Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 202


__ADS_3

Sabrina kembali membalikkan tubuhnya untuk pergi dari hadapan Wisnu, dengan langkah perlahan Sabrina berjalan dengan tangisan melepaskan Wisnu, namun tiba-tiba saja dari arah belakang Sabrina meraskan pelukan yang membuatnya terkejut.


Deg.


Jantung sabrina mendadak mau copot dari tempatnya merasakan pelukan yang dia tahu siapa pelakunya.


Ya Allah apa ini nyata, kak Wisnu meluk aku? kalau benar aku harus membenarkan jantungku pada papa agar bisa balik pada tempanya semula, batin Sabrina yang masih diam mematung mearsakan pelukan hangat yang di berikan oleh Wisnu saat itu.


Wisnu sendiri tidak tahu bisa melakukan ini pada Sabrina, hatinya tersentuh saat mendengar ucapan Sabrina untuknya.


Di baliknya tubuh Sabrina untuk menghadapanya, Kening Sabrina dan Wisnu saling menempel karena Wisnu masih memeluk tubuh Sabrina. Jangan ditanya dimana payung yang tadi memayungi tubuh Wisnu, sekarang payung itu sudah terjatuh di pinggir jalan tergeletak begitu saja.


"Kenapa mau nyerah gitu aja" ahkirnya Wisnu bersuara dan mengangetkan Sabrina yang langsung membuka matanya menatap wajah Wisnu.


"Maksud kakak apa?" tanya Sabrina tidak mengerti.

__ADS_1


" Aku sedang memantapkan hatiku Ina, tolong kamu bantu agar aku benar-benar ada untuk mu, dan hatimu benar-benar kamu serahkan untuk ku saja,agar hatimu dan hatiku bisa bersatu dan menjadi kita, bukannya kamu malah mundur" jawab Wisnu yang langsung membuat Sabrina terkejut dan memundurkan kakinya sedikit menjauh dari Wisnu.


Wisnu hanya menatap Sabrina namun dengan cepat Wisnu kembali menarik tangan Sabrina dan di bawanya kembali ke dalam pelukanya.


" Kamu harus janji pada kakak kalau kamu bisa membuat hati kakak ini untuk kamu, jangan pernah bosan karena sejujurnya hati ini sudah sedikit terbuka untuk menerima kamu Ina" ucap Wisnu lagi yang membuat Sabrina langsung mengeluarkan air matanya mendengar  ucapan Wisnu.


Dengan cepat Sabrina membalas pelukan Wisnu dengan erat, dan Wisnu yang sadar langsung melonggarkan pelukannya.


"Hujannya semakin lebat, kakak antar kamu pulang ya" ucap Wisnu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Sabrina.


Saat Wisnu akan melajukan mobilnya, Wisnu melihat Sabrina belum memasang sabuk pengaman di tubuhnya. dengan cepat Wisnu langsung mendekat ke arah Sabrina untuk memasangkannya.


Namun karena Sabrina terkejut, Ia langsung menegakkan kepalanya dan wajah keduanya langsung saling tatap dengan jarak yang begitu dekat.


Detak jantung keduannya berdeak begitu kencang, entah dorongan dari mana Wisnu langsung memajukan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sabrina yang masih menatap dirinya.

__ADS_1


Kini bibir keduanya sudah saling menempel, Sabrina hanya bisa diam karena begitu terkejut akan mendapatkan ciuman pertama dari lelaki yang saat ini di cintainya, karena merasa tidak ada penolakan dari Sabrina, Wisnu langsung menggerakkan bibirnya untuk ******* bibir manis Sabrina.


Keduanya saling menikmatiwalau Sabrina hanya diam saja, dan saat mearsakan Sabrina kehabisan nafas Wisnu langsung melepaskan ciumananya dan menatap wajah Sabrina yang sudah begitu merah.


" Bibir ini hanya milik kakak Ina, kamu sudah janji kan kalau hati kamu cuma milik kakak, begitu juga dengan kakak" ucap Wisnu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Sabrina. Wisnu langsung memeluk tubuh Sabrina begitu mendapat jawaban dari Sabrina.


Bersambung.


Cieeee...ahkirnya setelah sekian purnama Sabrina mendapat kan hati Wisnu. cerita selanjutnya kita ke nikahan Arti dan Yusuf dulu yaa, setelah itu kita sambung ke lahiran cahaya, tapi tetep Author sanding dengan cerita yang lainnya juga dong pastinya.


jangan lupa dukungannya ya readers tercinta, Author hanya minta Like yang banyak dan komen yang baik-baik dan membuat Auhor agar makin semangat buat nulisnya.


terima kasih.


Love You.

__ADS_1


__ADS_2