
Dengan langkah pasti Kayla mendekati Ara yang masih duduk di taman sambil berbicara pada Ara.
" Jelas saja Azmi tidak mau menuruti permintaan mu, karena kamu calon ibu yang lebay tau gak" ucap Kayla yang spontan membuat Ara mengalihkan kan pandangan nya ke asal suara.
" Kamu" ucap Ara sambil berdiri tepat di hadapan Kayla.
" Kenapa kamu tiba tiba berkata seperti itu? apa alasan kamu mengatakan itu pada saya?" tanya Ara yang masih bisa menahan emosinya.
" Wanita manja seperti kamu itu tidak pantas bersanding dengan Azmi, aku juga tidak tahu kenapa Azmi bisa tergila gilanya dengan mu, dan aku rasa dia tergila gila padamu karna kamu anak dari orang paling terpandang, dan aku juga meragukan kemampuan mu menjadi dokter, karena seluruh keluarga mu juga rata rata seorang dokter bukan, bahkan juga mempunyai rumah sakit yang tak kalah bagus nya dengan rumah sakit milik keluarga Azmi, bisa bisa gelar dokter dan spesialis yang kau sandang hasil dari uang keluarga mu" ucap Kayla sengaja memanas manasi Ara.
Kayla tau jika ibu hamil pasti hatinya begitu baperan, itu sebabnya Kayla sengaja memancingnya agar Ara memikirkan kata katanya dan stress, dan Kayla berharap agar kandungan Ara bermasalah dan mengalami keguguran.
" Kalau pun yang kau katakan semua itu benar, itu bukan urusan mu Nona Kayla yang terhormat, karena itu uang keluarga ku, bukan uang dari hasil keringat mu kan" ucap Ara yang malah membuat Kayla terkejut mendengar ucapan Ara.
" Dan satu lagi! kenapa suami ku tergila gila pada ku, itu karena aku lebih cantik dan lebih menarik di matanya, jadi kalau kau mau di kandang oleh suamiku, ubahlah dirimu lebih menarik dariku, agar suamiku mau menatap dirinya yang sebenar nya begitu jauh jika di bandingkan dengan diriku" lanjut Ara kemudian langsung melangkah pergi meninggal kan Kayla yang semakin shock mendengar kata kata yang keluar dari mulut Ara.
" Lagi lagi dia selalu menghina ku, aku sudah tidak tahan, aku akan balas mulut mu itu Ara" ucap Kayla dengan hati yang rasa nya sudah terbakar.
Dari kejauhan Azmi melihat percekcokan istrinya dan Kayla, awalnya Azmi takut terjadi sesuatu dengan istrinya, tapi setelah dia melihat dengan mata kepalanya, ternyata Ara bisa membalas perkataan Kayla dengan begitu santainya, Ia pun akhirnya bernafas lega.
Tapi Azmi tidak akan tinggal diam jika wanita yang begitu di cintainya di sakiti oleh orang lain, termasuk itu jika wanita ataupun pria.
" Sekali saja kau sentuh kulit istriku, aku akan membalasnya lebih parah dari perbuatan mu Kayla" ucap Azmi dengan wajah begitu tajam menatap Kayla sedang berjalan ke arah loby rumah sakit.
*****
Saat ini Cahaya sedang berada di toko rotinya setelah berhasil membujuk Raja untuk singgah sebentar melihat toko rotinya.
" Ar kamu nanti tolong handle toko ya, mungkin aku akan jarang ke sini, karna mas Raja begitu protektif banget saat tau aku hamil" ucap Cahaya dengan sengaja membesarkan suaranya agar Raja mendengarnya.
__ADS_1
Arti tersenyum mendengar perkataan Cahaya, bukannya Arti tidak tahu mengenai kondisi kehamilan istrinya, dia pun akan melarang Cahaya untuk ke toko karena tidak mau membuat kandungan Cahaya semakin parah nantinya.
" Turuti saja lah apa kata suami kamu Ya, aku juga kalau jadi Raja akan melakukan seperti Raja lakukan pada kamu, itu semua yang terbaik untuk calon keponakan kami dan kesehatan kamu" sahut Arti yang membuat Cahaya tersenyum.
" Dan kamu tenang saja, aku akan menjaga toko kue kamu dengan baik, dan pastinya gak akan membuat toko kue kamu akan gulung tikar" sambung Arti yang membuat kedua wanita itu malah tertawa.
" Sayang sudah selesai kah?" tanya Raja sambil berjalan menemui Cahaya di depan meja kasir..
Cahaya menganggukan kepalanya sambil tersenyum," Sebentar Aii, Aya mau bawa kue dulu buat orang rumah, dan Aya juga entah kenapa pengen banget makan donat kentang yang bomboloni rasa tiramisu" ucap Aya.
" Yaudah biar aku siap kan keinginan bumil cantik ini dulu ya, mendingan kamu duduk di sana aja, gak boleh berdiri terlalu lama" ucap Arti yang di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
Raja dan Cahaya duduk di meja tempat para pelanggan yang sering duduk di sana sambil makan kue dan minum kafe sambil menikmati Wifi gratis.
Namun tiba tiba pandangan mata Cahaya mengarah keluar pintu dan melihat seseorang masuk dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
Aya yang melihatnya sampai mengerutkan alisnya membuat Raja merasa aneh dan mengikuti arah pandang istrinya.
" Bukannya itu Yusuf Aii?" tanya Cahaya yang di jawab anggukan kepala oleh Raja.
" Tumben banget dia masuk senyum begitu, biasanya wajahnya selalu di Teluk kayak panci peyot Aii" tanya Cahaya yang membuat Raja terkekeh yang mengatakan wajah Yusuf seperti panci peyot.
" Mungkin hatinya lagi senang sayang" sahut Raja yang mencomot donat yang ada di tangan Aya.
Namun mata Cahaya membuat saat Yusuf mendekati Arti dengan senyuman yang tak lepas dari mulutnya.
" Waah, Aii sepertinya kita ketinggalan berita nih, sejak kapan Yusuf gak kesal lagi ya saat dekat dengan Arti, biasa nya juga dia yang mending berantem" tanya Cahaya dengan kepo.
Lagi lagi Raja terkekeh melihat istrinya yang menjadi kepo, Raja melihat Cahaya kenapa semenjak hamil jadi mirip dengan kakaknya Siapa, yang sedikit sedikit heboh, tukang makan dan pastinya kepo.
__ADS_1
Yang membedakan hanya Aya makan sedikit memilih karena kadang dia merasa mual, kalau Ara malah makan apa aja masuk, tidak ada yang bikin dirinya mual, bahkan makanan sisa juga dia makan kalau dia selera, pikiran Raja menatap sang istri.
" Kenapa istri aku sekarang jadi kepo gini hemm" tanya Raja sambil mencium gemas wajah Cahaya.
" Iss gak kepo Aii, cuma penasaran?" jawab Cahaya.
" Sama aja sayang, yauda ayo kita pulang, tuh pesanan kamu sudah selesai" ajak Raja yang melihat Arti menghampiri mereka dengan wajah yang tadinya senang menjadi jutek karena kedatangan Yusuf.
" Ya ini donat bomboloni kamu, dan ini buat orang rumah" ucap Arti meletakkan di meja.
" Kamu kenapa?" tanya Cahaya yang pura pura tidak tahu.
"Tiba tiba mood gak bagus karena ada penganggu tak undang datang" jawab Arti sekilas melirik Yusuf yang berjalan ke arah mereka.
Cahaya menatap suaminya meminta penjelasan kenapa Yusuf jadi berubah, Raja hanya menaikkan bahunya tanda tidak tahu apa apa.
"Hai Ya, apa kabar?" tanya Yusuf saat sudah dekat dengan mereka.
"Alhamdulillah baik" jawab Cahaya.
" Kamu mau cari kue buat mama kamu?" tanya Cahaya yang penasaran.
" Iya ya, sekalian mau pesan kue juga buat acara di rumah aku lusa" jawab Yusuf.
" Acara apa? ulang tahun? " tanya Cahaya lagi.
" Bukan, bukan ulang tahun, tapi mau menyambut wanita spesial malam itu" ucap Yusuf yang tak melepas senyuman dari bibir.
Deg.
__ADS_1
Bersambung.