
Seluruh keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga untuk menyambut kepulangan Cahaya dari rumah sakit, keadaan Cahaya sudah membaik asal kan Cahaya tidak boleh terlalu letih dan selalu meminum vitamin yang di berikan oleh dokter.
Suara mobil terdengar memasuki pekarangan rumah besar Atmaja, semua yang mendengar langsung tersnyum saat tahu pasti itu mobil Raja yang tiba.
" Ingat, jangan ada yang mengeluarka air mata sedikit pun, kita harus buat momen ini bahagia agar Cahaya tidak curiga sedikit pun" ucap Pandu yang di jawab anggukan kepala oleh yang lain.
" Assalamualaikum" ucap Raja dan Cahaya berbarengan.
" Walaikumsalam" sahut seluruh keluarga.
" Waah bumil kedua kita sudah tiba, senang banget deh ahkirnya Ara ada temannya, bumil bumil cantik sudah berkumpul" ucap Ara dengan wajah happynya.
Cahaya tersenyum mendengarnya, begitu pun dengan Raja, Raja sedikit pun tidak menampakan kekhawatiran tentang kehamilan Aya. karena Raja yakin mukjizat Allah itu ada, dan dia yakin kalau bayi yang ada di dalam kandungan istrinya akan baik baik saja dan mengalah kan penyakit yang ada di rahim istrinya.
" Selamat ya sayang, ini berita yang bahagia buat Oma, cucu cucu oma akan segera memberikan cicit untuk Oma, dan semuanya cucu cucu Oma sebentar lagi akan melepas masa lajangnya" ucap Oma Dewi memeluk Cahaya dan mencium kening Cahaya dengan lembut.
Seluruh keluarga mmeberikan selamat pada Cahaya, karena Cahaya membutuhkan banyak istrirahat, ahkirnya Raja pamit untuk membawa Cahaya masuk ke kamar, namun baru ingin beranjak dari sofa yang mereka duduki, tiba tiba ada tamu datang ke kediaman Atmaja dan mengangget kan seluruh keluarga.
" Assalamualaikum" ucapnya.
" Walaikumsalam" sahut seluruh keluarga dari dalam dan menoleh ke arah asal suara.
Begitu melihat siapa yang datang, semua yang ada di sana langsung terdiam, Cahaya yang awalnya melihat kedatangannya mendadak mengubah ekspresinya yang tadinya tersenyum menjadi sedikit takut, biar bagaimana pun masih ada rasa takut di diri Cahaya melihat kehadiran Wisnu mengingat kecelakaan yang pernah di alaminya dulu.
Wisnu memang sengaja datang ke kediaman Atmaja untuk menemui Raja dan mengucapkan terima kasih karena Raja dengan baik hati mencabut tuntutannya.
__ADS_1
" Kakak" ucap Tiara begitu terkejut melihat kedatangan kakaknya.
Wisnu menyalami seluruh orang tua yang ada di sana, semua wajah orang yang ada di sana begitutegang, tapi tidak dengan Raja, papa Pandu dan Ayah Aldi.
Saat Wisnu selesai menyalami seluruh orang tua, kini Wisnu berhadapan dengan Raja, semua yang ada di sana takut kalau Raja dan Wisnu akan ribut, namun semua yang ada di sana malah terkejut saat melihat apa yang di lakukan Wisnu dan Raja di hadapan meraka, begitu juga dengan Cahaya yang berdiri tepat di samping Raja.
Wisnu tersenyum dan Raja juga tersenyum menyambut Raja, kemudian mereka saling memeluk, Wisnu mengucapkan banyak banyak terima kasih pada Raja.
" Makasih banyak Ja, aku berhutang budi banyak dengan mu, dan aku janji aku akan menjadi orang yang lebih baik lagi, aku menyesal telah berbuat jahat kemarin" ucap Wisnu saat sudah melepaskan pelukannya.
" Sudahlah, yang lalu biar lah berlalu, dan jadikan pelajaran, sekarang nikmati hidup mu di masa depan, kita akan menjadi keluarga bukan" sahut Raja.
Semua yang ada di sana langsung tersenyum, Tiara sampai menangis karena terkejut dengan kehadiran kakaknya, bahkan Tiara begitu terkejut saat tau kalau kakaknya sudah bebas dari penjara.
" Kau memang sepupu ku yang brehati malaikat, terima kasih" ucap Andra dan di jawab anggukan kepala oleh Raja.
" Hemmm, maaf semua, Raja tidak bisa di sini lama lama, Aya harus banyak banyak istirahat" ucap raja yang sebenarnya tidak enak hati untuk masuk ke kamar diluan.
Namun semuanya tahu gimana kondisi Aya, jadi mereka memakluminya.
Cahaya berbalik setelah tersenyum singkat pada Wisnu, namun tiba tiba Aya menjerit karena ulah Raja yang tiba tiba saja menggendong nya.
" Aaaaaaaahhk, Aii turunin Aya, malu di lihat yang lain" ucap Aya dengan wajah yang sudah merah seperti tomat mateng.
" Mereka sudah paham sayang, biar kan saja" jawab Raja acuh.
__ADS_1
" Kamu tidak boleh capek sayang, jadi untuk saat ini kamu tidak boleh naik tangga sendiri" sambung Raja.
" Ya Allah Aii, Aya ini cuma hamil, bukan sakit parah, turunin" ucap Aya dengan bibir yang di majuin.
Raja sama sekali tidak menggubrisnya, sementara yang lain sudah tertawa melihat ulah Raja.
Setelah kepergian Raja dan Cahaya, kini Tiara langsung mendekati Wisnu dan memeluk nya dengan erat.
" Ahkirnya kakak bebas juga, Tiara begitu senang kak, kakak sudah tidak di dalam penjara lagi, taubat lah kak, dan jangan lakukan hal hal yang dapat merugikan diri kakak lagi" ucap Tiara di sela sela pelukanya.
Wisnu hanya menganggukkan kepalanya sambil mengelus kepala Tiara, Andra yang melihat calon istrinya berpelukan dengan kakaknya langsung menarik tangan Tiara dengan lembut.
" Jangan lama lama pelukannya, aku iri melihatnya" ucap Andra yang langsung mendapat kekehan dari yang lainnya.
" Yeee bucin amat kamu dek' ucap Ara mengatai Andra.
" Biarin lah, namanya juga sama calon istri" jawab Andra yang langsung menarik Tiara untuk duduk kembali.
" Gini ni kalau kasmaran yang berlebihan, jadinya bucin akut" ucap Haikal yang langsung di lempar bantal oleh Andra.
" Kayak kamu enggak aja, siapa yang kemarin malam malam datang kayak orang gilak gara gara Adek gak mau angkat telpon" ucap Andra yang langsung mmebuat Haikal malu dan di sambut tawa yang lainnya.
Wisnu yang meihat keharmonisan keluarga Atmaja begitu adem, dia tenang ahkirnya adik kesayangannya sudah mendapat kan keluarga yang akan meyanyagi saat menikah nanti.
Bersambung.
__ADS_1