandu berakting nanti nya.
Pandu yang mendengar apa yang di suruh Aldi dan Bima pun langsung menolak secara mentah mentah.
" Gak... Aku gak mau, ini itu Ide gilak, kalau memang dia pelaku nya, kita bisa langsung membawa nya ke kantor polisi, bukan malah buat rencana seperti yang kalian rencana kan" ucap Pandu menolak.
" Ayo lha Ndu, apa kamu tidak Mau manangkap siapa yang menembak Kia? sahut Aldi meyakinkan Pandu.
Pandu sedikit berfikir, daaaannn...
Bersambung....
Jangan lupa tinggal kan jejak ya para pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan.
Dengan Like, Komen dan Vote.
Dukungan kalian sangat berarti untuk Author agar semnagat buat Up.
Terimah kasih sebanyak banyak nya.
__ADS_1