Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 120


__ADS_3

Deg


Mata Cahaya langsung membulat saat melihat seluruh keluarga ibunya berada di sana, orang yang sempat datang di hari pertunangan dirinya seminggu yang lalu.


" Kalian" ucap Cahaya dengan suara yang sudah bergetar.


" Iya sayang, sepupu mu itu yang sudah menyuruh seseorang untuk membakar toko kue kamu" ucap raja memberitahu.


Air mata Cahaya langsung menetes saat mendengar ucapan suaminya, ia menatap Ratih sepupunya tidak percaya.


" Apa salah ku, sampai kau begitu tega membakar toko kue ku?" tanya Cahaya.


" Kau tidak salah, tapi aku gak suka melhat mu salalu bahagia" sahut Ratih dengan tak kalah kuat suara nya.


" Kau tahu, aku selalu tidak suka melihat mu dari dulu, dari kita sekolah, semua orang orang begitu kagum padamu karena kecantikan mu, padahal kau tidak da apa apanya dengan ku, tapi semua lelaki yang aku sukai pasti lebih dulu menyukai mu, dan sekarang kau bisa menikah dengan anak pengusaha nomor satu di asia, maka nya aku tidak rela melihat mu bahagia, hingga aku membakar toko kue mu, agar kau bersedih karena itu adalah toko kue peninggalan ayah dan ibu mu bukan" ucap Ratih dengan sinis.


Cahaya hanya bisa menggelengkan kepalanya begitu mendengar perkataan sepupunya yang tidak pernah menganggapnya sedari dulu.


" Aku pastikan kau akan menyesal telah mebuat ini pada ku Ratih, dan aku pastikan kau akan mendekam di penjara karena kesalahan yang sudah kau lakukan pada ku" ucap Cahaya yang sudah begitus sesak di dadanya.


Cahaya langsung berbalik ingin pergi meninggal kan ruangan itu, namun bibi dan papan nya langsung menghentikan langkah Cahaya.


" Cahaya tolong maaf kan Ratih, bebas kan dia dari penjara nak, bibi juga tidak tau soal rencana dia, dia melakukan ini hanya karena iri melihat mu karena bisa mendapat kan suami yang kaya dan juga tampan, tapi biar bagaimana pun dia adalah saudara mu nak" ucap bibi Cahaya dengan memohon.


Cahaya langsung membalikkan wajah nya menatap ke arah bibi dan paman nya dengan tersenyum mengejek.


" Saudara?" tanya Cahaya dengan suara lemahnya.


" Kenapa di saat seperti ini bibi dan paman menagatakan kalau aku adalah saudara kalian, bukannya kalian tidak pernah menganggap aku saudara kalian, sedari aku kecil kalian tidak pernah menganggap aku bukan" ucap Cahaya yang membuat bibi dan paman Cahaya saling pandung.

__ADS_1


" Tapi kasihani lah Ratih Ya, kekek mu juga pasti akan memohon pada mu, karena kalian adalah cucunya" ucap paman Cahaya.


" kakek, bukan kah kakek tidak pernah menganggap ku ada, saat ibu ku menikah dengan ayah ku, kalian tidak menganggap ibu ku sebagai saudara, kalian langsung menampak kan ibu ku bagai sampah bukan" ucap Cahaya dengan air mata yang sudah berderai.


" Kalian tidak pernah menganggap ayah dan ibu ku, bahkan ibu ku melahir kan aku, kalian megatakan kalau aku adalah anak yang tidak ada hubungan darah dengan kalian bukan, dan dimana kalian saat kami dulu kelaparan bahkan beras sebutir pun kami tak punya" sambung Cahaya.


" Dimana kalian pada saat itu, hingga saat ayah ku merintis dengan berjualan kue keliling kampung dengan memakai sepeda, kalian malah menertawa kan kami bukan, hingga usaha ayah ku sukses, kalian malah meracuni ibu dan ayah ku karena kalian ingin merebut toko kue ayah ku yang dulu saat masih kecil" ucap Cahaya kembali mengingat kan perbuatan bibi dan pamannya.


" Harusnya kalian juga ikut masuk ke dalam penjara karena sudah membunuh kedua orang tua ku, tapi pada saat itu aku tidak punya bukti hingaa aku diam saja, tapi kali ini aku tidak akan diam saja, perlakuaan Ratih tidak bisa di maaf kan karena sudah begitu keterlaluan" sambung Cahaya.


" Kini kalian berharap aku akan membebas kan Ratih karena perbuatannya, itu tidak akan pernah terjadi, dan ingat, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memberikan apa yang bukan hak kalian, karena ingat, aku bukan saudara kalian, karena tidak ada hubungan darah antara aku dan juga kalian, sesuai apa yang kalian katakan dulu pada ku" ucap Cahaya dan langsung pergi meninggalkan paman dan bibinya begitu saja.


Raja mengikuti Cahaya keluar dari ruangan tempat bertemunya Cahaya dengan keluarganya, papa Pandu langsung memproses hukuman untuk Ratih, sedang kan paman dan bibi Cahaya hanya bisa pasrah karena Cahaya tidak mau membebas kan anak nya.


" Segera proses sesuai ketentuan hukum" ucap Papa pandu pada para polisi.


" Baik Pak" ucap para polisi dan langsung membawa Ratih masuk ke dalam sel kembali.


" kasihan? aku malah lebih kasihan pada menantu ku kalau aku membebas kan anak mu, karena bisa saja sewaktu waktu kalian akan membuat menantu aku akan lebih sedih dari ini dengan kelakuan kalian bukan" ucap Pandu yang membuat paman dan bibi Cahaya langsung terdiam.


" Dan aku ingat kan pada kalian, jangan main main dengan keluarga ku, kalau kalian juga tidak mau bernasib sama dengan anak kalian" ucap Pandu lagi dan langsung pergi meninggalkan paman dan bibi Cahaya begitu saja di ikuti Aldi, Haikal dan Andra.


Paman dan bibi Cahaya hanya bisa lemas saat permohonannya mereka tidak di terima.


" Ini semua karena kelaukan anak bodoh mu bu, bisa bisa nya dia membakar toko kue roti Cahaya yang sebenatar lagi akan di waris kan sama kita, kalau sudah begini boro boro mendapat kan toko roti, yang ada anak kita malah mendekam di penajar kan" ucap paman Cahaya menyalah kan perbuatan Ratih.


Cahaya sendiri saat ini menangis di pelukan suaminya karena sebenar nya dirinya tak tega memperlakukan paman dan bibinya seperti itu, tapi mau bagaiman lagi, dia sudah tidak sanggup di tindas dengan keluarga nya yang tidak pernah menganggap nya ada sedari dulu.


" Sudah sayang jangan kamu sia sia kan air mata kamu hanya untuk mereka, cukup air mata kebahagian yang akan kamu keluarkan nantinya" ucap Raja dengan memeluk Cahaya dan mengusap lembut kepala Cahaya yang tertutup hijab.

__ADS_1


" Iyaa Aii, Aya janji tidak akan menangis karena mereka lagi" sahut Cahaya.


" Nah gitu dong, itu baru istri cantiknya Raja" ucap Raja yang membuat Cahaya tersenyum malu dan mengusap air mata nya di pipi mulusnya.


Raja begitu gemas pada Cahaya hingga ia mengangkat wajah Cahaya dengan tangan nya, di tatap nya wajah cantik istrinya walau dengan mata yang sudah sembab, dengan perlahan Raja mendekat kan wajahnya ingin mencium bibir pink Cahaya, Cahaya yang tahu maksud Raja merasa gugup, namun dia membiar kan suaminya melakukan apa yang mau di lakukan suaminya.


Hingga tinggal sedikit lagi bibir mereka saling menempel, tiba tiba..


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan kaca mobil Raja di ketuk dari luar mobil, Raja dan Cahaya langsung menjauh kan kepala mereka karena terkejut.


Sial ganggu aja sih, batin Raja yang langsung membuka kaca mobilnya.


Nampak lah papa Pandu yang berdiri di samping mobil Raja.


" Papa sudah urus semua nya, hanya tinggal sidang saja, ini papa mau kembali ke rumah, mama kamu pasti nungguin di rumah" ucap papa Pandu memberi tahu.


" Makasih ya Pa karan sudah membantu" sahut Raja.


"Tak masalah" ucap papa Pandu tersenyum pada anak dan menantunya.


" Yasudah papa langsung balik ya, dan kalau kalian mau begituan jangan di mobil, gak enak dilihat orang" ucap papa Pandu menyindir Raja dan Cahaya.


Jleb

__ADS_1


Wajah Raja dan Cahaya langsung merah setelah mendenagar ucapan papa pandu.


Bersambung


__ADS_2