
Di kediaman Atmaja, Ratu yang baru pulang sekolah di jemput dengan mang Madi langsung turun dari mobil nya, baru beberapa langkah berjalan, Ratu membalik kan badan nya saat melihat mobil masuk ke dalam pekaranagan rumah nya.
" Kak Haikal" teriak Ratu dan langsung bergelayut manja di lengan Haikal.
Semua yang di lakukan Ratu dapat di lihat oleh Raja dan Andra, Haikal hanya melirik Raja dan Andra, setelah itu dia melihat wajah Ratu yang lelah setelah pulang sekolah.
" kenapa dek? ada yang bisa kakak bantu?" tanya Haikal.
" Eheeem...nanti Karin dan Sabrina akan ke rumah, kita mau ngerjai tugas kelompok bareng, kakak bantu ya" ucap Ratu dengan suara manja nya.
Raja dan Andra yang melihat itu saling menatap, mereka langsung berfikir apa adik nya itu menyimpan rasa pada Haikal juga.
" Waaah nanti neng India ke sini ya" Tanya Andra dengan senyuman di wajah nya mendengar nama Karrin.
" Iya kak, kalian bisa buat flog bareng deh nanti, pasti banyak yang nonton" ucap Ratu sambil terkekeh.
Raja langsung melangkah masuk karena males mendengar pembicaraan mereka, di susul Haikal dan Andra, Ratu yang tidak di gubris merasa kesal dan menghentak kan kaki nya menyusul ketiga pangeran tampan masuk ke dalam rumah.
*****
Di toko roti, Cahaya masih memikir kan kata kata Wisnu yang entah kenapa membuat hati nya sakit, di tambah Raja saat ini tidak ada menemui nya dan menghubungi nya.
"Apa benar Raja sebenar nya mencintai Tiara, tapi karena Tiara pernah menyakiti nya, sehingga Raja sekarang menjauhi Tiara" ucap Aya sambil mengetuk ngetuk jari telunjuk nya di meja.
" Tapi semalam Raja mencerita kan pada ku di Apertemen nya kalau Raja tidak pernah mencintai Tiara, dan aku melihat kejujuran di mata Raja, apa benar Wisnu hanya ingin membuat aku dan Raja saling menjauh" sambung ya lagi.
Saat sedang melamun, Aya di kaget kan dengan suata ketukan pintu dari luar, dan masuk lah Arti, sahabat Aya yang sudah seperti saudara bagi Aya.
" Kamu kenapa sih? dari tadi aku perhati kan seperti nya lagi ada masalah?" tanya Arti yang melihat sahabat nya dari lantai lantai bawah tadi seperti sedang masalah.
" Tidak...tidak ada apa apa, aku hanya memikir kan tentang kemah besok, sebenar nya aku malas ikut, tapi ini malah di wajib kan, kamu kan tahu, aku paling benci sama yang nama nya hutan" ucap Aya memberi kan alasan pada Arti.
__ADS_1
" Kalau kamu tidak sanggup, kamu kan bisa memohon pada rektor kamu kalau kamu tidak bisa ikut, jangan dipaksa kan lah, aku takut kamu kenapa napa nanti di sana Ya" ucap Arti merasa kan kekahawatiran untuk sahabat nya.
" Tidak apa apa Ar, di sana itu banyak orang kok, lagian ini salah satu tugas agar kami bisa lulus dari mata kuliah, kalau aku tidak mengikuti nya, aku gak akan lulus" sahut Aya.
" Yasudah ayo aku temani kamu belanja untuk kebutuhan kamu besok, keburu malem nanti gak jadi belanja, besok pagi pagi kamu harus uda berangkat kan" ajak Arti dan langsung di angguki kepala oleh Aya.
Di supermarket, Cahaya dan Arti berkeliling sedang mencari perlengkapan untuk di bawa besok, namun saat Aya ingin mengambil pop mie, gak senagaja Aya melihat Tiara yang kebetulan sedang mengambil makanan yang sama dengan yang Aya ambil.
" Aku ambil agak banyak deh, mana tahu Raja gak ada bawa eperlengkapan buat besok, kan kasian kalau dia di sana nanti kelaparan" ucap Tiara yang berbicara sendiri sambil mengambil beberap cup pop mie yang di dengar oleh Aya.
Entah kenapa Aya mendadak sesak di dada nya saat mendengar nama Raja di sebut Tiara,
Aya langsung berjalan meninggal kan Tiara yang kebetulan tidak melihat nya, Arti yang melihat Aya berbalik menatap Aya heran dan mengikuti Aya dari belakang.
Ternyata Tiara begitu perhatian pada Raja, tapi kenapa aku menjadi sesak begini saat dia menyebut nama Raja, batin Cahaya meremas ujung baju nya, dan semua itu di lihat oleh Arti.
Setelah selesai, Raja menidur kan tubuh nya terlentang sambil menatap plafon kamar nya.
" Entah kenapa besok seperti terjadi sesuatu, perasaan ku sedikit tenang untuk perkemahan besok" ucap Raja sambil menyentuh dada nya.
Andra dan Haikal yang juga sudah selesai memberes kan perlengkapan untuk di bawa besok langsung masuk ke dalam kamar Raja.
" Kenapa kamu? seperti ada yang di fikir kan?" tanya Haikal.
" Gak tahu kenapa seperti nya terjadi sesuatu saat di kemah, dan aku memikir kan Aya" ucap Raja.
" Gak usah di fikir kan, besok kita sama sama menjaga Aya, dan kalau ada apa apa pasti lah kita bantu kamu dan Aya" ucap Andra.
Raja menarik nafas nya dalam dalam, kemudian dia duduk dari tiduran nya dan bergabung di sofa yang ada di kmar nya.
__ADS_1
" Gimana Kal, uda bisa lihat kalau adik juga punya rasa sama kamu?" tanya raja.
" Aku belum memikir kan itu Ja, lagian dia masih fokus sama ujian kenaikan kelas nya kan" ucap Haikal.
" Kamu harus cepat melihat rasa cinta Ratu pada mu Bro, takut nya Rati keburu di rebut orang" ucap Andra dengan kekehan.
Raja yang mendengar nya pun ikut tertawa, sedang kan Haikal sebal dan melempar bantal sofa ke wajah Andra.
*****
Ara yang baru masuk rumah dengan pakaian penuh darah langsung membuat Anita dan Kia terkejut bukan main.
" Sayang kamu kenapa? kenapa baju kamu penuh dengan darah begini?" tanya Anita merasa khawatir.
Kia yang melihat Azmi baru memasuki rumah langsung bertanya pada Azmi.
" Az apa yang terjadi? kenapa Ara pakaian nya penuh darah begini?" tanya Kia.
Azmi mau menjawab, namun Ara dengan cepat berbicara pada dua wanita yang begitu dia sayanagi.
" Mama...Tante..Ara gak kenapa napa, Ara tadi hanya membantu pasien yang kecelakan dan ini semua darah pasien" ucap Ara menjelas kan.
Anita dan Kia menatap Azmi yang berada di samping Ara, Azmi langsung mengangguk kan kepala nya tanda membenar kan ucapan Ara, dan itu langsung membuat Anita dan Kia menghela nafas karena lega tidak terjadi apa apa dengan Ara.
" Syukur lah sayang tidak terjadi apa apa sama kamu, mama khawatir banget tadi, yasudah sekarang kamu mandi dulu, bersih kan tubuh kamu" ucap Anita dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Ara.
bersambung.
__ADS_1