Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 191


__ADS_3

Pagi ini semua keluarga Atmaja sudah berkumpul di meja makam untuk  serapan pagi bersama. Ara makan dengan lahapnya karena emang sudah lapar sedari tadi mengingat dirinya sedang menyusui.


Cahaya makan sedikit tidak selera karena saat ini ada sesuatu yang sedang di inginkannya, dan Raja bisa melihat itu dari wajah istrinya.


" Sayang kenapa? kamu ingin sesuatu?" tanya Raja yang langsung membuat semua yang ada di meja makan menatap ke ara Cahaya.


Cahaya yang di tatap mendadak sedikit takut karena merasa tidak enak, " Eehhmm..gak apa-apa Aii" sahut Cahaya kembali memasukkan makanan ke mulutnya.


" Katakan saja sayang apa yang kamu mau, jangan di diami" tanya mam Kia.


Cahaya menatap Raja sesaat, kemudian menatap semua yang ada di meja dengan bergantian.


" Bilang aja kak, jangan di diemi, entar ponakan aku ileran" ucap Ratu.


" Ehhmmm...gak tahu kenapa Aya pengen banget lihat Aii nyanyi lagu dangdut " ucap Cahaya dengan pelan namun masih di dengar semua yang ada di meja makan.


Hening sesaat, tiba tiba..


" Hahahahahaha" semuanya langsung tertawa mendengar permintaan Cahaya. mereka semua tahu kalau Raja paling tidak suka kalau disuruh nyanyi bergenre dangdut, kemarin saja saat pernikahan Ara, dia uda males, karena walau pun lagunya pop tapi musiknya sedikit dangdut.


" Sayang Aii akan ngabulin apa pun buat kamu dan anak kita, tapi jangan yang satu ini ya" mohon Raja.

__ADS_1


Bukannya dijawab Cahaya, tapi Cahaya malah berlinang air mata, yang langsung membuat Raja kelimpungan dan langsung membuat semua yang ada di sana kembali tertawa.


" Oke-oke jangan nangis, Aii akan lakukin demi dan anak kita, tapi lagu apa yang mau Ai nyanyiin sayang?" tanya Raja penasaran.


"Lagu yang pernah Mama nyanyiin waktu nikahan Om Aldi"  jawab Cahaya.


" Whaaaaaat" ucap Raja begitu terkejut dan lagi-lagi membuat semua yang ada di sana kembali tertawa.


Pasalnya mereka pernah melihat video saat mama Kia bernyanyi dan saat itu sedang hamil Raja.


" No sayang, Aii gak bisa nyanyiin nya" raa berusaha menolak.


" Turuti aja napa kak, orang lagunya asik juga" ucap Ratu yang langsung mendapat tatapan tajam dari Raja, bukannya takut Ratu malah mengejek kakaknya dengan menjulurkan lidahnya.


" Sayang gimana kalau kita buat video aja dari lagu yang di nyanyikan mama, yaah itung-itung kita video clipnya gitu" ucap Raja berusaha membujuk.


Raja mengelus perut Cahaya yang buncit, agar anaknya juga mau menuruti permintaan dirinya, dan di detik berikutnya Cahaya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Tapi Tema nya Aya yang tentuin ya" ucap Cahaya yang langsung di jawab anggukan kepala dan tersenyum.


Raja bernafas lega karena usulnya di terima sang istri dan anaknya, semua nya pun ikut tersenyum melihat Cahaya karena istri pengertian.

__ADS_1


" Tapi yang jadi kameramennya Andra ya Aii" ucap Cahaya lagi.


" Uhuuuk..uhuuuk" Andra terbatuk mendengar ucapan Cahaya.


" Laah kok aku si Ya" tanya Andra.


" Anaknya yang mau loh Ndra, entar juga Haikal juga ikut, kak Azmi juga" ucap Cahaya sambil melahap makanan yang ada di hadapannya.


Nama yang di sebut saling tatap, Raja ikut tersenyum melihat permintan lucu sang istri, dia menatap ke arah Wisnu karena namanya tidak di sebut oleh Cahaya. namun suara Cahaya kembali terdengar.


" Kamu juga wajib ikut Wis, kamu kan jago kalau urusan video-video gini" dan sukses membuat Raja tertawa karena usulnya menjadi bumerang semua sepupu dan ipar iparnya.


" Kejam banget kamu Ja" ucap Andra kesal namun tidak di gubris oleh Raja.


" Besok Videonya di buat ya, kan besok libur" ucap Cahaya lagi yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Raja.


" Kita nanti ikutan ya kak, buat video lucu kayak bulan madu gitu, kalau di postin pasti banyak yang iri" ucap Ratu yang sudah membayangkan Video lari-lari sambil kejar-kejaran.


" gak usah menghayal yang enggak-enggak, mendingan cepat habisin makannya, seiap itu kakak antar ke kampus" ucap Haikal yang langsung membuat Ratu mengerucutkan bibirnya.


Para orang tua hanya bisa mendengar dan menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dan ulah anak-anak mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2