
Sementara di gedung Atmaja Group Bela di kejut kan dengan kedatangan Bayu, Bela berfikir kalau Bayu datang ke kantor mau bertemu dengan pak Pandu, tapi saat ini bos nya kan tidak ke kantor karena istri nya wisuda.
" Pak Bayu mau bertemu dengan Pak Pandu ya, maaf pak, tapi pak Pandu nya tidak ke kantor hari ini, karena Ibu Kia sedang wisuda, dan pak Aldi juga tidak hadir pak, karena istri nya sama sama wisuda dengan ibu Kia" ucap Bela sopan.
Bayu tersenyum mendengar perkataan Bela yang menjelas kan dengan jelas pada nya.
" Siapa bilang aku ke sini mau mencari bos kamu, aku ke sini mau mencari kamu kali Bel" ucap Bayu yang langsung duduk di atas meja kerja Bela.
Bela langsung melotot kan mata nya karena melihat kelakuan Bayu.
" maaf pak Bayu, tolong jangan duduk di atas meja, tidak enak di lihat karyawan lain" ucap Bela memberi tahu dengan sopan.
Bayu mengitari lantai di mana diri nya berada," tidak ada siapa siapa, mereka semua pada sibuk kerja seperti nya" sahut Bayu dengan senyuman manis nya.
" Sebenar nya bapak mau apa ke sini, kan saya sudah bilang kalau Pak Pandu nya sedang tidak ada" tanya Bela lagi dengan sedikit kesal.
" Mau ketemu kamu, mau ngajakin makan siang" ucap Bayu santai.
" Tapi saya tidak bisa pak, saya sibuk, selain itu saya tidak mau jadi bahan gunjingan orang nanti nya kalau saya jalan sama bapak" ucap Bela sambil memberes kan berkas berkas untuk di tanda tangani Pandu kalau sudah datang besok.
" Emang kenapa?" tanyq Bayu yang tidak mengerti.
" Apa pak Bayu lupa, siapa pak Bayu dan siapa saya" ucap Bela sudah kesal dengan kepura puran Bayu.
" Sama sama manusia kan kita" ucap Bayu lagi dengan santai.
" Ck..bukan itu maksud saya pak, saya ini hanya wanita biasa, sedang kan bapak itu seoarang pengusaha, kita itu bagai langit dan bumi, saya tidak pantas makan siang sama bapak" ucap Bela menjelas kan.
" Tapi di mata saya, semua manusia sama, kalau karna kaya itu nilai plus yang di beri kan Allah" sahut Bayu dengan santai.
Bela menatap Bayu sejenak, setelah itu kembali melanjut kan pekerjaan nya.
" Sudab saya tidak mau tahu, ayo kita makan siang, aku juga tadi minta izin sama bos kamu, dan bos kamu mengizin kan nya, asal tidak menganggu pekerjaan kamu kata nya" ucap Bayu dan langsung menarik tangan Bela.
Bela terkejut karena Bayu langsung menarik tangan Bela, saat keluar dari lift, semua mata menatap Bayu dan Bela, Bela yang sadar di tatap langsung menunduk kan wajah nya ke bawah karena malu.
" Ngapain nunduk sih, emang ada duit jatuh di lantai" tanya Bayu karena melihat Bela yang dari keluar lift menunduk kan kepala nya.
" Apain sih, apa gak lihat kalau semua mata tertuju pada kita" sahut Bela.
" Biarin aja sih, nama nya orang ganteng lewat, ya wajar lah di lihatin seperti itu" ucap Bayu dengan pede nya.
__ADS_1
" Geer banget" sahut Bela dengan kesal.
Bayu langsung membuka pintu agar masuk ke dalam mobil, setelah itu Bayu memutari mobil nya dan masuk ke dalam mobil, Bayu pun langsung melaju kan mobil nya ke kafe tempat mereka makan siang.
Setelah Bayu makan siang, dia pun kembali mengantar Bela ke kantor, dan dia pun langsung kembali ke kantor nya, karena masih banyak pekerjaan nya yang harus di selesai kan.
Tak terasa waktu begitu cepat, matahari sudah berganti dengan bulan dan bintang, kini di keluarga Atmaja sedang asik duduk di ruang keluarga.
Anita dan Bima masih menginap di rumah orang tua nya karena tadi pulang makan sudab sore hari, jadi nya malas untuk pulang ke rumah mereka, jadi lah mereka menginap saja.
Ara datang membawa gitar Kia yang kebetulan ada di kamar Ara saat mereka dulu latihan bernyanyi.
" Tante nyanyiin lagi buat Ara dong" ucap Ara saat sudah sampai di ruang keluarga.
" Nyanyin lagu apa sayang" tanya Kia melihat buku yamg di beri Ara.
" Lagu apa aja aja tan, asal kan tang bertema kan ibu" ucap Ara memberi tahu.
" Bertema ibu ya, emmm...apa yaa" ucap Kia sambil berfikir.
" Ra kenapa gak minta ajarin sama mama kamu sih, tante Kia mau istirahat sebentar lagi" ucap Pandu.
" Pliss om, jangan larang tante Kia buat ajarin Ara,kalau sama mama nilai nya gak sebagus di ajarin tante" ucap Ara sambil mengatup kan tangan nya.
Anita hanya mengangkat bahu nya saja tanda tidak mengerti, tapi tatapan mata nya masih tertuju pada anak nya, kalau papa dan mama serius mendengar interaksi cucu nya dengan menantu nya.
" Yasudah tante ajarin nyanyi lagu shaka aja ya, gimana?" usul Kia.
" Tapi Ara tidak tahu lagu nya tan" ucap Ara.
" Yang lain tau lagu yang di bilang tante gak?" tanya Ara pada semua nya.
Mereka hanya menggeleng kan kepala saja, Ara merengut karena tidak ada yang tahu, sedang kan Kia tersenyum gemes lihat wajah Ara.
" Jangan sedih dong, kita belajar sama sama oke" ucap Kia dan langsung membuat Ara senyum seketika.
Kia pun menulis lirik lagu nya dibuku Ara, agar Ara bisa mudah menghafal kan lagu nya dengan mudah.
" Nah ini lirik lagu nya...sekarang Ara dengarin tante nyanyi dulu ya, setelah itu kita belajar sama sama, okee" ucap Kia yang langsung di angguki kepala oleh Ara, semua nya pun menunggu Kia bernyanyi, karena ingin tahu seperti apa lagu nya.
Sebening tetesan embun pagi
__ADS_1
Secerah sinar nya mentari
Bila ku wajah mu Ibu
Ada kehangatan di dalam hati ku
Air Wudhu slalu membasahi mu
Ayat suci slalu di kumandang kan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra putrinya
Ooh ibu ku engkaulah wanita
Yang ku cinta selama hidup ku
Maafkan anak mu bila ada salah
pengorbanan mu tanpa balas jasa
Ya Allah ampuni dosanya
Sayangilah seperti menyayangiku
berilah ia kebahagian
Di dunia juga di ahkirat
Mama Dewi dan Anita yang mendengar Kia bernyanyi langsung menetes kan air mata mereka, sementara Pandu, Bima dan papa Ridwan merinding mendengar lirik demi lirik lagu yang di nyanyi kan Kia.
Ara pun hanya termenung mendengar lagu lagu yang di nyanyi kan Kia.
Bersambung
Author jadi keingat di kampung nulis lagu nya, readers juga harus berbakti pada emak nya ya, gak boleh ngelawan.
Jangan lupa untuk Like,Komen yang positif dan dan vote.
Kasih bunga dan kopi juga ya readers yang baik hatii 😊
__ADS_1
Terima kasih banyak
Love You 😊😊