Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 254


__ADS_3

Di dalam perjalanan Raja anteng di gendongan Anita, Anita sibuk mengajak Raja bicara walau pun tidak ada tanggapan sama sekali dari Raja.


Pandu dan Aldi yang mendengar ocehan Anita sebenar nya jengah, tapi dua pangeran tampan itu malas kalau bicara pasti bakalan kenal damprat sama Anita.


Kia hanya diam saja sambil melihat ke arah luar jendela, sesekali Kia tersenyum mendengar kakak ipar nya berbicara lucu dengan putra nya.


Kia memandangi suami nya dari kaca spion mobil, setelah itu Kia kembali melihat anak nya yang wajah nya dominan mirip dengan suami nya.


Ada rasa syukur di diri Kia karena mendapat kan suami yang begitu mencintai dan menyayangi diri nya, serta keluarga nya yang sudah menganggap Kia seperti keluarga Atmaja sendiri, tanpa melihat status di dalam diri Kia.


Pandu yang melihat Kia melamun langsung menegur Kia dengan lembut.


" sayang kenapa? kok bengong" tanya Pandu.


" Gak kenapa napa Mas, Kia cuma senang lihat Raja yang anteng bobok nya" ucap Kia dengan senyuman manis nya.


" Oia kak Aldi Widya uda di rumah mama ya Kak?" tanya Kia pada Aldi karena tadi di rumah sakit Kia gak melihat Widya di sana.


" Belum Kia, tadi sih waktu kakak pergi ke rumah sakit, Widya masih di rumah, kebetulan di rumah ada mama nya Firman datang" sahut Aldi.


" Mama nya Firman? ngapain?" tanya Pandu.


" Aku sih kurang tau pasti, cuma Widya di suruh tante Tania untuk membujuk Rika agar pernikahan mereka di percepat, tante Tania sebenar nya sedikit keberatan kalau menunggu Rika sampai selesao ujian semester, karena mengingat usia Firman uda gak muda lagi" ucap Aldi memberi tahu.


Pandu hanya manggut manggut kan kepala, sedang kan Kia menarik nafas nya dalam dalam kemudian mengeluar kan dengan sedikit kasar.


" Kenapa dek" tanya Anita yang melihat wajah Kia sedikit gelisah.


" Kia khawatir kak sama Rika, sebenar nya Kia dan Widy uda tahu soal ini, kita juga uda kasih tau sama Rika kalau lebih baik pernikahan mereka di percepat saja, bukan karena kak Firman sudah berumur, tapi gak baik kalau belum halal sudah sering berdua kemana mana kan, memang Rika tahu soal agama, tapi yang nama setan kita gak pernah tau, apa lagi kak Firman wanita normal" ucap Kia memberi tahu dengan wajah sedikit murung.


" Yasudah kamu kasih tahu aja yang terbaik sama Rika, pasti kalau kamu yang bicara Rika mau dengarin" sahut Anita.


Pandu dan Aldi hanya mendengar saja, mereka tidak mau ikut campur yang masalah percintaan orang, walau pun itu sahabat mereka sendiri.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Sementara di kafe Widya, Rika dan Firman sedang duduk sambil membicara kan apa yang di bahas mama Firman pada Widya.


" Yank kamu harus ngerti mama dong, mama cuma ingin pernikahan kita di percepat saja" ucap Firman dengan nada lembut.


" Bebh....bukan Rika gak mau, tapi nanti yang ada Rika gak fokus sama pernikahan kita dan ujian Rika, bebebh kan tahu sendiri kalau ujian kedokteran itu susah, apa lagi Rika ini spesialis kecantikan, di tambah ngurus pernikahan kita, yang ada semua bakalan kacau lah" sahut Rika.


" Yank kamu fokus aja sama ujian kamu, biar aku yang ngurua semua untuk pernikahan kita, kamu kan tahu kita bisa ngandal kan Pandu untuk minta tolong, semua WO terkenal ada di bawah naungan keluarga Pandu, jadi pasti semua nya mudah yank, kamu ingat kan acara pertunangan kita aja tiga hari kelar di buat WO andalan keluarga Atmaja" ucap Firman sedikit ngegas.


Rika terkejut dengan nada bicara Firman yang sedikit ngegas, tanpa bicara sepata kata pun Rika langsung bangkit dari kursi tempat duduk nya dan pergi meninggal kan Firman begitu saja.


Firman pun yang melihat tingkah calon istri nya langsung mengusap wajah nya dengan kasar.


" Rika...Rika...kamu mau kemana? kita bisa bicara kan ini baik baik, tolong kamu ngertiin aku sedikit saja, jangan bertingkah seperti anak kecil begini" ucap Firman setelah berhasil mengejar Rika.


" Anak kecil kamu bilang, kalau aku anak kecil, ngaoain kamu mau nikah sama aku, aku gak suka sama nada bicara kamu" ucap Rika kemudian langsung menepis tangan Firman dan menyetop taksi kemudian langsung masuk dan meninggal Firman yang masih berusaha menghentikan kepergian Rika.


" Sayang...sayang maafin aku, pliiis dengarin aku dulu" ucap Firman sambil mengetuk ngetuk kaca mobil taksi.


Tapi Rika tetap tidak mau menggubris ucapan Firman, Rika langsung menyuruh supir taksi untuk menjalan kan taksi nya.


" Jalan pak" ucap Rika.


" Aaaaaaaaaaghhhr....kenapa jadi gini sih, lagian kenapa Rika seperti anak kecil gini sih, kenapa susah sekali coba ngertiin nya" ucap Firman geram.


Widya yang melihat semua nya langsung menghampiri Firman yang masih berdiri di pinggir jalan melihat kepergian Rika.


" Kak" panggil Widya menghampiri Firman.


Firman hanya melihat Widya sesaat, kemudian langsung menunduk kan kepala nya karena sedikit kesal dengan sikap Rika.


" Kak.....kakak yang sabar ya, mungkin sekarang Rika belum mengerti dengan maksud kakak, tapi nanti Widy akan berusaha lagi untuk bicara kan ini dengan Rika" ucap Widya menenang kan Firman kakak angkat nya.


Firman hanya mengangguk kan kepala nya tanda setuju, ia pun kembali masuk ke dalam kafe bersama Widya.


" Kakak masih mau di sini apa ikut sama Widy ke rumah om Ridwan, hari ini Kia sudah pulang dari rumah sakit, Tadi Widy di kabari sama mas Aldi, jadi sekarang Widy mau kesana" ucap Widya memberi tahu.

__ADS_1


" Kakak ikut kamu saja, lagian kakak juga males ke kantor atau pun kampus kalau begini keadaan nya, yang ada di sana akan kacau" sahut Firman menyetujui ajakan Widya.


Mereka pun langsung pergi meninggal kan Kafe dan masuk mobil Firman, karena Firman gak mau kalau Widya nyetir mobil sendiri karena Widya sedang hamil.


Sementara Rika di dalam taksi dada nya merasa sesak, dia gak habis fikir kenapa Firman bisa bicara seperti itu pada nya.


Rika melihat ke belakang, berharap Firman mengejar nya, tapi ternyata Rika tidak melihat kalau mobil Firman mengejar taksi yang di naiki Rika.


" Kenapa kal Firman gak ngejar aku sih, apa dia juga marah sama aku, aaahh biarin aja, lagian kenapa sibuk pernikahan di percepatan, kan kalau sudah waktu nya bakalan jadi juga pernikahan itu, kenapa harus di percepatan gini coba, masa kak Firman gak sabar nunggu beberapa bulan lagi" ucap Rika yang kesal pada Firman.


Bersambung...


Happy reading...


Maaf jam segini baru bisa Up, karena Hp author tak bersahabat buat nulis karena kontak kontak, jadi author nunggu suami pulang kerja dulu.


Jangan lupa untuk dukung karya author ya readers tercinta.


dengan cara......


Like


Komen yang positif agar Author semangat buat nulis 💪💪💪


Vote


Daaan jangan lupa untuk kasih


🌷🌷🌷🌷🌷


dan


☕☕☕☕☕


Yang buanyaaaaaaaak yaa readers tercinta 😊😊😊

__ADS_1


Terima kasih banyak


Love You 😘😘


__ADS_2