Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 167


__ADS_3

Raja langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, di hapusnya air mata di ujung matanya, kemudian dia ingin kembali ke kamar untuk melihat Cahaya, namun saat berbalik raja begitu terkejut melihat seseorang berdiri tepat tak jauh dari Raja berdiri sambil memegang perutnya dan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


Deg.


" Sayang" panggil Raja dengan suara tercekat.


Mama Kia dan Tante Nita juga terkejut mlihat Cahaya sudah berdiri di hadapan mereka dengan mata yang sudah merah karena menangis.


Dengan perlahan Raja berjalan mendekati Cahaya dan berusaha merubah wajahnya seeprti biasa," sayang kenapa turun hemm?" tanya Raja sambil memegang kedua bahu Cahaya.


Cahaya hanya diam saja namun air matanya tetap mengalir di pipinya, Mama Kia mendekati Raja dan Cahaya.


" Sayang" panggil mama Kia namun Cahay hanya menatapnya dengan wajah yang sudah berlinang air mata.


" Kenapa mas tega nyembunyiin dari aku?" tanya Cahaya dengan suara yang begitu bergetar, dan itu sungguh membuat hati Raja bagai di sayat belati tajam.


" Sayang jangan nangis, mas minta maaf, sungguh mas gak bermaksud merahasiakan ini sama kamu, mas cuma gak mau kepikiran sayang" ucap Raja dengan memeluk tubuh Cahaya dengan erat.


" Tapi gak harus sembunyiin ini juga mas, mas jahat" ucap Cahaya yang sudah semakin sedih.


" Sayang dengarin mama, kamu tidak boleh terlalu seeprti ini sayang, ini akan berpengaruh pada kandungan kamu, sekarang karena kamu sudah tahu, mama mau kamu berbesar hati menerima nya, dan kita sama sama membuat kandungan kamu agar selalu sehat sampai nanti Aya melahirkan ya, dan kita terus meminta pada Allah agar bisa mempertemukan dengan calon anak kalian ini" ucap mama Kia yang langsung membuat Cahaya diam seketika.


" Sudah dong nangisnya, nih sekarang Aya minum susu dulu, biar calon bayinya sehat" ucap tante Nita memberikan segelas susu ibu hamil buat Cahaya.


Cahaya langsung menerimanya dan duduk di kursi yang ada di dapur untuk meminumnya,Raja mengelus kepala Cahaya dengan lembut, ada kelegaan di hati Raja karena istrinya bisa menerima kenyataan dan tidak sedih berlarut larut.


Setelah drama kejadian di dapur, setelah makan malam, Cahaya yang belum tidur asik melihat layar ponselnya membaca sebuah artikel dengan begitu serius, hingga Raja masuk ke dalam kamar Cahaya tidak mengetahuinya sama sekali.

__ADS_1


" Sayang lihat apa sih, kenapa serius banget liat hp nya sampai sampai Aii di sini gak di lirik?" tanya Raja.


Cahaya menatap suaminya sekilas kemudian ia melanjutkan melihat layar ponselnya, setelah itu ia langsung menyandar kan kepalanya di dada bidang suaminya.


" Ini Aii, Aya lagi artikel buat perkembangan calon anak kita, tentang makanan yang boleh dan tidak boleh di makan, dan makanan yang bisa membuat bobot berat calon bayi kita bisa cepat naik" ucap Cahaya memberitahu.


Raja tersenyum mendengar ucapan istrinya, Raja langsung mencium pucuk kepala istrinya, Raja bersyukur karena Cahaya bisa menerima kenyataan dan malah mau mencari tahu agar calon anak mereka bisa cepat naik berat badannya.


" Jadi sudah tahu apa yang harus mau di makan dan tidak boleh di makan" tanya raja.


" Sudah Aii, besok kita belanja ya, biar Aya makan makanan ini dan calon anak kita bisa cepat naik bobotna dan kalahin penyakit yang ada di rahim Aya" ajak Cahaya.


" No, kita suruh bibi aja ya, untuk sementara ini kamu istirahat dulu sayang, tidak boleh capek, dan semua yang mau kamu beli akan Aii suruh bibi beli" tolak Raja sambil mengelus rambur Cahaya yang indah di matanya.


Cahaya tersenyum dan langsung memeluk Raja dengan erat, " makasih ya Aii, Aii begitu peduli pada Aya dan calon anak kita" ucap Cahaya di dalam pelukannya.


" Apa pun untuk kalian akan Aii lakukan sayang, kalian adalah jantung hati Aii, dan kamu gak boleh sedih oke, kita sama sama berjuang agar anak kita sehat sampai waktunya dia di keluarkan" ucap Raja yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.


Andra merasa tiga bulan itu terlalu lama, Tiara yang mendengarnya hanya bisa tersenyum manis, " Kenapa jadi ngebet banget kamunya?" tanya Tiara.


" Habisnya aku uda gak sabar tidur di temani kamu, bisa peluk peluk kamu" jawab Andra dengan wajah di buat seimut mungkin.


" Kok jadi mesum gini sih?" ucap Tiara yang membuat Andra tertawa mendengarnya.


" Gak mesum sayang, cuma kadang kelewat iri ngeliat Raja dan Cahaya, apalagi liat kak Ara dan kak Azmi, bisa bebas kalau sudah halal" ucap Andra.


" Sabar lah, tiga bulan itu sebentar lagi kok, kalau di buru buru entar hasilnya gak maksimal, lagian semua wanita ingin yang terbaik untuk acara pernikahannya" ucap Tiara memberi tahu.

__ADS_1


" Kita akad saja dulu sayang" ucap Andra.


" Gak mau, Tiara mau semua nya jadi satu di hari yang sama, biar momennya terasa sayang" tolak Tiara dan membuat Andra tersenyum mendengar nya karena Tiara mengucapkan kata sayang.


" Heemmm, kayaknya porsi sabar aku harus di tambah ni" ucap Andra yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Tiara.


Saat sedang asik mengobrol, suara ketukan pintu di ketuk dari luar dan membuat Andra terkejut, sehingga Andra langsung pamit pada Tiara untuk meatikan sambungan telponnya.


Begitu di buka, Andra melihat Ratu yang berdiri dengan wajah yang sedikit mengantuk dan mengucek ngucek matanya.


" Kenapa dek?" tanya Andra merasa penasaran.


" Ikut adek yok, sebentar saja, ada bidadari bunting yang lagi merajok di kamar" ajak Ratu yang langsung membuat Andra menautkan alisnya bingung.


" Bidadari bunting apaan?" tanya Andra yang merasa aneh.


" Udah ikut aja dulu kak, nanti kakak akan tahu sendiri kalau sudah liat" ucap Ratu sambil menarik tangan Andra menuju kamar tempat tidur Ratu.


Begitu pintu di buka, mata Andra melotot melihat orang yang tadi katain bidadari bunting oleh Ratu yang sudah menangis sambil mengusap wajahnya dengan tisu yang sudah begitu banyak berserakan di lantai.


" Dia kenapa?" tanya Andra dengan heran sambil menatap wajah Ratu.


Ratu hanya bisa menaik kan bahunya menjawab tahu, " Adek ajak kakak ke sini buat bantu cari kak Azmi, adek ngantuk banget tahu gak, besok kuliah pagi" ucap Ratu.


" Emang kak Azmi kemana? terus kenapa ni ibu bunting di sini, malah buat rusuh lagi" tanya Andra.


" Gak tahu kak, makanya cepatan telpon atau cari" suruh Ratu yang langsung membuat Andra berdecak kesal.

__ADS_1


" Ck, merepotkan aja kamu kak" ucap Andra yang membuar Ratu tertawa, sedang kan Qiara malah masa bodo sambil mengusap air matanya yang sebenarnya tidak lah keluar.


bersambung.


__ADS_2