Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 121


__ADS_3

Kia yang mendengar ucapan suami nya dan melihat air mata suami nya mengalir di pipi suami nya langsung memeluk suami nya dengan erat, Pandu pun langsung membalas pelukan Kia juga tak kalah erat nya.


" Jangan pernah bicara seperti ini lagi sayang, sungguh Mas gak sanggup dengar nya" ucap Pandu sambio memeluk Kia.


Kia langsung melepas pelukan nya, Pandu masih memegang tangan Kia dan menatap wajah istri nya dengan lembut.


" Maafin Kia Mas, Kia berfikir seperti ini karna kenapa slalu datang cobaan untuk pisah kan kita, dan itu berkali kali Mas, maka nya Kia berbicara seperti tadi" sahut Kia dengan wajah yang masih begitu terluka karna mengingat kejadian yang menimpa keluarha kecil mereka.


" Mas janji mulai sekarang dan seterus nya tidak ada lagi hal seperti ini, tidak ada lagi orang orang yang alan berusaha untuk memisah kan kita sayang" ucap Pandu dan langsung memeluk Kia dan mencium pucuk kepala Kia.


Kia yang mendengar ucapan suami nya merasa lega, Ia berharap tidak akan ada lagi kejadian yang mengerikan terjadi di keluarga kecil mereka.


" Sayang sudah malam, kita masuk yuk, angin malam gak bagus buat kamu sayang, karna kamu lagi hamil, Mas gak mau kalau kamu sampai sakit" ajal Pandu agar masuk ke kamar.


" Iya Mas" sahut Kia dan langsung masuk ke dalam kamar.


Pandu dan Kia langsung menjalan kan sholat isya secara berjamaah,Setelah iti Pandu menyuruh bibi untuk membuat kan susu hamil untuk istri nya, setelah Kia meminum susu, Pandu langsung mengajak Kia untuk tidur karena hari juga sudah malam.


Pandu tidur dengan memeluk Kia dengan erat, Pandu mengusap perut Kia yang sudah membuncit sedikit, sedang kan Kia yang di perlakukan seperti itu merasa nyaman dan tak lama Kia sudah terlelap.


Pandu yang mendengar suara napas istri nya sudah teratur langsung mengecup kening istri nya dengan lembut.


" Mas janji sayang, mulai sekarang tidak ada lagi orang yang akan berencana untuk memisah kan kita, Mas akan slalu menjaga kamu sayang" ucap Pandu kemudian memejam kan mata nya sambil memeluk Kia, dan tak lama Pandu pun terlelap menyusul Kia.


Tengah malam Kia tersentak bangun, Ia melihat jam dinding pukul 03.00 Pagi, Kia melihat ke arah suami nya sedang tertidur lelap sambil memeluk pinggang nya.


Dengan pelan Kia mengangkat tangan suami nya agar tidak membangun kan suami nya, setelah berhasil mengangkat tangan Pandu, Kia langsung beranjak menuju kamar mandi, Kia ingin mengambil wudhu untuk melakukan sholat tahajud.


Kia sholat tahajud begitu khuyuk, Pandu meraba kasur untuk memeluk istri nya kembali, tapi Pandu tak merasa ada istri nya di samping nya, Pandu pun langsung membuka mata nya melihat istri nya dimana, Mata Pandu langsung melebar sempurna saat melihat Kia sedang sholat.

__ADS_1


"Ya Allah, hamba mohon kepadamu, untuk selalu menjaga keluarga kecil hamba, jauh kan lha kami dari orang orang yang berusaha untuk memisah kan hamba dengan suami hamba, berikan kami ketenagan di kemudian hari ya Allah, agar kami bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahman, amiin" doa Kia dalam sholat tahajud nya.


Pandu yang mendengar doa istri nya juga langsung mengamin kan setelah Kia sudah selesai sholat, Ia begitu bangga mempunyai istri begitu sholeha dan begitu baik pada semua orang.


Kia yang sudah tidak sadar di perhatikan oleh Pandu, masih diam saja sambil melipat mukena dan sajadah nya dan meletak kan di tempat nya, saat Kia berbalik, Kia melihat suami nya yang duduk di atas tempat tidur.


" Lho Mas kok bangun? apa gara gara Kia Mas maka nya bangun?" tanya Kia saat melihat suami nya bangun dari tidur nya.


" Tidak sayang, Mas kebangun karna Mas merasa kehilangan guling hidup Mas" sahut Pandu sambil tersenyum.


Kia yang mendengar nya pun hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepala nya sambil naik ke atas tempat tidur kembali.


" Yasudah ayo kita lanjut tidur lagi sayang" sambung Pandu dan di angguki Kia.


Mereka pun kembali tidur sambil berpelukan dengan mesra, dan bangun saat waktu subuh tiba.


" Sayang kamu kan lagi libur semester, dan hari ini gak ada praktek di rumah sakit, kamu di rumah saja ya sayang, jangan kemana mana dulu" ucap Pandu sambil mengelus pipi mulus istri nya.


" Iya Mas, Kia hari ini di rumah aja" sahut Kia sambil memakai kan jas di tubuh suami nya.


" Yasudah ayo kita turun ke bawah, pasti semua sudah menunggu di meja maka" ajak Pandu dan di angguki langsung oleh Kia.


Selesai sarapan Kia mengantar Pandu sampai teras depan.


" Sayang Mas peegi dulu ya, nanti Qiara juga ke sini kok sayang, Mas sudah bilang sama kak Nita,biar kamu ada hiburan" ucap Pandu.


" Iya Mas, yasudah Mas buruan berangkat nanti telat" sahut Kia kemudian mencium tangan suami nya, Pandu pun langsung membalas mencium kening Kia dengan lembut.


Pandu pun langsung masuk ke mobil yang sudah di tunggu Aldi, setelah Pandu masuk Aldi langsung melaju kan mobil nya keluar dari pelataran rumah keluarga Atmaja.

__ADS_1


" Al kita langsung ke kantor polisi saja, Aku mau langsung mengurua masalah ini dengan cepat" ucap Pandu saat di tengah perjalanan.


" Siap bos" sahut Aldi dan langsung melaju kan mobil nya ke arah kantor polisi.


Tak lama mobil mereka sudah sampai di kantor polisi, Pandu dan Aldi langsung masuk ke dalam, para polisi yang melihat kedatang orang nomor satu di negara mereka, langsung menunduk hormat, kapala bagian kepolisian langsung mengarah kan Pandu dan Kia menuju penjara tempat dimana keluarga Iren di tahan.


Mama Iren yang melihat kedatangan Pandu dan Aldi langsung menatap nya dengan tatapan membunuh.


" Ngapain kau datang kesini? mau melihat kesengsaraan kami iyaa" tanya mama Iren dengan tatapan tak suka.


" Sudah berada di dalam ini pun kalian masih sombong" sahut Aldi yang melihat wajah ketiga nya di dalam penjara.


" Asal kamu tahu Ndu, walau pun kami sudah berada di sini, tapi kebencian kami masih mendalam pada keluarga kalian, suatu saat nanti kami akan membalas nya" ucap mama Iren dengan lantang.


Iren hanya diam saja, dia masih menatap Pandu dengan tatapan membunuh, sedang kan Meri duduk di tikar selembar sambil melihat Pandu dan Aldi dengan tatapan tak suka.


" Aku gak akan biar kan kalian akan melakukan itu kembali pada keluarga Bos ku, kalian akan mendekap di dalam sini dengan seumur hidup kalian" sahut Aldi lagi dengan wajah murka nya.


Bersambung


Untuk para Readers tercinta


Author usahakan untuk Up setiap hari, dan nanti kalau ada waktu senggang author bakalan Up lagi.


Mohon untuk slalu dukung Author ya, dengan Like,Komen dan Vote.


Karna dukungan kalian lha yang membuat Author semngat untuk nulis.


Terima kasih banyak, dan salam sayang Author untuk readers semua.

__ADS_1


__ADS_2