
Seperti biasa Pandu mengantar Kia ke rumah sakit, setelah itu Pandu langsung melanjutkan perjalanan nya menuju kantor, Kia yang sudah berada di rumah sakit entah kenapa merasa begitu mual dan pusing, Kia langsung berjalan cepat untu masuk ke dalam ruangan nya.
Saat sudah sampai di dalam ruangan nya, Kia langsung menduduk kan tubuh nya dan menelungkup kan kepala nya di atas meja, Rika yang melihat Kia berjalan begitu cepat langsung berniat menyusul Kia ke dalam ruangannya.
Saat sudah sampai di ruangan Kia, Rika begitu terkejut melihat Kia, " Kia kamu kenapa?" tanya Rika yang melihat Kia menidur kan kepala nya di atas meja.
Kia yang mendengar ada suara sahabat nya langsung mengangkat kepala nya, dia tersenyum melihat Rika sudah berada di samping nya. Rika yang melihat wajah sahabat nya begitu pucat pun langsung terkejut.
" ya ampun Kia muka kamu pucat sekali, kamu gak apa apa?" tanya Rika sudah khawatir.
"Gak apa apa kok Ka, cuma sedikit lemas aja, mungkin pengaruh karena horman aja" jawab Kia berusaha tersenyum.
"Gak papa apa nya, kalau kamu gak sanggup buat kerja ngapain di paksain sih Kia, kamu itu istri nya seorang sultan, jadi kamu tiduran di rumah juga kamu masih hidup enak tau, kamu sekarang lagi hamil Kia, kamu harus jaga kandungan kamu" ucap Rika sudah marah marah.
"Aku gak apa apa kok Ka, kamu terlau berlebihan, yasudah aku mau visit ke ruangan psien dulu" sahut Kia dan langsung beranjak meninggal kan Rika.
Rika hanya memandang punggung Kia dari belakang, Rika pun menyusul Kia keluar dari ruangan, Rika juga melakukan hal yang sama untuk menemani sahabt nya visit, saat sudah memasuki ruangan untuk visit mmeriksa pasien tiap ruangan, Kia merasa tubuh nya semakin mual, karena sudah tidak tahan, ahkir nya Kia berlari ke dalam toilet di salah satu ruanagn pasien.
Kia memuntah kan cairan kuning saja, karena saat serapan pagi tadi Kia hanya meminum susu ibu hamil saja, Dia begitu mual kalok pagi, jadi nya Kia tidak mau serapan.
Rika yang melihat Kia muntah muntah pun langsung memejit tengkuk Kia agar Kia segera merasa nyaman.
"Kamu sih aku bilang apa Kia, kalau kau gak sanggup gak usah di paksa" ucap Rika memari sahabat nya itu.
Kia tak mengubris ucapan Rika, Dia terus memuntah kan isi perut nya walau pun hanya cairan kuning yang keluar, karena sudah begitu lemas, Kia sudah tak sanggup lagi menahan tubuh nya, Ahkir nya Kia pingsan di dalam kamar mandi ruangan pasien, untung ada Rika yang langsung memegang tubuh Kia agar tidak jatuh ke lantai.
" ya ampun Kia, kau kenapa jadi pingsan gini" ucap Rika yang sudah panik.
Rika langsung meminta tolong pada keluarga pasien untuk memanggil suster atau perawat untuk membantu Kia membawa keluar dari dalam kamar mandi, kebutan sekali Bayu dan Ricki melewati ruangan tersebut, mendengar keluarga pasien minta tolong pada mereka, dengan segera mereka masuk ke dalam ruangan pasien dan masuk ke dalam kamar mandi.
Begitu masuk ke dalam kamar mandi, Ricki dan Bayu terkejut melihat Kia yang pingsan di pegangai Rika yang sudah menahan tubuh nya.
"Rika..Kia kenapa? kok pingsan di sini?" tanya Ricki dan Bima secara bersamaan.
"Aduh kak, nantik aja nanyak nya, sekarang tolong bawak Rika ke IGD dulu" Sahut Rika yang sudah panik melihat kondisi Kia.
Dengan cepat Ricki mengangkat tubuh Kia dan berlari ke IGD untuk segera memeriksa keadaan Kia dan bayi nya, Sedang kan Bayu dan Rika menyusul dari belakang.
__ADS_1
Begitu sampai di IGD Ricki dan Bayu langsung memeriksa kondisi Kia, setelah selesai dan tidak ada masalah yang terlalu berisko, Kia langsung di pindah kan ke ruangan rawat VVIP.
Ricki pun langsung menghubungi Pandu untuk memberi tahukan kondisi Kia yang pingsan.
Tuut..tutt...tut ( bunyi suara nada tunggu)
"Hallo" sapa Pandu dari telpon nya.
"Kia pingsan, segera lha kamu ke rumah sakit" sahut Ricki saat sudah mendengar suara Pandu, begutu bicara Ricki langsung mematikan sambungan telpon nya tanpa mendengar jawaban Pandu.
Pandu yang mendengar kalau istri nya pingsan langsung diam mematung beberapa saat. Aldi yang melihat Pandu diam mematung setelah menerima telpon entah dari siapa pun langsung menghampri Pandu.
"Ndu ada apa?" tanya Aldi khawatir melihat wajah Pandu.
Pandu yang mendengar suara Aldi langsung tersadar, " Kita ke rumah sakit sekarang Al, Kia pingsan di rumah sakit" sahut Pandu langsung berlari keluar dari ruangan nya menuju Lift.
Aldi yang mendengar ucapan Pandu pun begitu terkejut, ia berlari mengjar Pandu. Untung saja mereka baru selesai meeting dengan Klien, jadi Pandu dan Aldi dengan cepat langsung menjujuke rumah sakit untuk menemui Kia.
Anita yang mendapat kabar kalau Kia pingsan dari Rika langsung berlari menemui Kia di dalam ruangan nya, saat membuka pintu Anita melihat ada Bayu, Rika dan Ricki di dalam nya.
"Kia tidak apa apa kak, dia hanya kekurangan cairan dan asupan makanan, maka nya saat Kia muntah muntah tadi dia langsung pingsan dan demam juga" sahut Ricki memberi tahu.
Anita langsung merasa lega setelah mendengar penjelasan Ricki, sedang kan Bayu mendengar kalau Kia saat ini sedang hamil.
Apa Kia hamil, pantes saja kemarin aku melihat Kia sedikit berbeda, ternyata Kia lagi hamil anak nya Pandu.gumam Bayu dalam hati melihat ke arah Kia yang berbaring di atas tempat tidur.
Bayu memang tidak mengetahi kalau Kia hamil, saat Kia memberi tahukan pada Rika dan Ricki semalam, Bayu tidak ada di sana karena dia sedang mengurusi perusahaan keluarga nya di luar kota, jadi Bayu tidak datang praktek ke rumah sakit.
Bersambung....
Dukung author slalu ya readers, dengan Like, Komen dan Vote yang banyak, agar Novel Author bisa berada di rangking atas, pliis mohon dukungan nya dari readers tercinta.
Share novel Author ya gaiiis, biar makin banyak yang baca.
Terimah kasih banyak.
salam sayang dari Author buat readers semua.
__ADS_1
I love You All.
Pandu Bumi Atmaja
Azkia Puteri Wirawan
Aldi Tama Kesuma
Widya Riasti
Ricki Pradana
Rika Amelia
Bayu Prasetya
Firman Alamsyah
Visual versi Author ya guys, kalau kurang cocok bisa ngehalu sendiri visualnya menurut Readers yang cocok.
Terima Kasih Banyak
__ADS_1