
Kini acara resepsi pernikahan Andra dan Tiara hampir selesai, para tamu sudah sebagian pulang dan saat ini para keluarga yang masih berada di tempat acara.
Kalau Cahaya sudah kembali duluan ke kamar mereka yang ada di hotel tersebut, walau pun dokter mengatakan kalau kandungan Cahaya sudah bisa di katakan aman, tapi Raja tidak mau kalau Cahaya kelelahan dan takut akan berpengaruh pada kandungannya Cahaya kembali.
Ratu dan Arti masih setia duduk di ballroom, kalau Ara juga sudah kembali karena hamil yang sudah memasuki 7 bulan sering membuat nya lebih cepat lelah, dan pastinya Azmi dengan setia menemani dimana pun istrinya berada.
Dan di sini lah sekarang, Arti duduk berdiam diri sambil memainkan ponselnya, namun tiba tiba seseorang langsung duduk di samping nya dan merebut ponsel Arti dan melihat apa yang di lihat oleh Arti sebelumnya.
" Apaain sih, balikin gak?" ucap Arti sambil berusaha mengambil ponsel nya di tangan Yusuf.
Yusuf dengan cepat langsung menaruh ponsel Arti ke dalam saku celananya dan membuat Arti terdiam, Arti menatap wajah yang tadinya begitu di rindukannya, tapi karena Yusuf tadi datang bersama seorang wanita, rasa itu tiba tiba hilang begitu saja.
Entah di gantikan kecewa atau sakit, Arti pun tidak tahu apa menyebutnya, Ratu dan Haikal yang melihat Arti dan Yusuf langsung pergi meninggalkan kedua pasangan itu agar lebih mudah untuk berbicara.
Arti yang tahu Ratu pergi pun langsung beranjak dari kursinya dan mengambil tas nya untuk segera pulang, Arti membiar kan ponsel nya yang masih berada di saku celana Yusuf.
" Loh mau kemana Ar?" tanya Yusuf yang ikut bangkit.
" Pulang" jawab Arti langsung melangkah kan kakinya keluar dari ballroom.
Yusuf dengan setia langsung mengikuti kemana Arti pergi, tapi saat Arti mau beranjak ke jalan raya untuk mencari taksi, tangan Arti langsung di tarik Yusuf untuk masuk ke dalam mobilnya.
" Biar aku yang antar Ar" ucap Yusuf.
" Tidak perlu, aku bisa sendiri, lagian tadi aku juga sebenar nya mau menginap di sini, tapi gak jadi karena aku mau pulang saja" sahut Arti yang kembali ingin melangkah kan kakinya, tapi lagi lagi tangannya di tarik Yusuf.
" Kamu kenapa sih Ar, bukannya kamu kangen ya sama aku, tapi kita beberapa hari tidak bertemu kamu malah seperti ini lagi, kamu kenapa sih, aneh banget sih" ucap Yusuf dengan nada sedikit kesal.
__ADS_1
" Seharus nya kamu pertanyaan kan pada diri kamu sendiri Suf, bukannya kamu yang bertanya aku kenapa?" balas Arti yang membuat Yusuf tidak mengerti sama sekali.
"Emang aku kenapa, selama ini aku selalu datang untuk mengisi hari hari mu, aku nyaman sama kamu, tapi ahkir ahkir ini aku begitu sibuk, aku juga beberapa kali mencoba menghubungi mu tapi kamu sama sekali gak gubris, dan sekarang letak kesalahan aku dimana Ar?" tanya Yusuf.
Arti menatap wajah Yusuf dengan intens, Arti menarik nafas sesaat kemudian kembali menatap wajah Yusuf.
" Jangan jadikan aku satu dari banyaknya pilihan ganda yang kamu pilih dengan asal-asalan, dan itu entah benar atau salah, jadikan lah aku penjabaran dari jawaban esay mu, yang kau pikirkan dengan keraguan dan pertimbangan, yang pada akhirnya dengan penuh doa, kamu yakini kalau aku lah jawaban finalmu" ucap Arti yang langsung membuat Yusuf terdiam sesaat mencerna kata kata yang keluar dari mulut Arti.
Arti yang melihat diamnya Yusuf kembali menarik nafas dalam dalam kalau apa yang di fikir kan Arti tadi adalah benar, kalau Arti hanya sebagai candaan Yusuf saja, dan pada ahkir nya wanita tadi lah jawaban nya, wanita yang bersama Yusuf datang ke pesta menemani nya.
Kini air mata Arti sudah ingin keluar dari kedua mata nya, karena tidak ingin di lihat oleh Yusuf, Arti langsung melangkah kan kakinya untuk menjauh dari Yusuf.
Namun Yusuf sadar dengan kepergian Arti, dengan cepat Yusuf langsung menarik tangan Arti dan memeluk tubuh Arti dengan erat.
" Lepas kan aku, aku gak mau orang yang melihat akan salah paham" ucap Arti sambil berontak dan air mata sudah keluar dari kedua matanya karena menahan sesak yang ada di dada nya.
" Biar kan seperti ini, aku juga tau kamu begitu merindukan aku, dan jawaban final ku adalah kamu Ar, kamu adalah jawaban final ku" ucap Yusuf tepat di telinganya Arti.
Deg
Yusuf menghapus air mata yang mengalir di pipi Arti, sedangkan Arti sendiri hanya bisa terdiam menatap wajah Yusuf dengan begitu banyak pertanyaan di kepalanya dengan kata kata yang baru saja terdengar di telinganya.
Yusuf tersenyum melihat wajah bengong Arti, " Dirimu lah yang bisa membuat aku sering tersenyum sendiri, dirimu juga yang membuat akun menjadi gelisah, dan itu begitu sangat menyiksaku, tiba tiba aku begitu merindukan gadis cantik yang hobinya suka marah marah, dan kamu tahu apa artinya" ucap Yusuf yang spontan di jawab Arti menggelengkan kepalanya langsung.
Yusuf kembali tersenyun, kedua tangannya langsung memegang kedua bahu Arti dan menatap wajah Arti begitu dalam.
Jangan di tanya bagaimana dengan perasaan Arti saat ini, jantung nya sudah serasa akan lepas dari sarangnya.
__ADS_1
" Itu artinya hatiku sudah di curi" ucap Yusuf yang membuat Arti manautkan alisnya tidak begitu paham.
" Dan kamu tau siapa yang mencuri hatiku?" lanjut Yusuf dan lagi lagi dengan spontan Arti menggelengkan kepalanya.
" Kamu, kamulah yang sudah mencuri hatiku Arti Zalista Delya" ucap Yusuf yang spontan membuat Arti melotot kan matanya.
" Aku sudah jatuh cinta sama kamu semenjak aku membawa kamu ke rumah ku dan mengenal kan kamu pada keluarga ku Ar, tapi aku tahu di hatimu saat itu masih ada Andra, aku sabar akan hal itu, dan sekarang aku mohon, lupakan masa lalu mu, lupakan sakit hatimu berbahagia lha dengan ku, karena aku adalah kamu adalah tulang rusuk ku yang di pasangkan khusus untuk ku" lanjut Yusuf yang kini membuat Arti sudah menetes kan air mata nya karena sudah tidak bisa berkata kata lagi.
Sedangkan di balik pilar yang besar, seseorang yang mendengar dan melihat apa yang di lakukan Yusuf pada Arti tersenyum senang karena kini ada yang begitu tulus mencintai Arti setelah rasa sakit nya saat Andra ternyata memilih Tiara.
Saat ia ingin kembali masuk ke dalam hotel, tiba tiba tidak sengaja Ia bertabrakan dengan seseorang yang membuat nya sama sama terkejut.
Bujuk
" Awwww"
Wisnu langsung mengangkat kepala nya melihat siapa yang Ia tabrak.
" Sabrina" ucap Wisnu yang langsung membuat wanita yang ada di hadapan Wisnu mengakat kepalanya.
Deg.
Bersambung.
Ada yang masih ingat siapa Sabrina?
Ayo coba ingat ingat ya, author akan membuat semua nya dapat pasangan dulu, biar gak ada yang jomblo, wkwkwkw.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya yaa untuk Author.
Love You.