
Mobil yang di kendarai Aldi sudah sampai di rumah sakit milik keluarga Atmaja, Pandu langsung berlari masuk kedalam dengan wajah yang sudah khawatir terhadap istri nya, Pandu langsung berlari ke ruangan tempat Kia di rawat,yang sudah di kabari kakak nya sebelum Ia sampai di rumah sakit.
Bruuaaaak ( bunyi pintu di buka secara kasar)
Semua yang ada di dalam ruangan melihat ke arah pintu, sedang kan Pandu langsung masuk ke dalam untuk melihat keadaan istri nya.
" Kamu bisa gak buka pintu itu pelan pelan aja, Kia kan lagi istirahat" ucap kak NIta memberitahu.
" Maaf kak, Pandu sudah khawatir sekali dengan Kia" sahut Pandu yang sudah berdiri di samping tempat tidur Kia.
Pandu menggenggam tangan Kia, begitu terkejut nya Pandu merasa kan tangan Kia yang panas, Pandu pun langsung memegang dahi istri nya untuk memasti kan keadaan Kia, tapi hasil nya tetap panas.
" Kak kenapa badan Kia panas?" tanya Pandu dengan muka yang sudah begitu khawatir.
" Kia kekurangan cairan dan asupan makanan, jadi suhu tubuh nya jadi panas, tapi kamu tidak usah khawatir tadi aku sudah memberi kan Kia obat penurun panas" sahut Ricki memberi tahu.
" Bagaimana dengan kandungan Kia?" tanya Pandu lagi.
" Calon bayi kamu gak apa apa, dia sehat di dalam sana" sahut Ricki menjelas kan keadaan calon bayi yang ada di dalam perut Kia.
Pandu yang mendengar nya langsung merasa lega, karena Pandu sudah datang, semua yang ada di ruangan itu kembali bekerja, hanya tinggal Pandu dan Aldi yang ada di ruangan Kia.
Pandu dan Aldi mengerjakan pekerjaan Kantor di rumah sakit, Pandu memang tidak mau sedikit pun untuk berniat meninggal kan istri nya, Pandu ingin sendiri menjaga istri nya di rumah sakit.
Saat Pandu sedang fokus membahas pekerjaan dengan Aldi, pintu ruangan Kia terbuka, nampak lha mama dan papa Pandu yang masuk ke dalam kamar rawat Kia dengan wajah yang sudah cemas.
" Nak gimana kondisi Kia, dia dan calon bayi nya tidak apa apa kan? tanya mama Dewi yang langsung menghampiri Kia yang masih tertidur.
" Kia sudah gak apa apa Ma, dia kekurangan cairan, mungkin karena dia mengalami muntah muntah setiap pagi, di tambah tadi pagi Kia gak serapan, hanya minum susu saja" sahut Pandu menjelas kan pada mama dan papa nya.
" Syukur lha menantu papa sudah tidak apa apa, Ndu kamu harus ekstra untuk menjaga Kia dan dengan sabar untuk menyuruh nya makan walau pun hanya sedikit, papa gak mau kalau menantu papa terjadi seperti ini lagi, dan sebaik nya Kia beberapa bulan ini kuliah online saja dan tidak usah praktek dulu di rumah sakit, papa takut kejadian seperti ini terjadi lagi" jelas papa Ridwan.
Pandu hanya diam tidak menjawab ucapan ppa nya, dia memandangi wajah istri nya yang pucat dan masih tertidur karena memang Kia belum sadar.
__ADS_1
" Mama sama Papa pulang saja, biar Pandu yang jaga Kia di sini, Dan tolong siap kan baju baju Pandu Ma, biar nantik Aldi yang ambil" ucap Pandu pada ke dua orang tua nya.
Pandu juga gak mau ngerepoti ke dua orang tua nya karna Pandu takut kalau mama dan papa nya kecapean karna bolak balik ke rumah sakit.
Papa dan mama Pandu pun menyutujui untuk langsung pulang agar Kia bisa istirahat, " Yasudah mama sama papa pulang dulu ya Ndu, nantik mami beres kan pakaian kamu untuk di rumah sakit" sahut mama Dewi.
Mama dan Papa pun langsung meninggal kan ruangan Kia di rawat, Tak lama kepergian orang tua Pandu, Kia sadar membuka mata nya, Pandu dan Aldi yang masih membahas pekerjaan tak menyadari kalau Kia sudah siuman.
Kia yang mendengar suara suami nya berbicara langsung menolah ke asal suara, " Mas" panggil Kia dengan lembut.
Pandu yang mendengar suara istri nya langsung melihat ke arah tempat tidur, " sayang kamu sudah sadar" sahut Pandu langsung berjalan menghampiri Kia dan mencium kening Kia dengan lembut.
Kia hanya tersenyum membalas ucapan suami nya, " Mas Kia haus, mau minum" ucap Kia.
Pandu langsung mengambil air mineral yang ada di atas nakas, dengan talaten Pandu membantu istri nya untuk minum, setelah selesai Pandu lmeletak kan kembali gelas bekas Kia minum di atas nakas.
Pandu memandangi wajah Kia dengan lembut, di sentuh nya pipi dan kening Kia, Pandu sudah tidak merasa kan panas lagi.
" Sayang, Mas khawatir sekali mendengar kamu pingsan tadi, Mas mohon jangan seperti ini lagi" ucap Pandu memberi tahu rasa kekhawatiran nya.
Kia yang mendengar ucapan suami nya begitu terkejut, " Mas Kia tidak apa apa kok, ini hal yang wajar untuk ibu hamil di tri semster pertama" sahut Kia memberi penjelasan pada suami nya agar tetap membiar kan diri nya kuliah dan parketek seperti biasa.
" Dengan kamu pingsan setiap hari?" tanya Pandu dengan wajah yang sudah menahan amarah nya karena Kia tidak mau mendengar kan ucapan nya.
" Sayang dengar lha ucapan Mas, Mas gak mau kamu seperti ini lagi, Mas khawatir sama kamu dan calon anak kita sayang" ambung Pandu lagi yang sudah melembut kan nada bicara nya.
Kia hanya menunduk dan menahan tangis nya, sebenar nya Kia tidak mau seperti ini, tapi memang kondisi nya yang mual secara berlenihan maka nya Kia jatuh pingsan seperti tadi.
Aldi yang mendengar perkataan pandu dari tadi ahkir nya bersuara, " Ndu sebaik nya Kia makan dulu, biar dia sehat kembali" ucap Aldi agar Pandu dan Kia menyudahi pembicaraan meraka.
Pandu pun langsung mengambil bubur yang ada di atas meja, dengan talaten Pandu menyuapi Kia sampai bubur tersebut tinggal setengah.
" Mas sudah, Kia udah mau muntah" ucap Kia sambil menutup mulut nya.
__ADS_1
Pandu pun langsung menghenti kan suapan nya dan memberi kan Kia air minum, Setelah itu Pandu langsung meletak kan mangkok bekas bubur di atas meja khusus tempat makan di rumah sakit.
Tak lama pintu ruangan Kia terbuka, nampak lha tiga serangkai masuk, siapa lagi kalau bukan Rika, Ricki dan Bayu.
" Kia gimana kondisi kamu?" tanya Rika begitu sudah sampai di smaping Kia.
" Aku sudah lebih baik, maksih ya sudah menolong Kia tadi" sahut Kia dan mengucap kan terimah kasih pada tiga serangkai.
Ricki yang melihat pandu duduk di sebelah Kia langsung memanggil nya untuk bicara.
" Ndu bisa keluar sebentar, ada yang mau aku bicara kan?" ucap Ricki dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Pandu.
" Sayang sebentar ya, Mas ke luar sebentar" izin Pandu pada Kia, Kia hanya tersenyum menjawab kalau Pandu boleh keluar.
Pandu juga mengajak Aldi keluar juga sekalain mnyuruh Aldi pulang untuk mengambil barang barang nya untuk selama Pandu berada di rumah sakit.
Saat sudah di luar ruangan Kia, Pandu dan Ricki duduk di kursi tunggu, sedang kan aldi hanya berdiri untuk mendengar kan percakapan teman nya itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk slalu dukung Author ya guyssss, dengan Like, KOmen dan Vote yang banyak buat npvel Pertama author.
Terimah kasih banyak sudah mapir dan memberikan Like dan vote, serta komen yang positif buat karya pertama Author.
Salam sayang untuk raeders semua.
__ADS_1