
Hari hari begitu cepat berlalu, tak terasa usia baby Hulya sudah satu minggu, dan saat ini baby Hulya berada di gendongan Azmi karena baby Hulya baru saja menangis akibat selesai di tindik telinganya.
" Ohh pinter banget sih cantiknya Aby, jangan nangis lagi ya ya cantik, uda ada Aby di sini" ucap Azmi sambil sesekali menciumi pipi chuby baby Hulya, dan itu dapat di lihat oleh Ara.
Ara langsung tersenyum melihat interkasi antara suami dan anaknya, dan saat Baby Hulya nangis jekerm begitu Azmi mengendongnya dan mendengar suaranya, Baby Hulya langsung spontan diam.
" Langsung diam loh anaknya begitu Aby yang gendong, nurut banget anaknya sama kamu By" ucap Ara sambil meletakkan pakaian sang putri di atas boxnya.
" Kan Hulya tahu kalau Aby nya uda ada di sini, iya kan cantik, soleha nya Aby an Uma" jawab Azmi mengajak Baby Hulya berbicara.
" Kamu kok cepat banget pulangnya By, masih jam segini juga? emang gak ada pesien di rumah sakit?" tanya Ara.
" Sudah tidak ada jadwal operasi By, lagian sepertinya Aby nanti mau ke kantor, papa juga uda mau pensiun, dan mau gak mau Aby harus meneruskan perusahaan, kalau rumah sakit nanti sekali kal aja Aby ke sana nya kalau memag sudah urgent sekali" jawab Azmi dan di jawab anggukan kepala oleh Ara.
Sementara di ruang keluarga, para orang tua pada sibuk karena mau membuat acar pernikahan Ratu dan Haikal di barengin dengan tujuh bulanan Cahaya.
Semuanya pada sibuk mengurus WO yang mana yang akan di pakai, Ratu sibuk melihat model undangan yang menurutnya cantik, sedang kan Cahaya sibuk memakan ice cream sambil sesekali mendengar perbincangan para orang tua.
" Tapi ada baiknya sekalian kekahan cicit mama saja, jadi kita buat acara pernikahan begitu meriah, lagian ini adalah pernikahan terahkir dari keluarga Atmaja bukan" ucap sang Oma Dewi begitu antusias.
" Kia sih setuju saja Ma, tapi apa tidak terlalu capek buat mama nantinya, karena psti ini akan sangat melelahkan" jawab Kia menatap wajah mertuanya yang sudah keriput.
" Iya Ma, bener yang di bilang Kia, gak usah semua lah di buat sekaligus, untuk aqiqah Baby Hulya kita diluan kan saja, biar tidak begitu sibuk saat penikahan adek dan tujuh bulanan Cahaya nantinya" ucap Anita menimpali.
" Mama tidak kenapa-napa. lagian mama maunya acara pernikahan Haikal dan Ratu di percepat, makanya mma mau nya semua nya di gabung, sekalian acara tujuh bulanan Cahaya"
Kia dan Anita hanya diam saja dan saling pandang, sedang kan Cahaya yang melihat ada gelagat yang tidak baik di wajah sang Oma hanya bisa diam saja, begitu juga dengan Ratu.
" Persiap kan semuanya dalam waktu tiga minggu lagi, kita sesuai kan dengan masuk nya kandungan ke tujuh bulan, karena tidak mungkin kita buat kalau belum genap tujuh bulan" perintah sang oma dan langsung berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan itu hanya bisa terdiam sesaat sambil memandangi kepergian sang Oma, saat semua nya sedang terdiam, tak lama Widya datang sambil membawa begitu banyak contoh pakaian yang akan di pakai di acara penikahan putra satu satunya nanti.
" Kenapa pada diam sih, sampai salam aku gak ada yang jawab loh" Tanya Widya yang langsung membuat semua yang ada di sana tersadar.
" Pada kenapa sih?" tanya Widya lagi.
" Wid mama mau kita mempercepat pernikahan Haikal dan Ratu, dan mama mau nya semua nya di buat di hari itu, dari mulai Akad, acara tujuh bulanan Cahaya, dan aqiqahan Baby Hulya, malam nya bar kita adakan resepsi pernikahan Haikal dan Ratu, kamu gak keberatan kan" ucap Kia memberitahu keinginan Oma Dewi dan bertanya pada Widya setuju atau tidaknya.
" Aku sih gak keberatan ya, tapi apa gak terlalu capek untuk mama, itu pasti lelah sekali" jawab Widya.
"Nanti kita bicarakan masalah ini pada Pandu saja, kakak juga khawatir akan kesehatan mama" ucap Anita yang di jawab angguka kepala oleh semua yang ada di sana.
Di dalam kamar, Oma Dewi sedang memandang foto keluarga yang sudah lama bersama almarhum suaminya yang sudah bebrtahun tahun pergi meninggalkan nya.
" Coba saja mas masih ada di sini, pasti mas senang karena anak nya Ara sudah lahir Mas, cicit kita peempuan, cantik sekali dan mirip sekali dengan Ara waktu kecil, tapi keahagian ini hanya mama yang bisa merasakannya, kenapa kamu harus pergi secepat itu mas" ucap Oma Dewi sambil mengusap wajah di photo sang suami.
" Dan sebentar lagi cicit kita juga akan lagir dari anak nya Pandu danKia Mas, tapi kamu bahkn tidak pernah menggendong nya sat Putra Pandu lahir, karena kamu sudah pergi meninggal kan kami saat itu"
" Begitu juga dengan Andra Mas, anak kedua Nita dan Bima, dia baru saja menikah, dan sebentar lagi Ratu akan menyusul menikah dengan putranya Aldi, mama senang sekali bisa melihat senyuman anak dan cucu cucu kita Mas, coba saja kamu masih di sini, pasti kita akan merasakan kebahagian yang tak terhingga melihat kerocakan mereka" ucap sang Oma tanpa terasa air mata nya sudah mengalir di pipinya.
Dari balik pintu, Kia dan Anita melihat apa yang di katakan Oma Dewi, tanpa terasa mereka juga mengeluarkan air mata, benar juga apa kata Oma Dewi, sosok papa Ridwan yang dulu begitu di kagumi semua orang, dan setelah meninggal kan pun jasa jasa tak penah di lupakan orang orang yang mengenal sosok papa Ridwan.
Di kantor, Haikal senyum senyum tak jelas dan membuat Raja dan Andra memandang nya dengan merinding.
" Tu anak kenapa ya Ja, dari tadi senyum senyum gak jelas, kemasukan jin iprit apa cemana ya?" tanya Andra yang langsung di jawab dengan mengangkat kedua bahunya karna gak tahu.
karena penasaran, Andra melempar pulpen ke arah Haikal dan tepay mengenai sasaran, Pulpen tersebut mendarat pas di kepala Haikal dan membuat Haikal terkejut.
" Apaan sih? ganggu kesenangan orang aja kalian" ucap Haikal dengan wajah kesal.
__ADS_1
Sedangkan Raja dan Andra langsung saling tatap mendengar ucapan Haikal, " Ganggu ganggu, kamu fikir dengan kamu melamun dan senyum senyum gak jelas kerjaan langsung beres gitu" sahut Andr dan di jawab anggukan kepala oleh Raja dengan wajah datarnya.
" Emang kenapa?" kali ini Raja yang bersuara.
"Nih..barusan aku dapat pesan dari adek, kalau pernikahan kami akan di majukan bertepatan tujuh bulanan anak kamu Ja, dan sekalian aqiqahan Baby Hulya" ucap Haikal memberitahu.
" Whaaat" ucap Andra terkejut, sedang kan Raja hanya bisa diam sambil berfikir sesuatu.
Dengan cepat dia langsung mengambil ponsel nya dan mengirimkan sesuatu pada sang istri tentang kebenaran yang di katakan oleh Haikal, dan di detk kemudian Raja menerma balasan pesan dari Cahaya kalau apa yang di katakan oleh Haikal ternyata benar.
Raja langsung merasakan kalau ini ada yang tidak beres, tapi apa ya kira kira, hanya author yang tahu, hehehe.
bersambung,
Kita lanjut besok yaa...
jangan lupa untuk selalu dukung semuakarua author ya guysssss.
1. Dokter cantik jodohnya predir tampan.
2.La Tahzan jangan bersedih.
3. Enemy But Merried.
Like, komen dan Vote yang banyak ya, plissss
Kash komen yang positif juga ya.
Da kasih hadiah yang banyak,anggap aja sedekah di bulan puasa.
__ADS_1
Teima kasih sebelumnya, dan authr mengucapkan terima kasih sebanyak banyak nya yang sudah mendukung author, dan berdoa semoga rezeki readers tercinta di lancar kan Aamiin.
Love You More.