Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 160


__ADS_3

Setelah acara lamaran selesai, dan keluarga sepakat untuk melangsungkan acara pernikahn tiga bulan lagi, sedangkan Haikal dan Ratu, keluarga sepakat untuk acara pernikahan mereka enam bulan lagi.


Sedang kan Arti, saat ini dia sedang menyibukkan dirinya di dapur untuk mengadon kue, Arti senagaja menyibukan dirinya agar bisa melupakan Andra dalam fikirannya.


Sedangkan lelaki yang dari tadi malam memperhatikan Arti malah melamun di kursi kerjanya, ia merasa saat ini mengujungi Arti namun entah kenapa dia tidak berani menampakan wajahnya.


Dia sedang mikir apa yang hendak ia lakukan, tiba tiba saja dia dia langsung tersenyum, " Ck kenapa gak kepikiran sih?" ucap Yusuf dan langsung beranjak dari kursinya.


Saat Yusuf ingin pergi, ternyata Ayahnya membuka pintu ruangannya, dan melihat putranya ingin pergi, " mau kemana kamu?" tanya ayah Yusuf.


" Nemuin calon menantu Ayah" ucap Yusuf tanpa sadar.


" Apa calon menantu?" Tanya Ayah Yusuf memastikan.


" Hahk, calon menantu, emang tadi Yusuf bilang itu ke Ayah" tanya Yusuf yang juga terkejut.


" Ck, kamu masih muda tapi sudah pikun" ucap Ayah Yusuf yang kesal melihat anaknya.


Yusuf hanya tersenyum sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal, " yaudah kalau kamu mau pergi, tapi ingat cari menantu yang baik hati, jangan seperti mantan mantan kamu itu, buat apa cantik tapi kalau gak bermoral" ucap Ayah Yusuf sekalian menasehati anaknya.


" Kali ini beda yah" sahut Yusuf yang lagi lagi tanpa sadar menjawab ucapan Ayahnya.


Setelah pamit, Yusuf pun langsung melangkahkan kakinya menuju mobilnya, di jalan dia berfikir apa yang harus ia katakan saat nanti bertemu Arti.


" Nanti aku bilang apa ya kalau ketemu dia, masak bilang mau pesan kue terus, dan lagi ia kalau dia ada di sana, kalau enggak, sia sia dong aku kesana" monolog Yusuf sambil menyetir.


" Ahk sudahlah, nanti pasti mengalir saja saat sudah ketemu sama dia" lanjut Yusuf yang ternyata sudah sampai di toko kue Cahaya.


" Bismillah" ucap Yusuf sebelum keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Yusuf masuk ke dalam dan menatap sekeliling, namun Yusuf sama sekali tidak melihat Arti di toko kue.


" Permisi, ada yang bisa kita bantu Pak? mau cari kue apa?" tanya salah satu karyawan Cahaya.


" Ahh iya saya mau cari Arti" jawab Yusuf dengan cepat yang langsung membuat karyawan Cahaya mengerutkan alisnya.


" Ibu Arti maksud bapak?" tanya karyawan Cahaya lagi memastikan.


Yusuf dengan cepat menganggukan kepalanya dengan cepat, " Sebentar biar saya panggilkan" ucap Karyawan tersebut namun langsung di hentikan Yusuf.


" Tidak usah di panggil, biar saya saja yang nemuin Arti, karna saya sudah janjian ketemu dia" ucap Yusuf.


Karyawan itu pun hanya menganggukan kepalanya dan langsung berjalan mengajak Yusuf untuk menemui Arti yang sedang berada di dapur.


Yusuf langsung mengerutkan alisnya saat karyawan Cahaya membawanya ke arah dapur, " Kita mau kemana?" tanya Yusuf dengan wajah bodohnya.


" Bukannya bapak mau ketemu dengan Ibu Arti, Ibu Arti sedang berada di dapur pak, lagi buat kue" jawab karyawan Cahaya.


Kini Yusuf sudah berada di depan pintu, di lihatnya Arti yang sedang duduk melamun sambil memegang serbet di tanganya.


Yusuf berjalan masuk ke dalam dan berdiri di sebelah Arti, di lihatnya dapur yang yang begitu banyak adonan kue yang masih belum terselesaikan hanya tinggal nunggu di bakar dan di kukus saja.


" Kalau kau melamun seperti ini, bisa bisa kue yang kau buat akan gosong" ucap Yusuf yang langsung membuat Arti terkejut dan menatap Yusuf yang berdiri di hadapannya.


" Kamu" ucap Arti dengan wajah terkejutnya.


Arti melihat ke sekeliling ruangan, tidak ada siapa siapa di sana, padahal seingatnya tadi dia bersama karyawan lain yang sedang membuat kue.


" Kenapa kamu bisa masukke dalam? siapa yang mengizin kamu masuk ke sini, ini itu bukan tempat umum" tanya Arti.

__ADS_1


" Tidak perlu izin kalau cuma untuk menemui kamu di sini, lagian semua orang juga sudah tahu siapa aku" jawab Yusuf sambil menudukkan tubuhnya di samping Arti.


" Emang kamu siapa?" tanya Arti.


" Aku Yusuf" jawab Yusuf menjawab dengan santai.


" Ck, aku gak tanya nama kamu, aku tanya siapa kamu sampai berani beraninya masuk ke sini, ini itutempat rahasia, tidak boleh ada yang masuk ke sini keculai karyawan" ucap Arti sambil menujuk arah pintu dimana di situ tertulis DILARANG MASUK KECUALI KARYAWAN.


"Bisa bacakan?" tanya Arti sambil berdiri melipat tanganya di dada.


" Bisa" jawab Yusuf dengan wajah cuek.


"Terus kalau bisa baca kenapa kamu masuk, sekarang cepat keluar" ucap Arti sambil berusaha menarik tangan Ysufagar bangkit dari duduknya.


" Aku mau ketemu kamu Ar, makanya aku langsung kesini, lagian apa bedanya di sini atai di tempat lain, aku juga gak akan mencuri resep kue kalian, toh aku gak ada kepikiran untuk buat toko kue" ucap Yusuf yang masih betah duduk walau tangannya masih di tarik Arti.


Arti melepas pegangan tangannya dari tangan Yusuf," Mau apa kamu cari aku, kalau mau pesan kue kamu bisa langsung ke depan, di sana banyak kue yang biasa kamu pesan buat mama kamu" ucap Arti.


Yusuf tersenyum mendengar ucapan Arti, " ternyata kamu sudah hapal ya sama kue kesuakan calon mertua" ucap Yusuf yang lagi lagi seperti tidak sadar.


" Apa, calon mertua? calon mertua siapa?" tanya Arti.


" Ahk, lupakan, oia aku sebenarnya ke sini mau melihat kamu, aku takut kamu bunuh diri gara gara kejadian tadi malam saat lamaran Andra" ucap Yusuf ti the point.


Arti yang mendengar ucapan Yusuf langsung menatap Yusuf dengan tatapan tajam, " Siapa kamu yang sibuk mengurusi aku, mau aku bunuh diri atau enggak itu bukan urusan kamu" ucap Arti dan segera berjalan meninggal kan Yusuf.


Yusuf yang terkejut dengan perkataan Arti langsung mengejar Arti, namun saat ia berlari tanpa sengaja Yusuf menyenggol bungkusan tepung terigu, dan alhasil Yusuf terpeleset, dengan cepat Yusuf menarik tangan Arti yang berada di hadapannya.


Bruuuukkk

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2