Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 98


__ADS_3

Saat ini Cahaya sedang memakan pesanan yang tadi di belikan oleh Arti dan Andra. Raja yang melihat Cahaya makan begitu lahap tersenyum senang karena sedri tadi Cahaya tidak mau memakan makanan rumah sakit.


Saat sedang asik makan, Azmi dan Ara masuk ke dalam ruangan Cahaya. Ara melihat  ketiga adik tampannya dan juga Cahaya yang sedang makan begitu lahap.


Ratu tertidur menyandar di bahu Haikal, sedangkan Arti sudah kembali ke toko kue setelah mengantar pesanan Cahaya karena tidak ada yang menghendle toko kue, dan lebih tepatnya Arti tidak tahan kalau harus berdekatan dengan Andra lebih lama lagi.


" Halo adik adik ku yang ganteng nya tak bisa di bilang lagi" sapa Ara yang membuat ketiga adiknya menatap Ara sedikit aneh.


Sedangkan Azmi hanya bisa menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah sang istri yang entah kenapa begitu ceria hari ini.


Ara berjalan ke arah Cahaya yang masih asik dengan makanannya, " kelihatannya enak Ya, kakak mau dong" ucap Ara yang langsung membuat Cahaya menghentikan makan nya.


" Itu masih ada di meja kak" ucap Cahaya.


Ara langsung melihat ke arah meja dimana di sana banyak bungkusan makanan, Ara pun langsung tersenyum dan berjalan duduk di dekat suaminya dan membuka makanan yang ada di atas meja.


Namun saat membuka makanan yang ada di hadapannya, Ara mendadak mual, dengan cepat Ara menutup kembali makanan yang ada di hadapannya dan menatap dengan wajah lesu.


" Kenapa sayang? kok gak jadi di makan?" tanya Azmi yang heran melihat Ara kembali menutup makananya lagi.


" Kok Ara mendadak mual nyium makanan ini ya By, tadi liat Aya makan Ara sampek ngiler" jawab Ara yang mendadak perutnya langsung eneg.


Cahaya melihat Raja kemudian menatap makanan yang di pegangnya saat ini, Raja yang di tatap hanya bisa mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.


Haikal dan Andra masih memperhatikan tingkah laku kakaknya saja, sedangkan Ratu masih anteng tidur menyandar di bahu Haikal, entah kenapa gadis kecil itu masih betah tidur.


" Tapi makanannya sama loh kak, gak ada bedanya" ucap Cahaya memberitahu.


" Iya tapi kakak mendadak mual" sahut Ara dan langsung berlari ke toilet sambil menutup mulutnya karena sudah tidak tahan mencium aroma nasi bakar kebuli yang ada di hadapannya.


Azmi langsung mengikuti Ara ke kamar mandi, sedangkan yang lainnya hanya bisa melongo melihat Ara yang tiba tiba menjadi muntah muntah.


" Tu kanjeng mami kenapa? kenapa mendadak jadi muntah muntah gitu? perasaan tadi dia baik baik saja saat masuk" ucap Andra yang tidak di jawab sama sekali sama yang lainnya.


Tak lama Ara sudah keluar di papah Azmi, namun saat melewati ranjang Cahaya, Ara mendadak berhenti saat melihat nasi bakar yang ada di tangan Cahaya. Ara menelan air liurnya saat melihat suwiran ayam dan kentang yang bercampur dengan nasi yang sudah di makan Cahaya separo.


" Kenapa sayang? liatin Aya makan begitu banget" ucap Azmi.


" Ara mau nasi yang di makan Aya By" ucap Ara dengan wajah imutnya.

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu mendadak aneh melihat Ara, tadi mual mual saat membuka makanan yang ada di atas meja, namun saat melihat Cahaya makan, Ara kembali selera.


" Tapi ini bekas Aya kak, yang itu aja, masih belum di sentuh" ucap Raja yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Cahaya yang heran melihat calon kakak iparnya itu.


" Tapi kakak maunya yang punya Aya Ja, entah kenapa lebih menggugah selera" sahut Ara lagi yang sudah berjalan ke arah Aya dan merebut sendok yang ada di pegang Cahaya.


" Kak itu be.." ucapan Aya terhenti saat Ara dengan lahapnya memakan nasi bakar yang baru setengahnya di makan.


" Bener kan By, ini lebih enak" ucap Ara yang sudah duduk di sebelah ranjang Aya.


Azmi hanya diam tidak menjawab ucapan Ara, Ia mendadak bingung melihat istrinya saat ini. Sedangkan Cahaya merasa tidak enak pada Azmi dan Ara karena Ara makan nasi bakar bekas dirinya. Cahaya menatap Raja sedikit takut, namun Raja hanya bisa tersenyum sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


" Gak apa apa sayang, mungkin kak Ara lebih tertarik dengan nasi bekas kamu" ucap Raja dengan kekeh.


Setelah menghabiskan nasi bakar bekas Cahaya, Ara dengan santainya minum jus yang ada di atas meja, dan bersandar di sofa sebelah Azmi yang dari tadi menatap dirinya.


" Maaf ya Ya, kakak jadi habiskan makanan kamu, kamu buka yang baru deh" ucap Ara dengan wajah tanpa dosanya.


" Iya gak apa apa kak, lagian Aya juga uda kenyang kok kak" jawab Cahaya.


Namun baru lagi Ara selesai makan sisa Cahaya, Ara kembali menelan air liur nya saat melihat adiknya Andra makan roti bakar yang sempat di belinya tadi dengan Arti.


" Ada apa?" tanya Andra menatap kakaknya.


Dengan santainya Ara mencomot roti bakar yang ada di tangan Andra dan memakannya dengan lahap tanpa menjawab pertanyaan Andra.


Semua yang di ruangan itu mendadak melototkan mata nya karena lagi lagi Ara memakan makanan bekas orang.


" Kak kamu jorok banget sih, itu bekas aku tau gak?" tanya Andra.


" Gak apa apa, kakak ngiler liat roti bakar yang kamu makan" sahut Ara sambil mengunyah roti bakar yang ada di mulutnya.


" Tapi masih ada yang baru itu kak" kali ini Haikal yang bersuara.


" Gak selera kakak" jawab Ara lagi tanpa memperdulikan yang lainnya yang saat ini sedang memandangnya aneh.


" Tapi aku belum sikat gigi tadi loh" ucap Andra bohong agar kakaknya merasa jijik, namun Ara malah tidak perduli dan merebut meniman yang ada di tangan Andra dan meminumnya sampai habis.


Azmi yang melihat istrinya sedari tadi makan dan minum bekas orang hanya bisa terdiam.

__ADS_1


Kenapa istri gue mendadk jorok begini ya, makan bekas orang, aneh,batin Azmi menatap Ara yang saat ini main ponsel di samping Andra.


Sambil berdehm Azmi mengambil roti bakar yang ada di hadapannya, Azmi memakannya dengan perlahan, ia ingin melihat reaksi istrinya, tapi entah kenapa Ara malah diam saja walau Azmi berdehem agar Ara melihat ke arahnya.


Dan benar saja, saat Azmi berdehem, Ara langsung menatapnya dan melihat suaminya sedang makan roti makan, namun bukannya bergerak, Ara malah melanjutkan main ponselnya dan menyandarkan dirinya ke bahu sang adik.


" Sayang kamu gak mau makan bekas Hubby" tanya Azmi yang di tatap Ara langsung.


" Gak lah By, di meja kan banyak, ngapain harus makan bekas hubby" jawab Ara dengan wajah seperti biasa.


Glek


Azmi langsung menelan sisa roti bakar yang masih ada di mulutny tanpa di kunyah lagi, begitu juga dengan yang lainnya yang mendadak aneh melihat Ara.


" Bukannya tadi kakak makan bekas kami ya" tanya Andra.


" Itu kan tadi, sekarang gak mau lah, masa sisa terus" jawab Ara dengan santai.


Giliran makan bekas suaminya dia gak mau, sepertinya ada yang gak beres ini, aku kudu periska istriku sekarang,batin Azmi.


Azmi langsung menarik tangan Ara dan menyeretnya ke luar ruangan Cahaya, Ara yang di tarik suaminya langsung terkejut dan mengikuti langkah suaminya saja.


" By mau kemana?" tanya Ara yang tidak di jawab Azmi sama sekali.


 


 


Bersambung.


 


Wayooo Ara mau di bawa kemana ya sama Azmi.


Pengen tahu, ayo ikuti terus cerita nya yaa, dan jangan lupa untuk selalu kasih dukungannnya ya.


Dengan Like, komen yang positif dan kasih vote nya plisss.


Kasih hadiah bunga dan kopi yang banyak ya, plissss

__ADS_1


Terima kasih banyak


__ADS_2