
Sedang kan Widya yang melihat interaksi antara sepupu dan sahabat nya merasa bingung, setelah semua nya pulang, tinggal lha Widya,ibu pasti dan anak anak panti, serta keluarga Firman.
" Kak Reza, kakak kenal sama Rika?" tanya Widya saat mereka duduk di ruang tamu.
" Tidak Wid, kakak baru ketemu dia hari ini di depan tadi, dia lucu anak nya, kakak jadi gemas" sahut Reza.
"Jangan bilang kamu suka sama dia" ucap Firman yang ikut nimbrung omongan Widya dan Reza.
" Aku hanya kagum Man, belum ada rasa suka, tapi gak tau kedepan nya" ucap Reza sambil tersenyum membayangan kan wajah kesal nya Rika.
Sedang kan di mobil, Kia yang sedikit lelah langsung menyandar kan kepala nya di dada bidang suami nya.
Pandu pun langsung mengelus kepala Kia dengan lembut, tak lama Kia tertidur di dalam mobil karena lelah sekaligus ngantuk.
Tak berapa lama mereka sampai di kediaman Atmaja, Pandu yang melihat istri nya tertidur dengan lelap nya, tak tega untuk membangun kan istri nya.
Pandu pun langsung menggendong Kia dan membawa nya ke dalam kamar mereka, saat Pandu mau meletak kan tubuh Kia ke atas tempat tidur, Kia terbangun dan langsung membuka mata nya.
" Mas" panggil Kia.
" Sayang kok bangun, tidur lagi gih" sahut Pandu.
" Kenapa gak bangunin Kia aja tadi Mas, jadi kan Mas gak susah susah gendong Kia dari mobil" ucap Kia dan langsung bangkit dari tidur nya.
" Mas gak tega sayang, soal nya kamu kelihatan nyenyak sekali tadi" sahut Pandu sambil membantu melepas kan hijab Kia.
" Tapi kan Kia berat Mas, apa lagi perut Kia sudah membesar gini, kan Mas susah gendong nya" ucap Kia.
" Iya sayang, tadi Mas memang keberatan gendong kamu, maka nya ini Mas kecapean" sahut Pandu mengusili Kia.
" Tuh kan Kia makin gendut, pasti jelek deh" ucap Rika lagi sambil memegangi kedua pipi nya.
Pandu yang melihat tingkah istri nya langsung tersenyum gemes dan langsung memeluk Kia.
" Kamu bukan gendut sayang, tapi semakin berisi, dan makin seksi, Mas aja slalu terpesona lihat nya" ucap Pandu dan langsung mencium bibir mungil Kia dan ******* nya dengan lembut.
Kia pun langsung membalas ciuman suami nya, mereka berciuman makin dalam, setelah lama berciuman, Pandu pun melepas kan ciuman mereka karena hampir kehabisan napas.
Pandu meletak kan kening nya di kening Kia, hidung mereka saling menempel, Pandu terus memandangi mata indah istri nya.
__ADS_1
" Mas beruntung sekali mendapat kamu sayang, tetap lha seperti sayang, Mas sangat mencintai mu" ucap Pandu sambil menangkup kedua pipi Kia.
Kia hanya tersenyum mendengar perkataan suami nya, dia pun memegang tangan Pandu yang masih memegang kedua pipi nya.
" Kia juga sangat mencintai kamu Mas, tapi kamu tidak boleh terlalu cinta seperti ini, karena sesuatu yang berlebihan juga tidak baik, karena jika suatu saat kita tidak bersama lagi, akan terasa begitu sakit" sahut Kia menjelas kan.
" Kita akan tetap bersama sayang, tidak ada yang bisa memisah kan Kia, sekali pun itu kematian" ucap Pandu dan langsung memeluk erat tubuh Kia.
Sementara di tempat lain, Iren dan keluarga nya sudah tiba di pulau terpencil yang sengaja di kirim oleh Pandu, Iren begitu terkejut dengan kehidupan nya sekarang, dia tidak habis fikir kenapa sekarang hidup nya begitu menderita.
" Kenapa hidup ku sekarang seperti ini, apa yang aku perbuat di sini, mau kemana mana pun tidak bisa, makan dan minum juga harus cari sendiri, aku benci kehidupan ku sekarang, aku benciiiii" jerit Iren.
" Sudah lha Ren, ini lha tempat tinggal kita sekarang, mama juga menyesal karena sudah berbuat jahat, tapi kita menyesesali nya pun percuma" sahut mama Iren.
" Sekarang kita tinggal di sini hanya menunggu kematian kita datang" ucap Maria menimpali.
Iren hanya bisa menangis mendengar perkataan mama nya dan sepupu nya, rasa nya ia ingin terjun ke laut dan mati di makan hiu, sehingga penderitaan nya berahkir.
Pandu...kenapa kamu tidak bunuh aku saja, kenapa kamu harus mengirim aku ke tempat seperti ini, bahkan di sini seperti tidak ada kehidupan sama sekali,gumam Iren.
Disaat Iren dan keluarga menyesali perbuatan nya, di sebuah kamar mewah Pandu dan Kia sedang memadu kasih dengan penuh cinta.
" Iya sayang" sahut Pandu sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
" Menurut Mas anak kita ini laki laki atau perempuan" tanya Kia.
" Mas tidak tahu sayang, kan Mas bukan dokter, sebenar nya setiap kita periksa kandungan, Mas tidak mengerti dengan layar monitor yang ada di komputer itu, yang Mas tau di gambar itu, gambar sebuah bayi trus sedang gerak gerak, sisa nya Mas gak tau" sahut Pandu.
Kia yang mendengar nya hanya tersenyum.
" Jadi Mas suka nya anak perempuan apa anak laki laki?" tanya Kia lagi.
" Mas suka dua dua nya sayang, apa pun yang di berikan oleh Allah, Mas akan menjaga nya dengan cinta" sahut Pandu sambil mencium pucuk kepala Kia.
Kia pun semakin tersenyum dengan jawaban suamu nya.
" Sayang sebaik nya kita mandi sekarang, sebentar lagi wakti nya sholat Ashar, biar kita sholat berjamaah" ajak Pandu pada Kia.
Kia pun langsung duduk dan menarik selimut nya untuk menutupi tubuh polos nya, namun Pandu langsung menarik selimut yang di pegang Kia dan langsung menggendong Kia masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah mereka selesai mandi, mereka langsung sholat Ashar berjamaah, selesai sholat Pandu masuk ke ruang kerja nya untuk memeriksa email dari cabang kantor nya yang lain di temani Aldi.
Sedang kan kia ke dapur untuk memasak makan malam bersama mama mertua nya.
Ditempat lain, Rika yang baru saja selesai mandi, mendengat suara ponsel nya berbunyi, Rika melihat tidak ada nomor nya pun langsung menyatu kan alis nya
Nomor siapa ini, gumam Rika.
Rika pun langsung mengangkat sambungan telpon nya.
" Assalamualaikum, maaf ini siapa ya?" ucap Rika dan bertanya.
" Walaikumsalam Rika, ini aku Reza" sahut Reza.
" Oh...kamu? ada apa?" tanya Rika lagi.
" Gak ada, aku cuma mau nanyak apa kamu sudah sampek rumah,itu aja" jawab Reza.
" Sudah...aku sudah sampai rumah dan ini mau istirahat" ucap Rika memberi tahu.
" Baik lha sampai ketemu di lain hari, selamat sore" ucap Reza dan langsung mematikan ponsel nya.
Rika yang melihat sambungan telpon nya terputus pun langsung kesel sendiri.
" Siapa yang nelpon siapa yang matiin, gak sopan banget sih jadi orang" ucap Rika langsung meletak kan ponsel nya di atas tempat tidur.
Sementara Reza yang berada di kamar nya senyum senyum sendiri membayang kan pasti sekarang Rika sedang kesal karena sambungan telpon nya di mati kan gitu aja.
Bersambung.....
**Dukung slalu karya Author ya Readers
Dengan cara Like,komen dan Vote plissss
Dukungan kalian berarti banget buat Author
Terima Kasih sebenyak banyak nya yang sudah mau Lie,Kome dan Vote ya, serta kasih hadiah dong biat Karya Author.
I Love You More 😊😊**
__ADS_1