
Di kediaman Atmaja, Kia tak henti henti nya menangis setelah mendapat kabar dari pihak kampus kalau putra nya masuk ke dalam jurang.
" Sudah lah dek, kakak yakin Raja tidak kenapa napa, Raja itu laki laki pintar, dia pasti selamat" ucap Anita menenang kan Kia.
Bima yang sudah menghubungi Firman dan langsung mengerah kan seluruh anak buah mereka untuk menbantu mencari keberadaan Raja.
*****
Di rumah sakit Ara hanya diam terbengong duduk di meja kerja nya, sampai sampai Azmi yang sudah masukke ruangan nya dan duduk dihadapan nya pun Ara tidak sadar.
" Apa yang kamu fikir kan?" tanya Azmi yang langsung membuat Ara terkejut dan menatap Ami dengan tatapan sedih.
" Ada apa?" tanya Azmi saat melihat Ara ingin menangis.
"Raja kak..Raja terjatuh dan masuk ke dalam jurang di hutan pinus kota Bandung, kakak tau sendiri kan kalau di sana itu hutan nya banyak binatang buas nya, aku takut adik ku kenapa napa?" ucap Ara dengan wajah sedih nya.
Azmi yang mendengar pun langsung menggengam tangan Ara, " Tidak akan terjadi apa apa pada Raja, percaya lah, dia itu pria kuat, sama seperti ku" ucap Azmi menguat kan Ara namun tetap selalu di ahkir ahkir kata kata nya tetap selalu membuat nya besar kepala.
Ara yang mendengar langsung berdecak kesal, " Apa kakak hari ini banyak pasien?" tanya Ara.
" Sudah selesai, kenapa memang?" tanya Azmi.
" Ayo kita bantu cari Raja, aku takut raja kenapa napa saat ditemukan dan tidak ada dokter yang langsung menangani nya di sana" ajak Ara.
Azmi menarik nafas nya sebelum menjawab ucapan Ara, " Ra, bukan nya kakak tidak mau, tapi kakak malah takut kamu nya yang kenapa napa" ucap Azmi menolak secara halus.
" Begini saja, kita menunggu kabar dari timsar yang mencari Raja saja ya, dan kakak akan menyuruh orang orang kakak untuk membantu mencari keberdaan Raja, biarsemakin banyak yang mencari, Raja semakin cepat di temukan" ucap Azmi.
__ADS_1
" Kita menunggu Raja di rumah sakit saja, dan kita akan langsung menangani nya saat Raja sudah tiba di rumah sakit" sambung Azmi dan langsung di angguki kepala oleh Ara.
Azmi pun langsung menghubungi orang suruhan nya dan mengerah kan semua orang orang nya untuk membantu mencari Raja.
Sementara ditengah hutan, Raja dan Cahaya yang sudah bangun dari tidur nya dan langsung berjalan untuk segera bantuan.
" Ja..kita sudah jalan sejauh ini, namun tidak ada tanda tanda kehidupan di sini, aku sudah lgak kuat lagi Ja" ucap Cahaya yang sudah gak kuat untuk jalan lagi.
" Sabar Ya...kita harus segera dari hutan ini sebelum malam, kalau tidak kita akan seperti tadi malam Ya, aku gak mau sampai melihat kamu kedinginan seperti tadi malam" ucap Raja.
Sementara timsar melihat bekas jejak kaki setelah mereka turun ke dalam jurang tempat dimana Raja dan Cahaya jatuh.
" Seperti nya mereka semakin masuk ke dalam hutan, jejak kaki mereka terlihat jelas" ucap salah satu timsar.
" Kita harus masuk dan berhati hati, di dalam hutan banyak binatang buas yang masih banyak berkeliaran" ucap ketua timsar.
Pandu sudah begitu khawatir pada putra nya, Haikal dan Andra sendiri sudah tidak bisa berfikir jernih saat tahu begitu dalam jurang tempat Raja dan Cahaya jatuh.
Sementara Raja dan Cahaya sudah sama sama tidak kuat lagi untuk berjalan, mereka berdua sudah sama sama lemas karena tidak ada masuk air dan makanan dri tadi malam, tubuh Cahaya mendadak panas, Raja begitu khawatir, namun Raja tidak bisa berbuat apa apa karena tubuh nya juga terasa lemas.
" Ya kamu harus kuat, kamu jangan pingsan di sini Ya" hanya itu yang bisa di ucap kan Raja agar Kia tetap membuak mata nya.
Raja melihat sekeliling, hanya hutan belantara yang bisa ia lihat, tidak ada tanda tanda ada air sedikit pun.
" Ahhhhk siaaal, kenapa tidak ada air sedikit pun di sini" teriak Raja berusaha encari air di tempat dia duduk.
Cahaya hanya bisa diam dan duduk di batang pohon besar, namun tiba tiba mata Cahaya langsung mendadak membulat saat mata nya melihat ada ular di dekat kaki Raja.
__ADS_1
" Ja..." panggil Cahay dengan suara tercekat.
Raja melihat ke arah Cahaya yang masih menatap ke arah ular yang tepat berada di samping kaki Raja.
Raja mengikuti arah tatapan mata Cahaya, belum sempat Raja melihat, ular yang berada di samping kaki Raja dengan cepat mematuk kaki Raja karena Raja mengalami pergerakan.
" Aaahkkkk" teriak Raja yang merasa kan kaki nya begitu sakit saat di gigit oleh ular cobra.
" RAJAAAAA" teriak Cahaya saat melihat Raja sudah tergeletak di bawah.
Dan teriakan Cahaya terdengar sampai di telinga Timsar dan lain nya.
" Seperti nya mereka berada di arah sana" ucap Timsar yang langsung berjalan ke arah dimana suara Cahaya terdengar.
Cahaya berusaha bangkit untuk menghampiri Raja, ular yang mengigit kaki Raja langsung pergi setelah mengigit kaki Raja.
" Ja..ku mohon bertahan lah, aku akan mencari pertolongan" ucap Cahaya dengan air mata yang sudah mengalir begitu deras di pipi nya.
" Ja aku mohon buka mata kamu, aku akan cari pertolongan" ucap Cahaya sambil menepuk nepuk pipi Raja.
Raja hanya bisa diam karena nafas nya tiba tiba mendadak sesak, " Ya sebaik nya kamu pergi dari sini, aku gak apa apa, tinggal kansaja aku di sini, kamu harus bisa keluar dari hutan ini Ya, aku sudah gak kuat lagi" ucap Raja dengan suara terbata bata.
" Gak Ja,,Gak, kita harus sama sama keluar dari sini, kamu harus kuat Ja, ayo aku bantu kamu berjalan" ucap Cahaya.
Namun sebelum memapah Raja, Cahaya mengoyak kan hijab nya sedikit untuk dan langsung di ikat kan ke kaki Raja dengan kuat agar bisa ular yang mengigit kaki Raja tidak cepat bercampur dengandarah Raja.
Dan entah apa yang di lakukan Cahaya, daun daunan yang ada di dekat Cahaya di tempel kan ke oleh Cahaya, tapi sebelum itu Cahaya menhancur hancur kan daun tersebut sampai mengeluar kan air dari daun tersebut, setelah itu Cahaya langsung membalut kan dauna daunan yang sudah di remas remas nya ke bekas gigitan ular yang ada di kaki Raja, Raja hanya diam saja melihat apa yang di lakukan cahaya, yang di rasa kan raja saat ini adalah kepala nya pusing dan dada nya terasa sesak.
__ADS_1
Bersambung.