Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 125


__ADS_3

Hari hari sudah berlalu, Kehamilan Kia sudah memasuki bulan ke enam, Pandu pun semakin menjaga istri tercinta nya dengan begitu ketat.


Hari ini Kia sudah selesai dengan ujian semester nya, Kia keluar kampus bersama dengan Widya.


" Kia kamu mau kemana? biar sekalian aku antar deh" ucap Widya setelah keluar dari gedung fakultas kedokteran.


" Aku mau langsung pulang aja Wid, soal nya aku pengen banget rebahan siang siang gini" sahut Kia sambil tersenyum membayang kan tempat tidur nya yang empuk itu.


Widya yang mendengar perkataan teman nya hanya menggeleng kan kepala nya saja.


" Ahkir ahkir ini aku perhatikan kamu kenapa jadi sering malas malasan gini si Kia, bawaan bayi atau emang malam" ucap Widya sambil terkekeh kecil.


"Hahaha...Entah lha Wid, aku pun merasa seperti itu" sahut Kia sambil tertawa.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di parkiran mobil, saat Kia dan widya mau masuk ke dalam mobil, tiba tiba ada seseorang yang memanggil Kia.


" Kiaaaa...." panggil seseorang dari arah belakang.


Kia dan Widya langsung menoleh ke asal suara secara bersamaan.


" Kalian mau kemana?" tanya orang tersebut dengan sedikit ngosngosan karena berlari.


" Kia mau langsung pulang kak, ini mau Widya anterin" sahut widya dan di angguki kepala oleh Kia.


" Lho kok pulang sih, kalian apa gak ke rumah sakit?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah Bayu.


" Tidak kak, Kia kebetulan gak ada jadwal praktek dan Widya juga mau langsung ke kafe nya" sahut Kia dan di angguki oleh Rika.


"Yaudah deh kalau gitu, kakak langsung ke rumah sakit ya, kebetulan kakak hari ini ada jadwal operasi, tadi kakak kira kalian mau ke rumah sakit juga, jadi bisa bareng" ucap Bayu.


" Iya kak hati hati ya" ucap Kia dan Widya berbarengan.


Mereka pun langsung berpisah, Kia dan widya langsung menuju rumah kediaman atmaja, sedang kan Bayu langsung ke rumah sakit keluarga Atmaja.

__ADS_1


Bayu memang mengambil kuliah lagi dan satu kampus dengan Kia dan Widya, entah kenapa Bayu lebih menginginkan menjadi seorang Dokter dari pada menerus kan usaha keluarga nya.


Bayu pun sudah mengikhlas kan Kia pada Pandu, karna bagaimana pun Kia sudah bahagia bersama Pandu,Dan Bayu berharap nanti dia bakalan di berikan jodoh yang cantik dan baik seperti Kia.


Di dalam perjalanan menuju kediaman atmaja, Kia bertanya pada Widya.


" Wid gimana rencana kamu dan kak Aldi? apa sudah rampung?" tanya Kia.


" Sudah Kia, semua nya sudah beres, tinggal nunggu acara nya saja" sahut Widya tersenyum senang.


" Alhamdulillah, aku senang kamu dan kak Aldi ahkir nya bisa bersatu Wid" ucap Kia lagi.


" Iya Wid, aku juga senang ahkir nya aku menemukan seseorang yang aku cintai dan mencintai aku juga, walau pun aku seorang anak yatim piatu, tapi kak Aldi tetap menerima aku sebagai istri nya" sahut Widya.


" Oia setelah acara lamaran kalian, kapan acara pernikahan nya?" tanya Kia lagi.


" Belum tau aku Kia, aku sih mau nya gak usah lama lama, tapi aku serah kan sama Kak Aldi aja, entar kalau aku bilang ke dia kalau aku mau segera cepat cepat langsung nikah, kak Aldi jadi makin besar kepala pula" sahut Widya dan di sambut gelak tawa Kia yang kekeh.


Yaah setelah masalah Pandu selesai memejara kan keluarga Iren, Aldi langsung menemui ibu panti yang selama ini mengurus Widya.


Tak terasa Kia dan Widya sudah sampai di kediaman Atmaja, Kia langsung turun dari mobil setelah mengucap kan terimah kasih pada Widya.


" Makasih ya wid, uda anterin aku, kamu gak mau singgah dulu?" ucap Kia.


" Kamu kayak siapa aja sih, enggak deh Kia, aku langsung ke kafe aja ya" sahut Widya yang langsung di angguki oleh Kia.


Setelah Kia masuk ke dalam gerbang yang sudah di buka oleh penjaga rumah kediaman Atmaja, Widya pun langsung melaju kan mobil nya.


" assalamualaikum" ucap Kia saat masuk rumah.


" walaikumsalam, sahut mama Dewi dan papa Ridwan yang sedang asik menoton televisi.


" Sayang kamu sudah pulang?" tanya mama Dewi.

__ADS_1


Kia langsung berjalan ke arah mama Dewi dan papa Ridwan untuk mencium tangan kedua mertua nya.


" Iya Ma, Kia dari kampus langsung balik ke rumah, Kia pengen rebahan" sahut Kia dan langsung di sambut senyuman kedua mertua nya.


" Tadi kamu di antar sama naik apa Nak?" tanya papa Ridwan.


" Oh..Kia di antar sama widya Pa, tapi Widya langsung pulang, karena dia mau langsung ke kafe" sahut Kia dan langsung di angguki papa dan mama.


" Yasudah kamu langsung makan dulu ya sayang, ini sudah siang, setelah itu kamu istirahat" ucap mama Dewi.


" Iya Ma, Kia ke atas dulu ya Ma, Pa, mau bersih bersih" pamit Kia dan di angguki kepala oleh kedua mertua nya.


Sementara di kantor, Pandu sedang mengadakan meeting dengan para pemegang saham, mereka membahas tentang perusahaan papa Iren yang sudah di beku kan oleh keluarga Atmaja.


Hampir dua jam Pandu mengadakan meeting, setelah selesai, dia langsung balik ke ruangan nya di ikuti oleh Aldi dan juga Bima.


" Ndu, kakak rasa kita harus memperketat pengawalan di kantor dan di rumah, dan juga kamu harus lebih extra untuk menjaga istro dan calon anak mu" ucap Bima ketika mereka sudah berada di dalam ruangan Pandu.


" Benar Ndu, aku juga merasa kan apa yang di kata kan kak Bima, aku rasa keluarga Iren tidak terima dengan perusahan mereka yang sudah kita beku kan" ucap aldi menimpali.


" Aku gak akan biar kan mereka menggangu keluarva ku, Al hubungi Firman, kata kan pada nya aku ingin bertemu dengan nya sekarang juga" sahut Pandu dengan wajah dingin nya dan tatapan mata nya yang begitu tajam.


Pandu ingat dengan hasil rapat dengan para pemegang saham yang mengatakan kalau keluarga Iren akan mengambil alih lagi perusahaan mereka apa pun itu cara nya.


Gak akan aku biar kan mereka menggangu keluarga ku, bukan aku yang kejam pada mereka, mereka sendiri lha yang sudah bermain api dengan keluarga Atmaja, gumam Pandu dengan menggempal kan tangan nya kuat.


Aldi yang sudah menghubungi Firman dan bertemu di kafe dekat kantor sekalian makan siang pun langsung memberi tahu kan pada Pandu kalau Firman sudah di jalan.


Pandu yang mendengar pun langsung beranjak dari sofa dan berjalan ke luar ruangan nya untuk ke kafe bertemu dengan Firman, Aldi dan Bima mengikuti langsung mengikuti Pandu.


Bersambung....


Mohon maaf karena baru bisa Up lagi setelah sekian lama, kebetulan hp Author rada henk kalau lagi ngetik tiba tiba langsung ngebelang, dan ini sudah bisa kembali bisa.

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia menunggu cerita Author, terima kasih sebanyak banyaknya, dan jangan lupa untuk slalu dukung Author dengan Like,komen dan Vote ya readers.


__ADS_2