
Sedangkan Cahaya dan Raja hanya bisa melihat Andra dari jendela kamar mereka saja.
" Aii apa kamu tidak bisa membantu untuk menyatukan cinta Andra dan Tiara?" tanya Cahaya yang langsung membuat Raja menatap ke arahnya dengan tatapan tidak bisa di baca oleh Cahaya.
Cahaya yang takut melihat tatapan suaminya hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.
" Ehhmmm lupakan saja omongan Aya tadi Aii, bukan maksud Aya, tapi" ucapan Cahaya langsung di potong Raja.
" Sssuuuuutss, bukan Aii tidak mau membantu Andra sayang, tapi biarkan Andra berusaha sendiri untuk mencari cinta sejatinya, kalau memang Tiara adalah jodoh Andra, kita hanya bisa mendukungnya, tapi kalau sebaliknya, kita bisa apa, hanya Allah yang tahu jawabannya, yang kita kasih untuk Andra adalah semangat sayang, itu saja" ucap Raja dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
Cahaya langsung memeluk Raja dengan erat, dirinya begitu bersyukur bisa di jodohkan dengan Raja yang begitu baik dan sayang pada dirinya, walau pun cinta mereka di uji dalam beberapa masalah sebelum mereka akhirnya di halalkan dalam suatu hubungan.
Di taman, Andra langsung menatap Ratu setelah selesai menyanyikan lirik lagu yang ada di kertas dan masih di genggam oleh Ratu.
" Lagunya bagus kak, cocok banget buat hati kakak yang saat ini sedang galau" ucap Ratu yang langsung di sambut senggolan kecil oleh Haikal.
" Apaan sih kak, ngapain toel toel adek" tanya Ratu yang tidak peka.
" Aku balik ke kamar dulu ya, nih gitar nya kalau mau lanjut nyanyi" pamit Andra langsung pergi begitu saja.
" Adek kamu tuh bisa gak sih lihat kondisi kalau bicara, liat Andra jadi pergi kan" ucap Haikal melihat ke arah Andra.
" Emang salah adek apa kak, kan emang benar, lagunya itu miris banget, cocok banget sama hubungan kak Andra dan kak Tiara" sahut Ratu yang masih tadi peka.
" Iya tapi gak usah di bilang juga kali adek sayang, yang ada Andra langsung merasa kan" ucap Haikal memberi tahu.
" Alaah, kak Andra aja yang baperan banget" sahut Ratu lalu mengambil gitar di sampingnya dan memainkan nya sambil bernyanyi.
******
Di rumah sakit Azmi baru selesai operasi pasiennya, dengan jalan ke ruangannya sambil memainkan ponsel nya, Azmi langsung di samperin oleh Kayla, wanita yang dari dulu masih menaruh hati pada Azmi sejak mereka sama sama bertugas menjadi dokter koas.
" Az... Azmi" panggil Kayla.
__ADS_1
Azmi langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
" Ya" tanya Azmi dengan wajah dingin dan datar.
" Kamu mau langsung balik?" tanya Kayla.
" Ya, ada apa?" lagi lagi Azmi bertanya.
" Boleh nebeng gak? kebetulan mobil aku lagi di bengkel, kita kan satu arah" ucap Kayla menatap wajah Azmi.
Belum sempat Azmi menjawab, suara ponsel nya berdering dan di lihatnya, Ara yang sedang menghubunginya. Dengan senyuman yang mengembang Azmi langsung mengangkat telpon dari istri tercinta nya.
" Iya sayang" sahut Azmi langsung menjawab.
"......... "
" Oke, di tunggu ya, ini juga uda langsung balik" sahut Azmi.
"...... "
" Maaf Kayla, aku gak bisa bareng kamu, kebetulan Ara pengen sesuatu jadi nya aku harus membelinya, aku takut dia nunggu lama, kamu tahu kan mood ibu hamil gimana" ucap Azmi menolak permintaan Kayla.
Dengan berat hati Kayla menganggukkan kepalanya dengan pelan tak lupa senyuman manis di tunjukan pada Azmi.
Azmi langsung pergi meninggal kan Kayla begitu saja, Kayla sendiri hanya bisa geram karena lagi lagi untuk berdekatan dengan Azmi susah sekali.
*****
Di dalam penjara, Wisnu termenung memikir kan nasib adik kesayangannya, sebenarnya dia merestui hubungan Tiara dengan Andra, tapi ada hal yang membuat Wisnu ragu.
Yaitu Andra adalah keluarga Raja, saudara Raja, keluarga terpandang yang sudah pernah ia sakiti hanya karena dendam.
" Kakak cuma takut kamu di sana tidak di hargai dek, kakak cuma takut kamu di sana tidak pernah di anggap oleh keluarga Atmaja, karena kesalahan yang pernah kakak lakukan pada Raja dan Cahaya" ucap Wisnu tanpa sadar air mata nya mengalir sendiri.
__ADS_1
Wisnu merasa gara gara dirinya, nasib adik nya juga terancam,saat ini Wisnu benar benar bingung mau merestui hubungan Andra dengan adiknya atau tidak.
Saat makan malam, seluruh keluarga Atmaja makan dengan hening, Oma Dewi memperhatikan anak nya Anita yang makan seperti tidak selera, namun Oma Dewi hanya diam saja, Ia berfikir kalau setelah makan malam nanti akan mengajak putri nya untuk bicara.
Dan sekarang Anita berada di kamar mamanya, Dimana setelah selesai makan, Oma Dewi langsung mengajak mama Nita masuk ke kamarnya, tentu bersama Bima sang suami.
" Ada apa Nita? mama tahu ada yang sedang kamu fikirkan? " tanya Oma Dewi sambil duduk di kursi santainya ya g ada di kamar.
Mendengar Oma Dewi bertanya pada istrinya, papa Bima langsung menatap mama Nita dengan seksama.
" Ada apa sayang?" tanya Papa Bima.
" Ehhmmm, Nita saat ini sedang mikir kan Andra Ma, Mas" ucap Nita dengan menuduk kan wajahnya.
" Ada apa dengan Andra" tanya Oma Dewi.
" Iya sayang, ada apa dengan Andra?" tanya papa Bima juga penasaran.
" Andra mencintai Tiara Ma, Mas, dan mama tau kan Tiara itu siapa? dia adiknya Wisnu, orang yang sudah mencelakai Raja dan Cahaya" ucap mama Nita langsung memberitahu.
" Lantas apa yang kamu ragukan dengan Tiara, mama lihat dia gadis yang baik. apa kamu takut dia juga jahat sama seperti kakanya" tanya Oma Dewi yang langsung membuat mama Nita terkejut dan melihat ke arah mamanya.
" Mama tidak marah kalau Andra menilai Tiara? " tanya Mama Nita.
" Kenapa mama harus marah, jodoh Andra adalah Tiara, masalah kakaknya itu urusan keluarga mereka, dan mama lihat Tiara gadis yang baik, urusan dia pernah pernah menaruh hati pada Raja, itu kan hanya masa lalu, tidak mungkin kan Tiara ingin merebut Raja dari Cahaya, mama rasa tidak ada tampang seperti itu di diri Tiara" ucap Oma Dewi yang membuat Mama Nita tersenyum lega.
" Nita fikir mama tidak mau merestui hubungan Andra dengan Tiara, mengingat sikap kakaknya yang sudah membuat Raja dan Cahaya celaka" ucap Nita.
" Mama tidak seperti Nita, mama tahu mana orang yang baik dan bukan, dan nanti temui lah gadis itu, mungkin saat ini dia sama seperti cucuku, galau karena masalah hati" sahut Oma Dewi yang langsung di angguki kepala oleh Nita.
" Jadi kamu gak selera makan hanya karena ini sayang, ya ampun, mas kira kenapa, Andra uda gede sayang, uda bisa buat cucu untuk kita, tidak usah di pusingkan kali lah, dia pasti tau mana yang baik untuk dirinya, kita hanya mendukung nya dan memperingatinya kalau salah, itu saja sayang" ucap papa Bima menasehati istrinya.
" Betul itu Bima, mama setuju sama kamu" sahut Oma yang lagi lagi membuat mama Nita lega ahkirnya tidak ada yang menghalangi hubungan Andra dan Tiara.
__ADS_1
Bersambung.