Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 134


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, Kia kembali masuk kuliah, dan saat ini Kia dan Widya sedang mengurus tesis nya, Kia mau mengejar sebelum ia melahir kan, Ia akan segera menuntas kan kuliah nya dan mendapat gelar spesialis anak.


Saat ini Kia sedang berada di kampus bersama dengan widya dan Rika, kebetulan semester ini Rika sudah bergabung mengambil spesialis nya, Rika mengambil spesialis khusus kecantikan, karena itu Rika dari awal membuka klinik.


" Kia nantik kamu jadi ke toko buku setelah bimbingan dengan prof Ahmad?" tanya Widya.


" Iya Wid, tapi kayak nya aku di temani bareng Mas Pandu, soal nya Mas Pandu gak kasih izin aku pergi sendirian" sahut Kia sambil mengemil cemilan hamil nya.


" Yauda aku bareng kamu aja deh, lagian aku juga gak ada praktek hari ini, soal kafe gampang lha itu nanti bisa di atur" ucap widya lagi.


" Aku ikut juga deh, habis aku gak tau mau ngapain lagi" ucap Kia nimbrung.


" Yauda kalau gitu aku kabari Mas Pandu dulu deh, kalau aku bareng kalian aja" sahut Kia dan di angguki Rika dan Widya.


Kia langsung menelpon suami nya, tapi sudah tiga kali di coba, Pandu tidak juga mengangkat nya.


Widya yang melihat raut wajah Kia sedikit berubah langsung bertanya.


" Kenapa Kia?" tanya Widya.


" Mas Pandu gak angkat Wid, mungkin lagi meeting kali ya" sahut Kia.


" Bisa jadi sih, tapi coba aku hubungi kak Aldi dulu ya" ucap Widya lagi.


Hasil nya pun sama, lagi lagi saat Widya menghubungi Aldi tidak di angkat juga.


( Wayoo kemana Pandu dan Aldi kira kira? Readers ada yang tau tidak?)


" Mungkin emang lagi meeting kali, soal nya ini juga kan masih jam kerja" ucap Kia dan langsung di angguki Kia dan Widya.


" Yauda aku diluan ya, kebetulan aku ada kelas ni, nanti kalian kalau uda selesai bimbingan kabaro aku ya, jangan tinggalin aku lho" pamit Rika.


" Iya kamu tenang aja Ka..Gak mungkin lha kami ninggalin kamu" ucap Kia dan di angguki Widya sambil tersenyum.


" Oke kalau gitu, babayyy" ucap Rika dan langsung meninggal kan kedua sahabat nya.


Rika berjalan ke kelas sambil bermain ponsel, dia tidak memperhatikan jalan karena sepi, jadi Rika berfikir gak ada masalah kalau sampai melihat ponsel nya.


Namun pemikiran Rika salah besar, saat sedang mau belok ke lorong menuju kelas nya, tanpa sengaja Rika menabrak dada seseorang.


Buuuuukk

__ADS_1


" Awww...sakit banget, itu dada atau tembok ya" ucap Rika sambil mengelus jidat nya.


" Kamu gak apa apa?" tanya orang tersebut.


Rika langsung melihat siapa orang yang ada di hadapan nya.


" Kak Firman" panggil Rika.


Firman pun terkejut ternyata Rika yang menabrak tubuh nya.


" Lho Rika kamu ngapain di sini?" tanya Firman.


" Rika kuliah lha kak, ini kan masuk semester baru, karena klinik Rika juga uda hampir kelar urusan nya, jadi Rika bisa lanjut ambil spesialis nya" sahut Rika sambil tersenyum menatap Firman.


Deg


Firman yang melihat senyuman Rika mendadak mendapat serangan jantung mendadak.


Ada apa dengan jantung ku, aku kan gak punya riwayat sakit jantung, tapi jantung ini berdetak seperti aku dulu menyukai Kia, batin Firman sambil memegang dada nya.


Rika yang melihat Firman bengong pun menyenggol bahu Firman sambil memanggil Firman.


" Ehhh.. gak apa apa Ka, oia kamu ambil spesialis apa?" tanya Firman sengaja mengurangi kegugupan nya.


" Rika ambil spesialis kecantikan kak, lain dari pada yang lain" sahut Rika kembali tersenyum.


" Cantik" ucap Firman.


" Kenapa kak? kakak ngomong apa barusan" tanya Rika karena tidak terlalu jelas dengan ucapan Firman.


" Aahh tidak, kakak gak ada ngomong apa apa, heemmm yauda semoga sukses ya, kakak mau lanjut ngajar dulu" ucap Firman sekaligus pamit.


" Ough iyaa kak" sahut Rika dan langsung pergi ke kelas nya.


Sementara di sebuah gedung di lantai paling tinggi, Pandu dan Aldi sedang mengurus masalah yang sedang mereka hadapi.


" Kita gak bisa diam aja Ndu, kita harus selesai kan masalah ini sekarang juga, kalau tidak dampak nya akan bahaya untuk perusahaan ini dan juga keluarga kamu?" ucap Aldi memberi tahu.


" Baik lha, aku akan suruh kak Bima untuk berangkat" sahut Pandu.


" Gak bisa Ndu, kita harus berangkat bersama sama, kamu tahu kan proyek ini dari awal kita yang hadapi, dan masalah di sana aku yakin ada yang menyabotasi" ucap Aldi lagi.

__ADS_1


" Tapi Kia gimana Al, aku gak bisa ninggalin dia saat ini, Kia gak ada yang jaga Al" sahut Pandu bingung sambil memijit pangkal hidung nya.


" Kita bisa minta tolong dengan Firman dan Ricki Ndu, lagian ada bodigat yang slalu menjaga Kia dan keluarga kamu kan, dan sekarang tidak ada lagi yang berusaha menyakiti Kia, karena Iren sudah tidak ada" ucap Aldi meyakin kan Pandu.


Pandu menarik napas nya kasar, di arah kan kepala nya ke langit langit ruangan nya.


Apa aku harus berangkat ke sana dan meninggal kan Kia, aku khawatir kalau aku berangkat, Kia siapa yang menjaga, batin Pandu.


" Ndu kita sudah tidak ada waktu, semakin cepat kita berangkat, semakin cepat masalah yang kita hadapi" ucap Aldi lagi.


" Berapa hari kita di sana?" tanya Pandu.


" Aku rasa 3 hari sudah cukup Ndu, yang penting kita urus dulu yang paling penting" sahut Aldi.


" Baik lha kalau gitu siap kan semua nya, dan kabari kak Bima segera, sore ini juga kita berangkat" ucap Pandu dan di angguki Aldi.


Aldi pun langsung keluar dari ruangan Pandu dan mengurus semua yang di butuh kan, sedang kan Pandu langsung mengambil ponsel nya di yang di letak nya di atas meja kerja nya, dan ponsel nya di buat nada silent karna tadi membahas masalah penting.


Saat melihat Hp nya, Pandu langsung terkejut melihat 6 kali panggilan tak terjawab dari istri nya.


" Ya Allah, aku lupa kalau hari ini aku uda janji mau nemeni Kia ke toko buku" ucap Pandu berbicara oada diri nya sendiri.


Pandu pun langsung menghubungi balik Kia, namun saat Pandu menghubungi Kia, Kia tidak mengangkat nya karena Kia sedang bimbingan dan ponsel nha di silent dan di letak kan di dalam tas.


Begitu juga dengan Aldi, Dia begitu terkejut melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari calon istri nya, saat Aldi tadi ke ruangan Pandu, Aldi meninggal kan ponsel nya di ruang kerja nya, sehingga saat Widya menghubungi nya Aldi tidak tau.


Aldi pun menghubungi Widya balik, namun yang di dengat hanya suara operator karena Widya menonaktif kan ponsel nya saat bimbingan.


Bersambung....


**Terus beri dukungan untuk karya Author ya Readers


Dukungan kalian sangat berarti buat Author


Dukung Author dengan Like,Komen dan Vote yang banyak yaa Plissss 🙏🙏


Dan kasih hadiah buat karya Author juga.


Terima Kasih sudah mendukung karya Author yang masih banyak kekurangan ini.


I love You More 😊😊**

__ADS_1


__ADS_2