
Pandu yang melihat kepergian kakak dan kakak ipar nya langsung kembali duduk di kursi samping ranjang Kia.
" Kamu dengar sayang, begitu banyak yang sayang dan peduli sama kamu, sampai sampai mereka semua memaki mas sudah seperti anak tiri yang mencuri makanan, tapi semua itu memang pantas mas dapat kan sayang, karena ulah mas yang bodoh ini, membuat kamu malah terbaring di sini, maaf kan mas sayang, maaf kan mas" ucap Pandu yang terus terusan mencium tangan Kia.
Berita Kia masuk rumah sakit sudah menyebar ke mertua dan para sahabat nya, siapa lagi yang memberi tahu kalau bukan Ricki, kalau mertua Kia jelas yang memberi tahu Anita, bahkan Anita memberi tahu kan pada mama dan papa nya dengan emosi.
Mama Dewi dan papa Ridwan yang kebetulan ada di Yogyakarta langsung pulang detik itu juga untuk melihat kondisi menantu nya.
Walau pun Anita sudah mengatakan kalau Kia sudah tidak apa apa, tapi tetap saja mertua Kia tetap pulang.
Pukul 03.00 dini hari, Kia bangun dari tidur nya, Kia merasakan kepala yang begitu pusing akibat baru bangun dari tidur nya, di tatap nya sekeliling ruangan, dia tahu kalau saat ini dia sedang berafa di rumah sakit.
Kia merasakan kan kalau tangan nya di genggam seseorang, di lihat nya perlahan ke samping kanan dan air mata Kia langsung keluar begitu melihat siapa yang duduk di sambil tertidur dan memeluk tangan Kia.
Mas kamu di sini, Kia kira kamu tidak mau melihat Kia lagi karena kejadian di kafe itu, sungguh Kia tidak tahu kalau akan di peluk mas, Kia takut mas akan tinggalin Kia, batin Kia dengan terisak sambil mengelus kepala Pandu dengan tangan satu nya lagi yang ada jarum impus nya.
Pandu yang samar samar mendenger suara isakan tangis dan merasakan ada yang mengelus kepala nya langsung mengangkat kepala nya perlahan.
Kia terkejut karena tangisan nya dan karena tangan nya megelus kepala Pandu, ahkir nya Pandu terbangun dari tidur nya.
" Ma...aaf Mas Kia gara gara Kia mas jadi terbangun" ucap Kia ketakutan Pandu akan marah.
" Sayaang" ucap Pandu langsung memeluk Kia.
Kia terkejut karena Pandu langsung memeluk tubuh nya, Kia hanya mematung diam merasakan pelukan suami nya yang memang sebenar nya sangat di rindu kan nya.
" sayang mas panggil kan Ricki dulu ya, biar kamu di periksa dulu" ucap Pandu langsung melepas kan pelukan nya dan mencium pucuk kepala Kia terlebih dahulu.
Setelah itu Pandu langsung menghubungi Ricki karena Ricki memang di suruh standbay di rumah sakit untuk berjaga jaga kalau Kia kenapa napa.
Kia hanya diam saja tanpa berucap satu kata pun, Dia hanya melihat suami nya yang sedang menghubungi Ricki.
" Ki segera ke ruangan Kia, Kia sudah sadar" ucap Pandu dari telpon.
Tuuut
__ADS_1
Ricki yang hendak menyahut pun langsung di matikan sepihak oleh Pandu begitu saja.
" Dasar teman gak ada ahklak, uda gangguin orang lagi enak enak tidur" umpat Ricki langsung beranjak dari tempat tidur khusus pasien yang ada di ruangan nya.
Ricki pun membuka pintu ruangan Kia begitu saja tanpa mengetuk nya, saat dia masuk, pemandangan pertama yang di lihat nya adalah Pandu yang terus menatap Kia sambil memegang tangan Kia dengan erat, sedang kan Kia hanya diam saja dan melihat wajah suami nya.
" Kalau mau bicara ya bicara saja, jangan pandang pandangan gitu, emang kalian ngerti bahasa hati kalian" ucap Ricki yang sudah berada di samping tempat tidur.
Pandu yang mendengar langsung menatap tajam Ricki, sedang kan Kia hanya melihat saja tanpa ekspresi.
Ricki memulai memeriksa Kia, walau pun Pandu ingin marah kenapa Ricki tidak membawa dokter perempuan, tapi di tahan nya karena tidak mau Kia semakin marah pada nya.
" Kia sudah tidak kenapa napa,setelah makan dan minum obat Kia pasti sudah enakan lagi, nanti aku suruh suster untuk mengambil kan makanan untuk Kia" ucap Ricki langsung.
" Maksih ya kak, gara gara Kia kakak jadi ikut menginap di rumah sakit" ucap Kia pada Ricki.
" Tidak perlu berterima kasih sayang, itu memang tugas dia" ucap Pandu dengan tatapan kesal pada Ricki.
" Ck..Pandu.. Pandu, besok besok kalau marah jangan suruh Kia main hujan hujanan, sekalina aja kalian main tembak tembakan biar lebih seru" ucap Ricki sengaja menyindir Pandu.
" Oke aku pergi dulu, mau menyambung mimpi indah dengan adek Naya, jangan lupa makan dan minum obat nya ya" ucap Ricki langsung keluar dari ruangan Kia.
Sebenar nya Ricki ingin lama di sana, tapi dia sedikit merinding karena melihat tatapan Pandu seperti sinha yang menerkam musuh nya.
" Sayang kamu makan ya, siap itu minum obat" ucap Pandu karena melihat suster mengantar makanan untuk Kia.
" Iya mas" sahut Kia.
Pandu dengan telaten menyuapi Kia, setelah selesai makan, Pandu langsung meminum obat yang sudah di kasih Ricki.
Saat ini Pandu dan Kia hanya diam saja, ada rasa takut di diri mereka untuk berbicara mengenai kejadian yang di kafe semalam.
" Sayang" panggil Pandu sedikit ragu.
" Iya Mas" sahut Kia.
__ADS_1
" Mas minta maaf ya, gara gara ke egoisan Mas, kamu jadi seperti ini" ucap Pandu yang sudah duduk di samping Kia.
Kia langsung mengeluar kan air mata nya, Kia senang ahkir nya Pandu tidak marah lagi dengan nya, Kia terus mengucap syukur sambil menatap wajah suami nya.
Pandu yang melihat Kia menangis berfikir kalau Kia tidak memaaf kan nya, Pandu sadar perbuatan nya semalam memang sudah keterlaluan.
Pandu sudah menuduh Kia yang tidak tidak, di tambah Pandu menurun Kia begitu saja di tengah jalan.
" Sayang mas mohon, jangan marah sama Mas, kamu bisa pukul Mas, kamu bisa tampar mas sepuas kamu, tapi mas mohon jangan marah sayang, jangan pergi tinggal kan mas" ucap Pandu yang sudah mengeluar kan air mata nya.
Kia yang melihat Pandu menangis pun semakin merasa bersalah karena di sini Kia juga salah yang tidak bisa menahan emosi nya dan meminta turun di tengah jalan, Kia ingin berbicara tapi Pandu langsung berbicara kembali.
" Mas rela besok pasti mama dan papa akan memaki mas, seperti kak Nita memaki mas tadi sore, tapi itu semua gak sebanding dengan apa yang uda mas lakukan ke kamu sayang, mas mohon jangan perna tinggalin mas, maafin mas sayang" ucap Pandu lagi kini sudah memohon pada Kia.
Azkia Putri Wirawan
Ini author ganti visual nya Azkia Putri Wirawan ya, karena banyak banget yang kurang suka, nahh ini menurut Author uda cocok banget, karena Sikap Kia yang lemah lembut.
Semoga Readers suka ya...
Bersambung
Jangan lupa untuk Like,komen yang positif dan vote
kasih 🌹
kasih ☕
dengan seikhlas hati 😊😊
Terima kasih yang sudah mendukung karya author, dan author ucap kan banyak banyak terima kasih.
Love you more 😊😘
__ADS_1