Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 114


__ADS_3

Pandu langsung tersadar ketika Kia memegang tangan nya, dan Aldi pun juga tersadar saat melihat Pandu bergerak karna sentuhan tangan Kia


" Mas kok malah bengong sih, kak Aldi juga" ucap Kia.


" Gimana Mas gak bengong sayang, suara kamu bagus sskali, di tambah lagu nya juga romantis dan begitu kenak di hati Mas" sahut Pandu sambil menangkup pipi Kia dengan tangan nya.


" Iya benar Kia, kakak jadi teringat Widya waktu bernyanyi di kafe kemarin" ucap Aldi menimpali.


Kia hanya tersenyum saja mendengar ucapan suami dan asisten nya itu.


" Sayang kamu sejak kapan bisa bernyanyi gini?" tanya Pandu.


" Kia dari kecil sudah hobi menyanyi Mas, bahkan Kia pernah ikut lomba waktu masih sekolah dasar, bakat Kia ini menurun dengan ibu Mas, dulu ibu juga suka sekali beenyanyi, maka nya Ayah beli kan Kia gitar ini dulu, karna Kia suka sekali bernyanyi dan main gitar" sahut Kia memberi tahu.


" Kenapa kamu gak perna bicara ini sama Mas sayang" ucap Pandu lagi.


" Buat Mas, ini kan hanya sekedar hobi, lagian ini Mas juga sudah tau kan" sahut Kia lagi.


Pandu hanya tersenyum mendengar ucapan istri nya.


" Kalau Widya juga hobi beenyanyi sama seperti kamu ya Kia" tanya Aldi ingin tahu.


" Ohh kalau Widya karna ikut paduan suara waktu di kampus dulu kak, sama kayak Kia juga, kami gabung di paduan suara kampus untuk bernyanyi kalau ada acara acara, lumayan kak kan di bayar" sahut Kia sambil tertawa kecil.


" Jadi ternyata istri Mas ini dulu suka ngamen ya di kampus" ucap Pandu menimpali.


" Enak aja Mas, Kia sama Widya nyanyi di tempat mewah ya Mas, bukan di pinggir jalan" sahut Kia mengerucut kan bibir nya.


Pandu yang gemes langsung mencium pipi istri nya dengan kesal, Aldi yang melihat kehangatan antar Pandu dan Kia langsung bengong karna mengingat Widya yang sampai sekarang tidak membalas pesan atau pun mengangkat telpon nya, dari setelah Aldi mengantar Rika ke panti malam itu.

__ADS_1


Kia yang melihat Aldi melamun langsung memberi tahu pada suami nya.


" Mas kak Aldi kenapa? kok melamun gitu?" bisik Kia pada Pandu.


Pandu langsung melihat ke arah Aldi, dia pun langsung memukul bahu Aldi, sehingga Aldi langsung tersadar.


" Kenapa kamu? sedang mikir apa? sampai melamun gitu" tanya Pandu.


" Eemmm...Sebenar nya aku lagi mikirin Widya, semejak kemarin malam kita pulang dari rumah sakit, Widya gak pernah angkat telpon ku, bahkan pesan ku juga gak di balas nya" Sahut Aldi memberi tahu.


Pandu yang tidak mengerti hanya diam saja, sedang kan Kia langsung sedikit berfikir.


" Lho kemarin malam bukan nya kak Aldi dan Widya gak jadi masuk ya ke ruangan Rika, soal nya saat Kia keluar dari ruangan Rika, Kia ketemu sama Widya di loby Mas, Kak, dan kita bicara sebentar, dan Widya bilang kalau dia besok aja jenguk Rika karna sudah ada orang tua Rika" sahuy Kia memberi tahu.


Pandu dan Aldi langsung saling tatap, mereka mengingat kalau waktu Pandu ingin membeli makan malam, Pandu ketemu Aldi dan Widya, dan Aldi ikut dengan Pandu, sedang kan Widya masuk ke ruangab Rika.


" Sayang bukan nya Widya masuk ke ruangan Rika ya, soal nya kemarin Aldi ikut Mas beli makanan" ucap Pandu memberi tahu.


Kia langsung duduk tegak dan memandang Aldi dengan serius, Pandu yang melihat istri nya sedikit gelisah langsung bertanya.


" Sayang ada apa?" tanya Pandu.


" Mas, Kak jangan jangan Widya mendengar pembicaraan Rika dan Kia malam itu, maka nya Widya tidak jadi masuk" sahut Kia dengan sedikit takut.


" Cerita apa?" tanya Pandu dan Kia bersamaan.


" Malam itu Rika menangis sambil cerita ke Kia kalau dia kecelakaan karna ngelamun sambil nyetir saat pulang dari kafe siang itu, dan dia ngelamun mikirin kak Aldi" sahut Kia.


Aldi yang mendengar Rika kecelakaan karna mikirin diri nya langsung terkejut.

__ADS_1


" Maksud nya apa sayang? apa hubungan nya kecelakaan Rika dengan Aldi?" tanya Pandu yang belum mengerti dan di angguki kepala oleh Aldi juga.


" Mas, Kak...Ternyata selama ini Rika itu menyimpan perasaan sama kak Aldi, dan kejadian di kafe itu, Rika tau kalau kak Aldi dan Widya mempunyai perasaan yang sama, di tambah lagi Widya bernyanyi di kafe itu" jelas Kia pada Pandu dan Aldi, dan membuat Aldi begitu terkejut, pasal nya Aldi tidak mengetahui perasaan Rika sama sekali, di tambah dia juga tidak mempunyai perasaan apa apa sama Rika.


" Tapi kayak nya Widya gak dengarin pembicaraan kita sampai habis Mas, kak, soal nya Rika juga uda ikhlasin perasaan nya pada kak Aldi, dia gak mau ngerusak persahabatab kami, dan dia juga mau melupakan perasaan itu, dan dia juga bilang kalau jodoh kak Aldi memang untuk Widya, bukan untuk Rika" sambung Kia lagi.


Aldi yang mendengar penjelasan Kia langsung mengeluar kannapas nya dengan kasar, Pandu hanga diam melihat Aldi bingung, karna Pandu juga gak bisa membantu apa apa, ilmu percintaan Pandu gak mahir, mengingat Pandu gak pernah mengenal yang nama cinta sebelum Pandu bertemu dengan Kia istri nya.


" Kak kita harus jelas kan semua ini pada Widya, pasti Widya salah paham kak, dan Kia juga gak mau Widya membatal kan niat yang sudah kalian bicara kan" ucap kia memberi tahu.


" Yang di bilang Kia benar Al, kalian harus bicara kan ini" ucap Pandu menimpali.


" Kia mau kok bantu kakak, besok Kia dan Widya ada jadwal di kampus kak, dan besok kita harus bicara ini pada Widya dan Rika langsung, agar masalah nya tidak semakin rumit nanti" ucap Kia lagi.


" Ok...besok kakak akan ikut sama Kia buat bicara ini sama Widya,bantu kakak ya Kia" sahut Aldi menatap Kia.


" Iya kak, kakak juga sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri, kakak gak usah mikir yang aneh aneh, insya allah semua berjalan sesuai rencana kak Aldi dan Widya" ucap Kia menyemangati Aldi.


" Yasudah sebaik nya kita masuk ke dalam yuk, sudah mau magrib, Mas juga mau bersih bersih sayang" ucap Pandu mengajak istri nya masuk ke dalam rumah.


Pandu, Kia dan Aldi langsung masuk ke dalam rumah, gitar Kia pandu yang bawak, sedang kan tas kerja Pandu Kia yang nenteng masuk ke dalam rumah.


Begitu sampai di kamar Pandu langsung membersih kan tubuh nya di dalam kamar mandi, sedang kan Aldi merebah kan diri nya di atas tempat tidur sambil memikir kan Widya.


Bersambung......


**Mohon dukungan nya ya readers dengan cara Like,komen dan Vote yang banyak.


Dukungan kalian penyemangat buat Author untuk nulis.

__ADS_1


terimah Kasih banyak yang sudah memberi kan jempol nya dan komentar yang baik untuk novel Author.


❤❤❤❤ all**


__ADS_2