
Setelah selesai sholat magrib, Keluarga Atmaja mengadakan makan malam bersama untuk meraya kan kemenangan Ara saat lomba pensi di sekolah nya.
Widya, Rika dan Ricki datang secara bersamaan karena mereka memang dari rumah sakit, tak lama Firman datang bersama dengan Reza karena mereka dari kantor.
Saat makan terkadang mereka sesekali bercanda untuk menjahili Ara agar suasana menjadi ramai, Tapi tidak dengan Reza.
Reza selalu mencuri curi Rika yang tertawa kekeh karena ulah Ara, dan hal itu di perhatikan oleh Firman karena Firman duduk tepat di sebelah Rika.
Firman tahu kalau Reza belum bisa melupa kan Rika, tapi Firman tidak marah pada Reza karena dari tadi slalu memperhati kan Rika dari sebrang meja.
" Nak Aldi gimana persiapan pernikahan kalian yang akan di ada kan dua minggu lagi, apa ada kendala?" tanya Mama Dewi saat semua nya sudah selesai makan dan duduk di ruang keluarga.
" Alhamdulillah sudah 70% tan, dan minggu depan kita mau buat fhoto preweding" doain semua nya lancar ya Tan, Om" ucap Aldi meminta doa agar acara pernikahan nya lancar sampai hari H.
" Tante sama Om pasti akan doa kan yang terbaik untuk acara pernikahan kalian" sahut mama Dewi dengan senyum tulus nya.
" Terus kamu kan Ki, Aldi dan Firman saja sudah punya pasangan, Firman juga sebentar lagi akan melamar Rika, trus kamu kapan nyusul" tanya Tante Dewi yang sontak membuat Ricki tersedak makanan saat memakan puding yang di sediakan bibi barusan.
"Uhuuuk uhuuuuk uhuuuuk" batuk Ricki.
" Kamu kalau makan yang benar dong Ki" ucap Bima sambil menyerah kan air putih yang ada di atas meja.
" Aku terkejut karna mendengar ucapan Tante, maka nya jadi tersedak" sahut Ricki sudah sedikit tenang.
" Jadi kapan kamu nyusul Ki, usia kamu itu sama dengan mereka, Pandu bahkan sebentar lagi sudah mau punya anak, kamu masih betah aja sendiri" ucap mama Dewi lagi.
" Yeee Pandu kan karena nerobos aku waktu di rumah sakit dulu tan, kalau tidak ya aku yang sekarang jadi suami Kia" ucap Ricki dengan santai nya.
Pandu yang mendengar itu langsung menatap Ricki dengan tatapan membunuh, Ricki yang melihat tatapan mata Pandu langsung menelan air liur nya dengan susah.
" Aku hanya bercanda Ndu, jangan di bawa serius" ucap Ricki sambil mengangkat tangan jari nya berbentuk huruf V.
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan itu tertawa melihat kelakuan Ricki yang selalu membuat lucu.
" Ricki lagi ngejar seseorang yang lagi kerja di rumah sakit kita Ma, mungkin sebentar lagi dia akan nyusul Aldi dan Firman" ucap Anita memberi tahu pada semua.
" waahhh benar kah, Kia senang sekali dengar nya kak" ucap Kia bahagia karena Ricki lagi dekat dengan wanita.
" Tapi siapa cewek yang lagi di dekati kak Ricki, kok Kia gak tahu" tanya Kia lagi.
" Dia bekerja jadi apoteker di rumah sakit kita, anak nya cantik, sopan dan sayang banget sama keluarga nya" ucap Anita karena bisa melihat saat kejadian waktu meninggal nya ayah Naya.
" Jadi yang membuat ini anak galau waktu itu karena cewek, wahhhhh pasti diri mu di tolak kan sama cewek itu, maka nya saat aku dan Rika datang ke ruangan mu kamu seperti orang galau" ucap Firman menyelediki.
" Enak aja kamu ngomong, aku bukan di tolak, ngatain cinta aja belum" sahut Ricki membela diri.
" Sudah sudah kalian ini apain sih, Om jadi pusing dengar nya, karena sudah malam Om pamit mau masuk kamar dulu buat istirahat" pamit papa Ridwan dan di susul mama Dewi.
Kerena sudah malam, semua nya pamit untuk pulang, Firman, Rika dan Reza satu mobil, karena Rika tadi menumpang di mobil Ricki, jadi Firman mengantar Rika pulang ke rumah nya.
Di dalam mobil suasana menjadi canggung, Rika tidak berani berbicara karena merasa segan dengan Reza, sedang kan Firman bingung mau berbicara tentang apa, sedang kan Reza yang menyetir mobil, fokus melihat jalanan dan sesekali melirik Rika yang duduk di kursi belakang melalui kaca spion tengah.
Setelah menempuh perjalanan sekita 45 menit, Mobil yang di kendarai Reza telah sampai di depan rumah Rika
Rika pun langsung turun dan pamit pada Firman dan juga Reza, Firman dan Reza pun tersenyum pada Rika, setelah Rika masuk ke dalam rumah, Reza kembali melaju kan mobil nya.
Keesokan hari nya, Ricki yang lagi santai di ruangan nya, di kejut kan dengan kedatangan seseorang yang mengetuk pintu ruangan nya.
Tok..tok..tok
" Masuk" ucap Ricki dari dalam.
Naya masuk ke dalam ruangan Ricki dan menyapa Ricki yang sedang fokus membaca data pasien nya.
__ADS_1
" Selamat pagi Dokter Ricki" sapa Naya yang berdiri di depan meja nya.
Ricki langsung mendongak kan kepala nya dan terkejut melihat wanita yang ahkir ahkir ini membuat fikiran nya sedikit kacau.
" Na..yaa" ucap Ricki gugup.
Naya tersenyum kemudian menyerah kan amplop di atas meja Ricki.
" Maaf Dok menganggu waktu nya, saya cuma mau menyerah kan ini sama Dokter" ucap Naya dengan lembut.
" Apa ini Nay?" tanya Ricki sambil menujuk amplop dengan jari telunjuk nya.
" Itu uang yang waktu itu Dokter pinjam kan saat jenazah ayah saya mau di bawa ke rumah saya, untuk hutang saya yang sudah Dokter lunasi dengan juragan minggu lalu, saya akan cicil dengan gaji saya tiap bulan Dok" ucap Naya memberi tahu.
Ricki tersenyum mendengar penjelasan Naya, dia pun berdiri dari kursi nya dan mengambil amplop yang berisikan uang itu.
" Kamu ambil saja uang ini, karena itu memang di beri keringanan untuk keluarga yang bekerja di rumah sakit ini, bukan pakai uang saya" ucap Ricki sambil menyodor kan amplop itu kembali pada Naya.
" Dan untuk uang yang kenarin, kamu dan ibu kamu juga tidak perlu memikir kan nya, karena saya tidak mau kalian jadi kerja banting tulang hanya untuk membayar nya pada saya" sambung Ricki lagi.
Naya hanya diam saja sambil memandang Ricki yang berdiri di hadapan nya, amplop yang di tangan Ricki juga belum di ambil nya lagi.
" Kamu hanya perlu tahu Nay, kalau aku membantu kamu dengan ikhlas, aku gak akan meminta kamu untuk membayar uang itu, yang jelas kamu sekarang harus bisa membahagia kan ibu dan adik kamu,karena hanya kamu yang bisa membuat mereka bahagia" ucap Ricki lagi.
*Belun saat nya aku mengungkap kan isi hati ku pada Naya, aku takut Naya malah akan menjauhi ku, batin Ricki setelah berbicara dan menatap Naya dengan intens.
Bersambung*...
Jangan lupa tinggal kan jejak ya readers tercinta, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak plissss.
Dukungan kalian sangat berarti untuk Author dan, buat author makin semangat buat nulis nya.
__ADS_1
Salam sayang Author untuk Readers tercinta.
Love You More 😊😊