
" Mas mau pesan apa?" tanya Widya.
" Sayang kamu pesan banyak banget gitu emang habis makan nya?" tanya Aldi.
" Ya habis dong mas, Widy itu lapar banget malahan" ucap Widya.
Aldi hanya diam sambil melihat istri nya yang masih melihay kertas menu yang sudah sedikit usang dan di laminating.
Aldi pun memesan satu porsi nasi dan ayam goreng saja, minum nya ea teh.
Aldi gak habis fikir dengan Widya satu hari ini, tingkah dan kelakuan nya begitu aneh di mata Aldi.
Sementara di kamar Kia dan Pandu, Kia sedang melihat lihat baju bayi yang di beli nya tadi, melihat baju mungil itu, Kia menjadi tidal sabar ingin bertemu dengan buah cinta nya bersama Pandu.
Pandu yang melihat istri nya senyum senyum sendiri pun mendekati Kia dan duduk di sebelah Kia.
" Kenapa senyum senyum sendiri sayang?" tanya Pandu sambil memeluk pinggang Kia dengan lembut.
" Kia lihat baju baju anak kita gemes mas, makin gak sabar Kia ingin gendong anak kita nanti" ucap Kia dengan senyuman manis nya.
" Sama sayang, Mas juga uda gak sabar gendong anak kita" ucap Pandu sambil mengelus perut Kia.
" Nanti kamu papa jenguki ya sayang, papa rindu uda lama gak nengoki kamu di dalam perut mama" ucap Pandu yang langsung dapat cubitan di pinggang Pandu.
" Mas mesuuuuum" ucap Kia yang di sambut senyuman oleh Pandu.
" Oia mas, Mas sudah siapin nama gak buat anak kita nanti" tanya Kia.
" Sudah dong sayang, mas sudah siapin nama untuk calon anak kita, laki laki dan perempuan, jadi nanti tinggal kita lihat saja anak kita laki laki atau perempuan" ucap Pandu memberi tahu.
" Siapa nama nya mas, Kia mau tahu" tanya Kia lagi.
" Rahasia dong sayang, nanti kalau sudah lahir kamu tahu sendiri" ucap Pandu.
Kia merasa kesal dan mengerucut kan bibir nya,Pandu yang gemes langsung menarik wajah Kia untuk menghadap ke arah nya.
__ADS_1
Tanpa buang waktu, Pandu langsung mencium bibir Kia dan ******* nya dengab lembut, semakin lama semakin panas ciuman yang di berikan Pandu.
Kia pun membalas nya, karena Kia tidak mau berdoaa karena tidak mau melayani suami nya, ahkir nya setelah sholat isya mereka bertempur dengan Pandu beralasan ingin mengunjungi calon bayi mereka.
Gelap nya malam berubah dengan sinar matahari pagi, Pandu dan Kia sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor, sedang kan Kia akan pergi ke rumah sakit.
Pandu selalu siaga untuk mengantar jemput Kia, karena Pandu gak mau kalau Kia kenapa napa, atau sampai celaka.
" Kia diluan ya mas, mas hati hati nyetir nya" pamit Kia dan mencium punggung tangan Pandu, Pandu pun mencium kening Kia dengan mesra.
" Iya sayang, nanti kalau sudah mau pulang kabari mas ya, ingat jangan pulang naik taxi, kalau mas gak bisa jemput, telpon mang Madi, biar di jemput sama mang Madi" ucap Pandu memberi tahu.
" Siap bos" ucap Kia, langsunv keluar dari mobil.
Pandu melihat Kia masuk dulu ke rumah sakit baru Dia melaju kan mobil nya, menuju gedung Atmaja gruop.
Sampai di kantor, Pandu malah melihat Bayu sedang berdiri di depan meja Bela.
" Loh Bay, ada apa? tumben banget masih pagi sudah di sini? ada masalah sama proyek?" tanya Pandu.
" Tidak Ndu, aku kesini cuma ngantar calon istri ku saja" ucap Bayu memberi tahu.
" Ya Bela lah, jadi siapa lagi" jawab Bayu dengan bangga nya.
Pandu tidak menjawab, dia malah melirik ke arah Bela, sedang kan Bela hanga bisa menunduk karena takut Pandu marah di tambah malu juga.
" Jadi cerita nya uda nyatain perasaan ni, bagus deh kalau gitu, tapi ingat ya kalian harus profesional, saya tidak suka pekerjaan terbengkalai karena asmara" ucap Pandu.
" Tenang saja bos, kami gak seperti itu kok, tapi mungkin kamu akan bosan Ndu liat aku, karena bisa jadi aku ke kantor mu setiao hari, bahkan sehari bisa jadi tiga kali ke sini, seperti jadwal minum obat" ucap Bayu memberi tahu.
" Ck itu terserah kalian, yang penting pekerjaan Bela tidak terbengkalai" ucap Pandu.
" Dan satu lagi, segera bilang kalau kamu mau menikahi Bela, biar Aldi bisa segera cari sekretaris pengganti Bela, karena aku takut kalau kamu akan melarang Bela bekerja setelah menikah" sambung Pandu lagi.
" Aku sih tidak melarang Bela Ndu buat berkarir, jadi itu semua aku serah kan sama Bela" ucap Bayu sambil memegang tangan Bela dengan mesra.
__ADS_1
" Ck jangan romantisan di sini, di sini bukan tempat pacaran" ucap Pandu gak terima melihat keromantisan Bayu dan Bela.
" Iri aja bilang bro" ucap Bayu sambil tertawa.
Pandu tidak menggubris omongan Bayu, dia langsung masuk ke dalam ruangan nya, namun saat membuka pintu, Pandu terkejut melihat Aldi yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan nya.
" Ada apa? kok udah di ruangan ku saja" tanya Pandu.
" Tidak ada apa apa? aku hanya sedikit bingung saja lihat Widya, dari semalam dia malas malasan saja, bahkan mandi pun tidak mau" ucap Aldi memberi tahu.
Pandu yang mendengar ucapan Aldi langsung tersenyum, dia ingat awal awal Kia hamil, tingkah nya Kia menjadi aneh.
" Sebaik nya kamu suruh Widya aja cek kehamilan, dia kan dokter kandungan, pasti tahu lah kalau mungkin dia tanda tanda sedang hamil anak kamu" ucap Pandu memberi tahu.
" Hamil...maksud kamu Widya hamil, maka nga jadi aneh seperti itu" tanya balik Aldi.
" Bisa jadi, karena dulu Kia seperti itu, awal awal hamil, tingkah nya aneh banget, kamu ingat kan kita di suruh ambil buah kedondong di rumah pak Pardi" ucap Pandu mengingat kan Aldi.
Aldi pun membayang kan Kia dulu yang merajuk mintak buah kendondong, trus Aldi ingat Kia mintak di belikan sepeda buat gowes, semua Aldi ingat dengan tingkah Kia dulu.
" Benar juga kamu Ndu, nanti begitu pulang kerja aku suruh dia cek deh" ucap Aldi yang di angguki oleh Pandu.
" Jadi tadi pagi istri kamu gak mandi pergi ke rumah sakit?" tanya Pandu.
" Tadi pagi aku paksa mandi lah, aku siapin air hangat, biar dia bisa rileks, macem bener aja Widua tidak mandi sampai dua hari" jawab Aldi.
Pandu hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Aldi.
Sementara di rumah sakit, Widya merasa kalau diri nya sudah berbadan dua, dia pun mengambil taspack dari laci kerja nya dan masuk ke kamar mandi untuk melihat hasil tes urin nya.
Bersambung.
Jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ya readers tercinta, dengan Like, komen yang positif, dan Vote.
Kasih bunga dan kopi juga ya readers tercinta.
__ADS_1
Terima kasih banyak
Love You