
Saat ini Cahaya sedang berdiri di depan cermin memperhatikan diri nya yang menurut nya terlalu mewah memakai gaun yang di beri kan oleh mama Kia yang di kirim langsung dari butik langganan keluarga Atmaja.
Arti yang sudah selesai langsung menhampiri Cahaya yang sedang mematung di depn cermin nya.
" Waahhh...kamu cantik banget Ya, yang tidak berdandan saja kamu cantik, apa lagi saat ini kamu berdandan, walau pun terlihat natural, tapi kamu terlihat berbeda, pasti nanti Raja pangling lihat kamu" ucap Arti yang membuat Cahaya terkejut.
" Kamu kalau mau masuk ketek pintu dulu kek, ini langsung nyerocos panjang banget kayak kereta api" sahut Cahaya yang langsung membenar kan hijab yang ia pakai.
Sedang kan Arti hanya terkekeh pada Cahaya dan duduk di tepi ranjang tempat tidur Cahaya.
" Tapi kenapa acara nya jadi di buat malam ini Ya, bukan nya tadi tante Kia bilang setelah kakak nya Raja lamaran ya?" tanya Arti.
" Kata mama Kia karna ini cuma acara khitbahan, jadi di percepat saja, lagian yang tahu juga hanya pihak keluarga saja, dan keluarga aku juga cuma kamu seorang kan, jadi kata mama Kia langsung di adakan malam ini juga" sahut Cahaya memberi tahu.
Arti hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, Arti kembali melihat Cahaya yang memang benar benar cantik memakai gaun yang di beri kan oleh keluarga Atmaja.
Sementara di kediaman Atmaja, semua persiapan sudah selesai, seluruh sahabat yang sudah di anggap keluarga oleh Kia dan Pandu juga sudah hadir di kediaman Atmaja, siapa lagi kalau bukan pasanagn Rika dan Firman, dan Ricki dan Naya.
Di dalam kamar Raja hanya bisa duduk tak bersemangat, Haikal dan Andra yang sudah selesai dan pasti nya ganteng bukan main langsung menghampiri Raja yang gak kelihatan batang hidung nya di lantai bawah.
" Ja kamu kenapa ngurung diri di kamar aja, ayo kebawah, bentar lagi Cahaya udah mau nyampek loh" ajak Andra.
" Iya Ja, ayo buruan ke bawah, kamu gak mau nyambut Cahaya" lanjut Haikal yang berbicara.
Raja hanya menatap kedua sepupu nya dengan tatapan lesu, dia mendesah kemudian kembali melihat ponsel nya yang ada di genggaman nya.
" Ja kamu kenapa sih?" tanya Haikal yang langsung duduk di samping Raja dan di susul Andra duduk di kursi meja belajar Raja.
" Cahaya menolah khitbahan dari aku" ucap Raja memberi tahu.
Haikal dan Andra yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja langsung menaut kan alis mereka dan pasti nya mereka saling tatapan.
" Loh bukan..." ucapan Haikal terputus karena di potong oleh Andra.
" Tapi walau pun begitu kamu juga gak boleh seperti ini dong Ja, kamu juga harus turun ke bawah dan sambut Cahaya, jangan gara gara kamu seperti ini Cahaya jadi semakin ilfil dengan mu nanti" ucap Andra yang membuat Haikal menatap bingung Andra.
Andra yang di tatapan langsung mengedip kan satu mata nya agar HAikal mengerti maksud nya, dan Haikal hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja.
" Yauda ayo buruan, jangan seperti anak ABG deh yang ngurung diri kalau lagi di tolak cinta nya" ucap Andra langsung menari tangan Raja agar turun ke bawah.
__ADS_1
Saat meneruni tangga, ternyata Cahaya dan Arti baru saja sampai di kediaman Atmaja yang langsung di supirin oleh supir keluarga Atmaja.
Para keluarga menyambut Cahaya begitu hangat sampai sampai Cahaya meras kalau dia kembali memiliki keluarga kembali.
Raja sendiri yang memperhati kan kehangatan yang di beri kan oleh keluarga nya pada Cahaya hanya bisa mendesah saja.
Seandai nya kamu ke sini emang untuk acara tunangan kita ya, tapi nyata nya kita hanya mkan malam biasa dan melihat tunangan Haikal dan Ratu saja, batin Raja yang sudah sampai di lantai bawah dan melihat cahaya yang begitu cantik di mata nya.
Cahaya yang melihat Raja baru turun menatap nya dengan senyuman yang begitu manis dari wajah Cahaya, Raja pun menyambut senyuman Cahaya dengan sedikit menyungging kan senyuman nya agar Cahaya.
" Raja pintar uga ya cari calon istri, bener bener cantik" ucap Firman yang di sambut gelak tawa keluarga lain nya.
Azmi yang duduk dengan Ara di kursi ruang tamu menatap seluruh keluarga Atmaja, " Sayang" panggil Azmi dengan suara pelan.
" Hemmm" sahut Ara tapi mata nya menatap ke gadis yang berdiri di sebelah Cahaya.
" Kenapa jadi mereka adik adik diluan yang tunangan, perasaan kita deh yang sibuk sibuk buat lamaran?" tanya Azi yang di undang tiba tiba oleh keluarga Atmaja, sehingga sekarang keluarga Azmi juga sudah berada di kediaman Atmaja.
" Karena ini hanya tunangan buat ngikat mereka aja Kak, kalau mereka sudah ada yang punya, lagian ketiga mumi itu juga bakalan di kirim ke Jerman setelah lamaran kita, karena keluarga Ara gak mau mereka dekat dekat sebelum janur kuning melengkung" ucap Ara memberi tahu.
" Kalau kita sudah selesai lamaran, aku juga gak boleh ketemu kamu dong kalau gitu" tanya Azmi.
Acara pun di mulai, Pandu sekalu kepala keluarga langsung berbicara untuk menghitbah Cahaya, dan kalau Ratu nanti nya Aldi lah yang berbicara.
" Assalamualaikum" ucap Pandu mengucap salam terlebih dahulu.
" Walaikumsalam" sahut semua yang ada di sana.
" Senang banget ya kita bisa berkumpul lagi, dan psati nya untuk acara khitbahan anak anak kita, gak terasa ya mereka semua sudah sebesar ini, rasa nya baru kemarin aku masih gending gendong mereka dan menimang nya sambil sholawatin agar mereka tidur" ucap Pandu menatap kedua anak anak nya.
" Tapi aku senang karena mereka menjadi anak yang berbakti pada orang tua, dan psati nya juga jadi anak shleh dan sholeha" sambung Pandu dan di sambut senyuman dari semua keluarga.
Yasdah langsung aja ya ke acara yang buat Raja dag dig dug terkejut, biar cepat, hehehe.
" Malam ini, di mana saya mau menghitbah seorang wanita cantik, wanita yang begitu di cintai oleh anak saya, sampai sampai selama empat tahun dia seperti orang gila mencari dimana kebaraadan gadis itu" ucap Pandu melirik Raja yang duduk di sebelah nya.
Sedang kan Cahaya yang duduk di hadapan Raja hanya bisa mengangguk kan kepala nya menuduk malu, sedang kan Raja yang belum tahu kalau dia hanya di kerjai merasa sedih kenapa papa nya harus kembali bertanya pada Cahaya lagi, yang akan membuat hati nya semakin sakit dan malu saat Cahaya kembali menolak khitbahan nya.
" Dan gadis yang di cintai oleh Raja Bumi Atmaja, putra saya satu satu nya, yang kata nya sifat nya sebelas dua belas dengan saya, mau menghitbah wanita yang saat ini duduk di hadapan nya, wanita yang memakai baju berwarna biru muda, yang sedang menundukkan kepala nya karena malu" ucap Pandu mengantung karena melihat reaksi anak nya yang juga menduduk kan kepala nya karena bersiap siap akan malu setelah mendengar ucapan Cahaya nanti nya.
__ADS_1
" Nak Cahaya mau kah menerima khitbahan dari Raja Bumi Atmaja" ucap Pandu pada Cahaya yang menatap Cahaya dan seluruh keluarga juga menatap Cahaya menunggu jawaban yang keluar dari mulut Cahaya.
Cahaya yang di tanya kedua kali nya tetap merasa jantung nya berdetak begitu cepat, Ia melihat ke arah dimana Kia duduk, Kia langsung tersenyum dan mengangguk kan kepala nya menyruh Cahaya menjawab pertanyaan dari suami nya.
Cahaya kembali melihat Raja yang sama sekali tidak melihat nya, kemudian Cahaya melihat seluruh keluarga Atmaja yang sedang melihat ke arah nya menunggu jawaban yang keluar dari mulut nya.
Cahaya menarik nafas nya sesaat, kemudian mengeluar kan nya dengan pelan, " Bismilah" ucap Cahaya yang pasti nya masih di dengar semua nya.
" Cahaya menerima khitbahan dari Raja Bumi Atmaja menjadi tunangan nya karena Cahaya juga mencintai Raja, sama seperti Raja mencintai Cahaya" ucap Cahaya dengan suara bergetar menahan tangis bahagia nya.
Deg
Raja langsung mengangkat kepala nya karena terkejut mendengar ucapan Cahaya, jantung nya seperti berhenti berdetak, kata kata Raja kembali terngiang nginag di telinga nya, dan Raja langsung tersadar saat seluruh keluarga mengucap kan hamdalah saat Cahaya menerima khitbahandari keluarga Atmaja untuk putra nya Raja.
" Alhamdulillah" ucap seluruh keluarga.
Kia langsung pindah duduk ke dekat Cahaya dan memasang kan cincin yang sudah di siap kan untuk Cahaya.
" Di jaga ya sayang, ini adalah tanda pengikat hubungan kamu dan Raja saat kalian berjauhan nanti nya" ucap Kia setelah selesai memakai kan cincin di jari manis Cahaya.
Setelah itu Kia kembali pindah duduk ke sebelah anak nya untuk menyemat kan cincin di jari manis Raja.
" Jaga hati mu setelah ini ya sayang, karena kamu sudah mempunyai tunangan yang akan menjadi pendamping hidupmu seumur hidup mu nanti setelah kalian menikah, Cahaya begitu percaya dengan cinta mu pada nya sayang" ucap Kia mencim kening putra nya dengan lembut.
Raja yang melihat semua nya masih bertanya tanya dan tidak percaya, dia menatap mama nya yang tersenyum manis pada nya.
" Ma..bukan nya tadi mama bilang kalau..." ucapan Raja terpotong oleh ucapan Ara.
" Kalau kamu di prank oleh kami, Hahahaha" ucap Ara tertawa.
Raja melihat mama nya setelah mendengar ucapan Ara, Kia mengangguk membenar kan ucapan Ara.
bersambung.
Panjang bener di part ini, hehehehe.
__ADS_1