Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 264


__ADS_3

"Saahhhh"........


Seluruh keluarga mengucap kan Sah setelah Firman menyelesai kan ijab kabul nya dengan begitu lantang.


Tak terasa air mata Rika mengalir setelah Firman selesai mengucap ijab kabul nya, kini Rika sudah resmi menjadi istri Firman.


Setelah membaca doa, Firman langsung memasang kan cincin pernikahan yang mereka siapan kan seminggu yang lalu di jari manis Rika, begitu pun sebalik nya.


Setelah itu Firman dengan lembut mencium kening Rika, tapi sebelum di lepas, Firman membisik kan sesuatu di telinga Rika yang membuat Rika langsung memerah wajah nya.


" Sekarang hanya kening saja sayang, ciuman lain nya menyusul" bisik Firman.


Reza yang duduk tepat di belakang sepupu nya itu hanya bisa menggeleng kan kepala nya saat mendengar bisikan Firman di telinga Rika.


Acara resepsi begitu meriah, seluruh Dosen tempat Firman mengajar dikampus pada hadir, begitu juga dengan kolega di perusahaan keluarga Firman.


Ricki dan Naya naik ke pelaminan Firman dan Rika yang super mewah untuk memberi kan selamat pada sepasang pengantin yang sedang berbahagia di hari itu.


" Selamat bro....ahkir nya lepas juga status lajang mu itu" ucap Ricki sambil berpelukan ala lelaki.


" Makasih ya...kau juga aku tunggu minggu depan" ucap Firman yang di angguki kepala oleh Ricki.


" Malam enak enak nya di tunda saja sampai aku dan Naya sahh" bisik Ricki pada Firman.


" Kenapa begitu?" tanya Firman yang sudah mengerut kan kening nya.


" Biar kita sama malam pertama nya, dan siapa yang paling tokcer sampai bisa buat istri istri kita hamil diluan" bisik Ricki yang langsung mendapat tatapan tajam dari Firman.


" Dasar dokter gila, kau kira ini perlombaan untuk cepat cepatan dapat anak" ucap Firman yang hanya dapat kekehan dari Ricki.


Sementara Rika dan Naya hanya bisa memandang pasangan mereka bisik bisik  merasa bingung.


" Kak sudah ayo...di belakang sudah pada ngantri itu kak buat ngasih selamat juga" uca Naya.


" Iya sayang" sahut Ricki yang masih terkekeh kecil.


" Sekali lagi selamat ya buat kalian berdua, dan kamu Rika, jangan suka ngambek lagi, ingat kamu sudah menikah dan sudah punya suami, jangan bertingkah seperti anak kecil yang dikit dikit marah, bersikap dewasa lha sekarang" ucap Ricki menasehati sahabat nya yang kadang masih seperti anak kecil.

__ADS_1


Rika tidak marah dengan ucapan Ricki, dia memang sadar kalau dia kadang bersifat seperti anak kecil yang dikit dikit marah.


Dengan senyuman manis nya, Rika mengangguk kan kepala pada Ricki tanda apa yang di kata kan Ricki benar.


" Iya kak, makasih ya sudah mau menasehati Rika" sahut Rika.


Setelah selesai memberi kan selamat, Ricki dan Naya bergabung dengan Pandu dan yang lain nya.


Mereka duduk di kursi khusus buat keluarga, Raja yang masih di kamar hotel di jaga oleh Anita dan Ara.


Pandu tidak mau kalau anak nya yang masih berusia satu bulan itu di lihat oleh orang banyak, apa lagi ini acara resepsi pernikahan, yang pasti nya banyak sekali orang orang yang datang dari berbagai kota, bahkan luar negri.


" Mas Kia kembali ke kamar saja ya, kasian kak NIta kalau jaga Raja sendiri" ucap Kia pada Pandu.


" Yasudah ayo mas antar sayang" sahut Pandu.


" Tidak usah sayang, Kia sendiri aja mas" tolak KIa yang gak enak pada kolega Pandu yang juga di undang di acara pernikahan Firman dan Rika.


" Yasudah tapi kalau ada apa apa kabari Mas ya sayang" ucap Pandu tak lupa mencium kening Kia sebelum Kia pergi ke kamar.


Dari jauh, seseorang sedang melihat kemesraan Kia dan Pandu sambil memegang gelas minuman nya, sesekali dia meneguk minuman yang ada di genggaman nya.


" Kia kamu mau kemana?" tanya Widya yang lagi asik makan makanan yang tersedia di meja makan.


" Kia mau ke kemar Wid, kasian kak NIta jagain Raja sendirian, aku takut Raja nangis" ucap KIa.


Widya hanya bisa mengangguk kan kepala nya saja tanda kalau Kia boleh pergi, sebenar nya Widya ingin sekali ikut naik ke kamar, karena sejujur nya dia ingin sekali rebahan, semejak usia kehamilan nya memasuki usia lima bulan, Widya sering merasa lelah.


Tapi Widya tidak enak kalau ikut dekat Kia, karena di sana ada Naya, Bela dan Yara, jadi nya Widya mengalah untuk tetap gabung bersama mereka.


Aldi yang tau maksud dari raut wajah istri nya ingin ikut dengan Kia pun ahkir nya mendatangi  Widya di meja.


" Sayang sebaik nya kamu ikut dengan Kia saja, kamu dari tadi belum ada istirahat, Mas gak mau kamu sampai kelelahan sayang, kasian bayi yang ada di kandungan kamu" ucap Aldi.


" Tapi Widy gak enak mas sama Naya, Yara dan Bela kalau WIdy ikut dengan Kia" ucap WIdy sambil melihat ke arah para wanita yang duduk satu meja.


" Gak apa apa Wid, kamu istirahat saja, aku juga sebentar lagi mau balik kok sama Aak Bayu" ucap bela.

__ADS_1


" Kok cepat banget kak" ucap Yara bertanya pada kakak ipar nya.


" Kakak juga gak tahan lama lama Ra, semenjak hamil muda pinggang kakak sering nyeri" ucap Bela memberi tahu pada adik ipar nya.


" Jadi pengen hamil juga kalau lihat semua nya pada hamil ya" ucap Yara sambil melirik ke arah Reza yang sedang bercerita pada Pandu dan yang lain nya.


" Waahhh... keliahatan nya kode ini biar segera di halalin" sindir Naya yang langsung dapat kekehan dari Widya dan Yara begitu juga dengan Bela.


Reza yang sebenar nya dengar hanya pura pura tidak dengar, di dalam hati nya dia merasa senang kalau wanita yang ada di hati nya juga mau cepat cepat di halalin.


Ahkir nya Widya menyusul Kia yang kebetulan belum jauh, di depan lift saat akan menunggu pintu lift terbuka, seseoarang yang dari tadi memperhatikan Pandu dan Kia datang menghampiri Kia dan Widya.


Seseorang itu hanya tersenyum dan berdiri di samping Kia, Kia dan Widya pun yang tidak kenal dengan orang tersebut hanya bisa tmembalas senyuman saja.


Saat pintu lift terbuka, Kia dan Widya masuk ke dalam lift, tapi tidak dengan orang yang dari tadi memperhatikan Kia dan Widya.


" Maaf Pak, tidak jadi masuk" tegur Kia sambil memegang pintu lift agar tidak tertutup.


" Tidak" ucap nya dengan wajah seperti orang marah, kemudian langsung berbalik meninggal kan Kia dan Widya yang merasa heran.


Pintu lift pun di lepas Kia, tak lama pintu pun tertutup, Kia dan Widya saling pandang memikir kan orang yang awal nya ramah tiba tiba berubah menjadi marah seketika.


 


Wayoooooo...siapa orang misterius itu...


masih rahasia ya...


Dia akan author hadir kan saat anak anak Pandu dan sahabat nya besar ya..


Dan Author dalam beberapa bab lagi akan mencerita kan tentang anak anak Pandu dan yang lain nya, jadi ikuti terus cerita nya yaa author yaa..


Dan author mohon untuk Like,Komen yang positif yaa, dan juga jangan lupa vote yang banyak


Kasih bunga dan Kopi juga yang buanyaaaaaaaak.


Makasih banyak yang sudah membaca novel author ya. dan terima makasih banyak ya yang sudah kasih dukungan nya...

__ADS_1


Author ucpap kan makasih sebanyak banyak nya.


Terima kasih.


__ADS_2