
" Apa wanita itu Sabrina?" tanya Andra.
Wisnu menjawab dengan anggukan kepala tanpa menatap wajah Andra yang terkejut melihat jawaban Wisnu.
" Kamu mencintainya?" tanya Andra dengan wajah serius.
" Entahlah, aku juga gak tahu, yang jelas setiap dia mendekatiku rasanya aku ingin menenggelamkan dirinya ke sungai amazon, tapi saat melihat dirinya menangis, entah kenapa hatiku juga sakit melihatnya" sahut Wisnu.
" Apa kamu pernah meraskan hal yang sama saat kamu sedang bersama Arti" tanya Andra yang semakin penasaran dengan hati kakak iparnya ini.
Wisnu dengan cepat menggelengkan kepalanya, " tapi saat aku melihat Arti tersenyum, hatiku hangat melihatnya" jawab Wisnu selanjutnya yang mmebuat Andra malah menghela nafasnya.
" Benar-benar susah untuk di tebak" ucap Andra menatap wajah Wisnu.
" Apanya?" tanya Wisnu yang masih gak menegerti maksu Andra.
" Hati kamu lah, malah di tanya lagi" geram Andra yang mambuat Wisnu menatapnya malas.
" Sebaiknya kamu fikirkan dulu gimana hatimu sebenarnya, aku gak mau punya kakak ipar yang tidak bisa berkomitmen dengan hatinya, yang ada nanti ujung-ujungnya bisa gila" ucap Andra yang langsung bangkit dari kursi.
" Aku balik dulu, istri tercinta ku saat ini sedang mengingankan belaian suami tampannya" pamit Andra dengan perkataan narisinya yang langsung mendapat cibiran dari Wisnu.
__ADS_1
Setelah menghabiskan satu batang rokok dan minum kopi ala kakek-kakek di temani adik iparnya, Wisnu juga ingin pulang ke rumahnya, tapi saat berbalik dirinya dikejutkan dengan hadirnya seseorang yang sudah berdiri menatap dirinya dengan tatapan serius.
Glek
Wisnu langsung menelan salivanya dengan kasar saat melihat tatapan mata Sabrina yang seperti tidak berahabat di hadapannya.
" Ina" panggil Wisnu dengan wajah tercekat.
Ina melangkah mendekati Wisnu yang masih diam di tempat, langkah kaki Sabrina sudah mendekati Wisnu yang malah membuat Jantung Wisnu berdetak lebih cepat, dan yang pastinya dirinya pun sama sekali tidak tahu apa penyebabnya sampai berdetak lebih cepat, entah karena cinta atau karena takut di tatap seperti oleh Sabrina.
Kini Sabrina sudah berada di hadapan Wisnu,mereka saling menatap sebelum ada yang bersuara di antara keduanya.
"Kenapa kakak lakuin ini sama Ina?" tanya Sabrina yang langsung mmebuat Wisnu menatapnya dengan bingung.
" Ina bukan seperti itu" sahut Wisnu yang langsung di potong oleh Sabrina dengan mengangkat tangannya.
" Aku sudah melihat dan mendengar semuanya kak, dari pernikahan kak Arti, aku melihat wajah kakak yang begitu tegang, dan aku melihat kepergian kakak saat pernikahan kak Arti sudah selesai, dan aku mendengar dan melihat kegelisahan kakak di kafe bersama dengan kak Andra tadi" ucap Sabrina yang sukses membuat Wisnu terkejut dan melototkan matanya.
"Kakak jahat, kakak bohong dengan pekataan kakak waktu itu" lanjut Sabrina sambil mendorong Wisnu dengan kuat, kemudian langsung pergi berlari meninggalkan Wisnu yang terkejut.
Dengan cepat Wisnu mengejar Sabrina, begitu dekat Wisnu langsung menarik Sabrina agar tidak masuk ke dalam taksi.
__ADS_1
" Dengarkan kakak dulu Ina" ucap Wisnu masih memegang tangan Sabina dengan kuat.
" Gak ada lagi yang harus di dengar kak, kakak udah buat Ina gak percaya lagi dengan semua ucapan kakak, sekali bohon seterusnya akan tetap berbohong" teriak Sabrina.
Wisnu langsung menarik tubuh Sabrina dan memegang kedua bahunya dengan kuat agar Sabrina mengadap dirinya.
" Dengarkan kakak dulu, kamu salah paham Ina" ucap Wisnu dengan tegas.
Sabrina hanya diam saja, tapi Sabrina enggan menatap wajah Wisnu, dia memalingkan wajahnya ke arah lain namun air mata masih mengalir di pipi mulusnya.
" Dengar baik-baik Ina, kakak bukannya membohongi kamu, tapi kakak sedang memantapkan hati kakak untuk kamu, kakak gak mau hati kakak salah pilih nantinya, untuk Arti kakak gak tahu perasaan kakak ke dia gimana? karena gak pernah menjalin hubungan spesial dengan dia Ina" ucap Wisnu mencoba meyakinkan Sabrina.
" Dan untuk kamu, kakak mohon kamu bersabar dan kamu yakinkan kakak agar kakak bisa semakin yakin kalau kamu lah jodoh yang di kirim kan untuk kakak" sambung Wisnu lagi dengan menatap Sabrina dengan tatapan memohon.
Bersambung.
Wah..wah...makin makin aja ni drama percintaannya wisnu dan Sabrina, kira-kira mereka emang jodoh apa gak yaa?
Author mau ucapin terimaksih sebanyak-banyaknya karena sudah begitu setia mengikuti alur cerita author yang masih banyak typonya, dan terima kasih juga yang sudah mendukung karya author, dan author ucapkan terima kasih banyak, semoga kebaikan reraders semua di berikan balasan yang setimpal ya. karena author sadar, tanpa kalian semua author ini bisa apa.
Salam sayang author buat readers tercinta.
__ADS_1
Love You More.