Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 219


__ADS_3

Hati Pandu sedikit lega karena Kia dan calon anak nya tidak kenapa napa, namun Pandu masih merutuki kebodohan nya di karena kam diri nya lah yang menyebab kan Kia sekarang terbaring di rumah sakit.


Ricki yang sedari tadi diam saja hanya memandang Pandu dengan wajah tak suka, Ricki memang belum tahu apa yang terjadi dengan Kia, tapi Ricki sudah bisa menduga kalau ini pasti di sebeb kan oleh Pandu.


" Apa yang kau lakukan sama Kia Ndu? kenapa Kia bisa sampai seperti tadi" tanya Ricki yang sudah mengintimidasi Pandu.


Pandu hanya menunduk kan kepala nya karena tahu kalau diri nya salah, Aldi yang tahu akan terjadi keributan langsung beranjak dari kursi nya.


" Sudah sudah jangan seperti ini, ini rumah sakit, tidak enak di lihat orang, yang terpenting Kia sudah tidak kenapa napa, dan kamu Ndu, sebaik nya kamu ke ruang perawatan Kia, kamu lihat keadaan Kia di sana" ucap Aldi.


Pandu hanya mengangguk kan kepala nya dan menatap wajah Ricki sesaat, bukan nya Pandu tidak mau menjawab, tapi yang di kata kan oleh Aldi ada benar nya, dan sekarang diri nya memang sudah benar benar benar tidak sabar untuk menemui istri nya.


Pandu langsung melangkah kan kaki nya menuju ruang perawatan Kia, Ricki memandang kepergian Pandu merasa tak suka.


" Sebenar nya apa sih yang terjadi, kenapa Kia sampai seperti tadi" tanya Ricki pada Aldi.


" Nanti kamu akan tahu sendiri, tapi tidal sekarang, keadaan nya masih tegang" ucap Aldi memberi tahu.


Ricki langsung mengusap kasar wajah nya, kemudian dia pergi melangkah meninggal kan Aldi dan Kia menuju ruangan nya.


Aldi melihat pakaian Widya yang sudah setengah kering, padahal tadi basah kuyup langsung mangajak Widya untuk pulang dulu, setelah itu balik lagi ke rumah sakit.


" Sayang kita balik pulang dulu yuk, baju kamu sudah setengah kering, mas gak mau kamu masuk angin, nanti kita balik lagi" ajak Aldi.


" Iya mas, mas juga pakain nya sudab kering di badan" ucap Widya yang khawatir melihat suami nya.


Mereka pun langsung meninggal kan rumah sakit memuju pulang ke rumah mereka.


Pandu yamg sudah berada di dalam kamar rawat Kia, merasa tak tega melihat Kia terbaring lemah di atas tempat tidur, impus yang menggantung di tiang sebelaj tempat tidur Kia membuat dada Pandh kembali sesak.

__ADS_1


Di raih nya tangan Kia yang tidak ada jarum impus nya, di kecup nya dengan perlahan.


" sayang maaf kan mas, bangun lah sayang, mas ada di sini, mas minta maaf" ucap Pandu sambil mencium tangan Kia.


Tiba tiba pintu di buka dengan kasar


Bruuuuuak


Pandu terkejut mendengar suara pinti di buka dengan kasar, tadi nya Pandu ingin marah, tapi melihat siapa yang masuk, karena takut membuat Kia terkejut dan bamgun dari istirahat nya, numun saat melihat siapa yang masuk, membuat kemarahan Pandu hilang seketika.


Anita masuk bersama Bima dan langsung berjalan ke arah Pandu.


Plaaak


Anita menampar Pandu karena kecewa dengan Pandu, di lihat nya adik ipar nya yang terbaring lemah di atas tempat tidur yang masih memejam kan mata nya.


" Kakak kecewa sama kamu Ndu, kenapa kamu bisa melakukan hal yang bisa membuat kamu menyesal nanti nya, bersyukur Kia dan calon anak kalian tidak kenapa napa, Allah masih sayang sama kamu karena masih menyelamat kan nyawa orang yamg kamu cintai, kalau Aldi telat memenukan Kia, kakak tidak bisa berfikir lagi Ndu, kamu akan menyesal seumur hidup mu" bentak Anita yang sudah menahan emosi nya.


Pandu hanya diam saja, semua yang di katakan kakak nya adalah benar, kalau Allah masih menyayanyi diri nya, sehingga Kia dan calon anak mereka tidak kenapa napa.


" sayang sudah....tenang kan diri mu, yang terpenting Kia dan kandungan nya tidak kenapa napa" ucap Bima menenang kan istri nya agar tidak semakin jadi marah nya.


" Kamu jangan membela Pandu mas, dia pantas di salah kan, karena kebodohan nya sampai membuat Kia seperti ini" ucap Anita lagi.


" Mas tidak membela Pandu Nita, tapi tenang kan diri mu, dengan kamu marah marah seperti ini sama saja kamu mengganggu istirahat Kia" ucap Bima memberi tahu.


Anita langsung terdiam dan menarik napas nya dengan kasar, di tatap nya tubuh Kia, dia berjalan ke arah Kia dan memeriksa suhu tubuh Kia yang masih terasa hangat sedikit.


" Ndu sebenar nya apa yang terjadi, kenapa Kia bisa sampai seperti tadi, kakak dapat kabar dari Ricki" tanya Bima yang penasaran apa yang terjadi.

__ADS_1


Pandu melihat Kia sejenak, dan Pandu melirik kakak nya yang menatap nya dengan tatapan tajam, kemudian Pandu kembali melihat lantai keramik rumah sakit, menarik nafas sejenak dan menceritakan kejadian di kafe dari awal sampai Pandu menurun kan Kia di tengah jalan.


Anita yang mendengar cerita Pandu kembali ingin menghajar Pandu, tapi Bima langsung menghalangi istri nya agar tidak menghajar Pandu lagi.


" Kenapa kamu menghalangi aku Mas, awas minggir, aku mau menghajar adik ku yang bodoh nya di pelihara, bisa bisa nya dia menurun kan Kia di pinggir jalan dalam keadaan hujan deras, di letak dimana pikiran nya, kalau kamu bukan adik ku, sudah habis kamu aku cincang dan aku kasih makanan buaya, dan otak mu yang kecil itu aku kasih formalin agar bisa di awet kan dan setelah itu aku pajang di musem agar semua orang tahu kalau kamu itu hanya pintar mengurus perusahaan besar tapi bodoh dalam mengatasi masalah hati" ucap Anita yang emosi nya sudah meledak ledak.


Pandu dan Bima yamg mendengar ucapan Anita langsung menelan kasar saliva nya, entah kenapa Pandu dan Bima merasa ngeri mendengar ucapan Anita tadi.


" Sekali lagi kamu melakukan tindakan bodoh seperti ini, kakak sunat kamu kedua kali nya" ucap Anita kemudian mengambil tas nya dan me langkah pergi dari ruangan Kia.


" Ayo mas kita pulang, aku malas melihat wajah adik ku yang bodoh ini" ajak Anita pada Bima.


" Kakak pulang dulu Ndu, segera kabari kalau Kia sudah sadar" ucap Bima sebelum pamit.


Pandu yang melihat kepergian kakak dan kakak ipar nya langsung kembali duduk di kursi samping ranjang Kia.


" Kamh dengar sayang, begitu banyak yang sayang dan peduli sama kamu, sampai sampai mereka semua memaki mas sudah seperti anak tiri yang mencuri makanan, tapi semua itu memang pantas mas dapat kan sayang, karena ulah mas yang bodoh ini, membuat kamu malab terbaring di sini, maaf kan mas sayang, maaf kan mas" ucap Pandu yang terus terusan mencium tangan Kia.


Bersambung...


Jangan lupa untuk dukung karya author dengan Like,komen positif dan Vote.


Kasih bunga dan kopi yang banyak yaa plisss 🙏🙏


Terimah kasih atas dukungan kalian semua, author ucap kan banyak banyak terima kasih.


Salam sayang author untuk readers tercinta


Love You More 😊😘😘

__ADS_1


__ADS_2